Review Caught Stealing, Jangan Pernah Jaga Kucing Tetangga Tanpa Asuransi Nyawa
Home > Detail

Review Caught Stealing, Jangan Pernah Jaga Kucing Tetangga Tanpa Asuransi Nyawa

Yohanes Endra

Sabtu, 01 November 2025 | 08:05 WIB

Suara.com - Berpikirlah dua kali sebelum menolong tetangga. Setidaknya itulah pesan yang ingin disampaikan oleh film berjudul Caught Stealing.

Bagaimana tidak, siapa sangka sekadar disuruh menjaga kucing bisa berakhir dengan peluru beterbangan hingga darah berceceran di lantai.

Darren Aronofsky, sutradara film ini, dikenal gemar menyiksa batin penonton lewat film berat seperti Requiem for a Dream atau The Whale.

Kali ini, dia memilih jalur berbeda, crime action comedy dengan sedikit sentuhan nostalgia 90-an.

Jangan bayangkan tawa lepas. Ini bukan jenis komedi yang akan membuatmu tertawa terpingkal-pingkal, tapi lebih seperti tawa getir karena tak percaya betapa absurdnya hidup si tokoh utama.

Premis Sederhana, Tapi Tidak dengan Hidup Hank

Ceritanya tentang Hank Thompson (Austin Butler), seorang bartender New York dengan hidup seadanya dan masa lalu kelam sebagai mantan pemain bisbol yang gagal.

Suatu hari, tetangga punk-nya, minta tolong, "Bro, tolong jagain kucing gue beberapa hari, ya?"

Dan seperti semua keputusan buruk dalam sejarah film, Hank menjawab, "Oke."

Tak lama setelah itu, muncul segerombolan orang asing, gangster, polisi korup, dan entitas-entitas yang sepertinya tidak punya pekerjaan lain selain menghajar orang tak bersalah.

Semua mencari satu hal misterius yang, tentu saja, ada hubungannya dengan si tetangga dan kucingnya.

Review Caught Stealing. [IMDb]
Review Caught Stealing. [IMDb]

Antiklimaks yang Cukup Bikin Bete

Caught Stealing terasa seperti film eksperimental yang hasilnya “hit or miss”.

Vibes-nya gelap, lembap, dan penuh keringat, dengan tempo cepat khas film kriminal 90-an.

Alur ceritanya? Seru di awal, tapi saat pertengahan mendadak bikin kepala miring seperti kucing yang bingung.

Separuh awal film terasa menjanjikan, kita disuguhi kota New York tahun 1998 ditampilkan dengan detail nostalgia, bar suram, mobil tua, jaket kulit, dan dialog yang terasa old-school.

Namun, begitu misterinya terungkap, tensi film langsung menurun.

Rasanya seperti menonton orang lari maraton, tapi berhenti mendadak buat minum teh.

Austin Butler Si Penggendong Film

Austin Butler benar-benar membawa film ini di pundaknya dengan performa akting yang mengesankan.

Dia tampil dengan perpaduan pesona dan kepasrahan orang yang baru sadar hidupnya berantakan.

Saya suka bagaimana film ini tidak tiba-tiba menjadikannya jagoan super yang tak kenal takut menghadapi segala masalah yang datang tiba-tiba.

Hank tetap manusia biasa yang ketakutan, gemetaran, dan sering bikin keputusan bodoh. Dengan kata lain, sangat relatable.

Chemistry-nya dengan Zoe Kravitz juga enak ditonton, walau karakter Zoe terasa seperti tempelan, seolah film ini lupa kalau dia ada setelah pertengahan cerita.

Padahal dari awal interaksi mereka sudah menjanjikan hubungan yang menarik.

Tapi ya, sutradaranya mungkin punya kebiasaan membuat penonton berharap, lalu berkata, "Maaf, tidak akan terjadi."

Review Caught Stealing. [IMDb]
Review Caught Stealing. [IMDb]

Penuh Bintang, Tapi Tak Semua Bersinar

Deretan pemainnya cukup mencengangkan. Selain Butler dan Kravitz, ada Matt Smith, Liev Schreiber, Regina King, dan Vincent D’Onofrio.

Sayangnya, banyak dari mereka seperti tersesat di film yang salah.

Matt Smith yang sempat mencuri perhatian di awal tiba-tiba hilang tanpa jejak.

Regina King, yang biasanya memancarkan aura garang, justru tampil terlalu "normal" di tengah parade karakter eksentrik lainnya.

Satu-satunya yang benar-benar menyalakan layar adalah D’Onofrio dan Schreiber.

Setiap kali keduanya muncul, film seperti tersadar dari tidur siangnya.

Intensitas naik, dialog jadi hidup, dan saya kembali duduk tegak di kursi bioskop.

Humor Gelapnya Cukup Sukses, Sih

Kalau bicara soal aksi, Caught Stealing punya beberapa momen yang lumayan menggigit.

Ada adegan kejar-kejaran mobil yang digarap dengan rapi, pertarungan yang brutal tapi tetap sinematik, dan semburan darah yang cukup memanjakan mata.

Tapi jangan berharap kekerasan simbolik dan filosofis, ini lebih ke fun chaos, semacam pesta pora antara kekonyolan dan kekerasan.

Ada juga humor di sana-sini, bukan yang bikin ngakak, tapi cukup untuk membuat kita spontan tertawa sambil berpikir, "Lucu juga."

Humor gelapnya bekerja karena situasi yang benar-benar absurd. Bayangkan, seorang bartender stres dikejar mafia hanya karena mau nolongin kucing.

Review Caught Stealing. [IMDb]
Review Caught Stealing. [IMDb]

Ending-nya Cari Aman

Ending film sayangnya terasa terlalu aman, jadi seperti biasa saja, tidak begitu meninggalkan kesan.

Setelah semua kekacauan, luka, dan kehilangan, saya berharap ada klimaks emosional.

Setidaknya sesuatu yang membuat saya sedikit kepikiran setelah keluar dari studio.

Sayangnya tidak. Film ini menutup cerita dengan cara yang nyaris datar, seolah sedang menyiapkan sekuel yang kemungkinan besar tidak akan pernah dibuat.

Caught Stealing bukan film jelek, tapi juga bukan film yang akan saya rekomendasikan dengan antusias.

Jika Anda ingin menonton sesuatu yang campur aduk antara kekerasan absurd, nostalgia 90-an, dan kucing, film ini patut dicoba.

Tapi kalau Anda hanya ingin tahu pelajaran moralnya, cukup ingat satu hal, jangan pernah jaga kucing tetangga tanpa asuransi nyawa.

Kontributor : Chusnul Chotimah


Terkait

Review Film No Other Choice yang Dibayang-bayangi Kemenangan Parasite di Oscar, Lebih Lucu?
Sabtu, 18 Oktober 2025 | 09:05 WIB

Review Film No Other Choice yang Dibayang-bayangi Kemenangan Parasite di Oscar, Lebih Lucu?

No Other Choice memiliki kesamaan cerita dengan Parasite, serta sama-sama dinominasikan untuk Oscar.

Review Film Rangga & Cinta: Bikin Nostalgia Masa Remaja, Tapi Agak Nanggung
Sabtu, 11 Oktober 2025 | 09:00 WIB

Review Film Rangga & Cinta: Bikin Nostalgia Masa Remaja, Tapi Agak Nanggung

Rangga & Cinta tak bisa menghindar untuk dibandingkan dengan film pendahulunya, Ada Apa Dengan Cinta? alias AADC.

Isu Fatherless Makin Marak, Film Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah Tayang di saat yang Tepat!
Sabtu, 13 September 2025 | 09:00 WIB

Isu Fatherless Makin Marak, Film Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah Tayang di saat yang Tepat!

Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah berhasil meraih 420 ribu penonton meski berhadapan dengan film The Conjuring.

Review Film Tinggal Meninggal: Bukan Adaptasi Kisah Nyata tapi Nyata di Sekitar Kita
Sabtu, 23 Agustus 2025 | 09:00 WIB

Review Film Tinggal Meninggal: Bukan Adaptasi Kisah Nyata tapi Nyata di Sekitar Kita

Film Tinggal Meninggal lebih banyak mengajak penonton merenungi hidup ketimbang tertawa?

Terbaru
4 Prajurit BAIS Tersangka Penyiram Air Keras ke Aktivis Kontras, Apa Motifnya?
polemik

4 Prajurit BAIS Tersangka Penyiram Air Keras ke Aktivis Kontras, Apa Motifnya?

Rabu, 18 Maret 2026 | 18:42 WIB

Keempat prajurit yang kini berstatus tersangka tersebut memiliki inisial NDP, SL, BHW, dan ES. Saat ini, mereka telah ditahan di Pomdam Jaya

Teror Air Keras ke Pembela HAM, Siapa di Balik Serangan Brutal Aktivis KontraS? polemik

Teror Air Keras ke Pembela HAM, Siapa di Balik Serangan Brutal Aktivis KontraS?

Rabu, 18 Maret 2026 | 16:17 WIB

Banyak pihak meyakini ini adalah serangan teror yang ditujukan langsung untuk membungkam suara kritis Andrie dan para pembela hak asasi manusia

Membongkar 'Jalur Cepat' Haji: Bagaimana Eks Menag Yaqut Terjerat Korupsi? polemik

Membongkar 'Jalur Cepat' Haji: Bagaimana Eks Menag Yaqut Terjerat Korupsi?

Senin, 16 Maret 2026 | 19:29 WIB

Upaya Gus Yaqut lolos dari jerat hukum sempat kandas setelah permohonan praperadilannya ditolak Pengadilan Negeri Jakarta Selatan

Membaca Rencana Taklimat Prabowo, Rakyat Diminta Siap-siap Susah? polemik

Membaca Rencana Taklimat Prabowo, Rakyat Diminta Siap-siap Susah?

Kamis, 12 Maret 2026 | 16:33 WIB

Dalam tradisi komunikasi, khususnya di lingkungan militer, taklimat adalah sebuah instruksi yang bersifat teknis, padat, dan sangat strategis

Algoritma Manipulatif hingga Ancaman VPN, Mengapa Anak di Bawah 16 Tahun Dilarang Punya Medsos? polemik

Algoritma Manipulatif hingga Ancaman VPN, Mengapa Anak di Bawah 16 Tahun Dilarang Punya Medsos?

Senin, 09 Maret 2026 | 19:36 WIB

Dalam beberapa tahun terakhir, aktivitas anak di internet semakin tinggi, sementara risiko yang mereka hadapi juga semakin kompleks

Korupsi 'Level Baru', Kasus Fadia Arafiq Bongkar Modus Canggih Pejabat Raup Duit Negara polemik

Korupsi 'Level Baru', Kasus Fadia Arafiq Bongkar Modus Canggih Pejabat Raup Duit Negara

Sabtu, 07 Maret 2026 | 13:38 WIB

Kasus ini bukanlah sekadar suap atau pemerasan biasa, melainkan cerminan dari metamorfosis korupsi yang kini jauh lebih terstruktur, canggih, dan sulit diendus

Di Balik "Pesona" Beijing Ada Strategi Klasik "Soft Power" hingga Gelombang Video Hoaks polemik

Di Balik "Pesona" Beijing Ada Strategi Klasik "Soft Power" hingga Gelombang Video Hoaks

Jum'at, 06 Maret 2026 | 23:55 WIB

Salah satu pilar unik dalam strategi China di Indonesia adalah pendekatannya terhadap komunitas Muslim, mulai dari "diplomasi santri", hingga pemanfaatan isu Gaza Palestina.

×
Zoomed