Review Film The Toxic Avenger, Superhero 'Menjijikkan' yang Anehnya Cukup Menghibur
Home > Detail

Review Film The Toxic Avenger, Superhero 'Menjijikkan' yang Anehnya Cukup Menghibur

Sumarni

Sabtu, 25 Oktober 2025 | 08:00 WIB

Suara.com - Saya tidak pernah menyangka bahwa suatu hari saya akan melihat Peter Dinklage jadi superhero berlendir yang senjatanya pel. Tapi ya, itulah dunia perfilman.

The Toxic Avenger versi terbaru ini adalah reboot dari film kultus tahun 1984 yang dulunya terkenal karena kadar kekacauannya.

Film ini rilis perdana di festival pada 2023, sebelum akhirnya dirilis global dua tahun kemudian.

Disutradarai oleh Macon Blair, film ini mencoba hidup di dua dunia sekaligus, dunia superhero modern dan dunia film kelas-B yang sengaja dibuat norak.

Dan hasilnya? Ya… seperti kalau Anda mencampur Deadpool, Robocop, dan segelas air limbah pabrik.

Kadang kocak, kadang jijik, kadang saya ingin meninggalkan studio, tapi seperti ada tangan tidak terlihat yang menahan saya untuk tetap di kursi.

Sinopsis The Toxic Avenger, Aksi Brutal si Monster Pemberantas Korupsi (imdb)
Sinopsis The Toxic Avenger, Aksi Brutal si Monster Pemberantas Korupsi (imdb)

Ceritanya Ala Superhero Marvel Versi Jorok

Kisahnya sederhana, seorang petugas kebersihan bernama Winston Gooze (Peter Dinklage) mengalami kecelakaan kimia dan berubah menjadi makhluk mutan berkekuatan super.

Kalau di film Marvel, kecelakaan seperti ini menghasilkan Iron Man versi hijau, tapi di sini hasilnya seperti Hulk yang jatuh ke tong sampah beracun dan tidak pernah mandi lagi.

Namun di balik tampilan menjijikkan itu, Winston alias Toxie punya hati yang lembut.

Dia berjuang melawan korporasi jahat milik Kevin Bacon, sambil mencoba menjadi ayah yang baik bagi anak tirinya.

Ya, ini film superhero yang mencoba menyentuh sisi keluarga di tengah tumpahan darah, potongan tubuh, dan humor yang kalau dikasih rating moral, mungkin agak kurang berkesan.

Penampilan Aktornya Wajib Diapresiasi

Saya sangat mengagumi Peter Dinklage sebagai salah satu aktor Hollywood paling berbakat. Namun di sini, sepertinya dia terlalu totalitas.

Serius, dia memainkan karakter ini dengan terlalu banyak kesungguhan. Padahal dalam satu adegan, dia hanya sedang berhadapan dengan penjahat yang berpakaian seperti badut.

Intinya, Dinklage memberikan kedalaman emosional pada karakter yang seharusnya cuma bahan lelucon.

Mungkin itu justru kelebihan film ini, di tengah segala kebodohannya, masih ada hal serius yang nyelip seperti biji cabe.

Kalau ada yang benar-benar menikmati perannya, itu Kevin Bacon. Pria ini seperti dilepaskan dari segala aturan akting rasional.

Dia menari di atas absurditas dengan penuh gaya, benar-benar CEO korporat jahat yang tampak seperti keluar dari film Looney Tunes.

Setiap kali Bacon muncul, film ini seperti berteriak, "Ya, inilah yang kamu bayar: kegilaan!"

Kalau saja film ini memberikan lebih banyak ruang untuk kekonyolan seperti itu, mungkin hasil akhirnya bisa jauh lebih menyenangkan.

Gore, Humor, dan Bau Limbah

Mari bicara tentang hal yang jadi daya tarik utama dari film ini, yakni kekerasan dan lelucon busuk.

Darah muncrat di mana-mana, anggota tubuh beterbangan seperti confetti pesta Halloween, dan tentu saja, guyonan yang tidak akan lolos di film superhero Disney.

Sebagai seseorang yang sempat tumbuh dengan tontonan Final Destination, saya akui efek praktikal di film ini cukup menghibur.

Tapi begitu CGI-nya muncul, semua terasa seperti menonton iklan sabun cuci piring yang gagal dirender.

Dan soal humor? Ada yang lucu, tapi banyak juga yang terasa seperti bapak-bapak mabuk mencoba stand-up comedy di depan anak TK.

Kadang saya tertawa, tapi lebih karena bingung harus bereaksi bagaimana.

Membingungkan Tapi Tetap Seru

Masalah terbesar film ini adalah ketidakkonsistenannya. Kadang filmnya ingin jadi parodi superhero, kadang mencoba jadi drama keluarga, lalu tiba-tiba berubah jadi film gore level Saw.

Ada momen di mana saya merasa sedang menonton Deadpool, lalu tiba-tiba berubah jadi Robocop 3, dan entah kenapa muncul adegan yang terasa seperti Sesame Street versi neraka.

Namun anehnya, semua itu membuatnya justru menarik. Film ini seperti pesta kostum di mana semua orang datang dengan tema berbeda, berantakan, tapi tidak membosankan.

Saya harus kasih kredit untuk soundtrack-nya. Bayangkan Peter Dinklage menyanyikan lagu ceria sambil membantai musuh dengan pel berdarah.

Begitu pula dengan penampilan Elijah Wood, yang di sini terlihat seperti sepupu jauh Penguin dari Batman Returns. Dia tampil aneh, tapi justru pas di world building seaneh ini.

Meski tidak sempurna, film ini punya keberanian. tidak takut terlihat konyol dan tidak peduli dengan penilaian.

Kacau Tapi Anehnya Cukup Menghibur

Apakah The Toxic Avenger film yang bagus? Tidak.

Apakah saya menikmatinya? Hmmmm, anehnya iya dan entah kenapa tidak bisa dijelaskan.

Film ini adalah bentuk tontonan yang absurd dan kacau, tapi tidak berusaha menutupinya.

Dan di tengah lautan film superhero modern yang terlalu serius, kehadiran sesuatu yang sejelek ini tapi jujur terasa menyegarkan.

Kalau Anda mencari tontonan berisi pahlawan berotot, moralitas tinggi, dan efek spesial canggih, jangan buang-buang duit untuk beli tiket bioskop.

Tapi kalau Anda ingin menonton sesuatu yang membuat Anda berkata, "Hah? Aku nonton film apa sih?" maka ini film yang tepat.

Karena kadang, kita semua butuh film absurd semacam ini untuk menyadari bahwa dunia perfilman memang sangat beragam.

Kontributor : Chusnul Chotimah


Terkait

Review Abadi Nan Jaya, Film tentang Zombie dengan Cerita yang Kuat
Kamis, 23 Oktober 2025 | 21:45 WIB

Review Abadi Nan Jaya, Film tentang Zombie dengan Cerita yang Kuat

Abadi Nan Jaya tak hanya menyuguhkan seramnya zombie yang saling menyerang, tetapi juga kisah di baliknya.

Natural Born Killers: Kontroversi, Kekerasan, dan Kritik Media, Malam Ini di Trans TV
Kamis, 23 Oktober 2025 | 19:30 WIB

Natural Born Killers: Kontroversi, Kekerasan, dan Kritik Media, Malam Ini di Trans TV

Lebih dari sekadar kritik media, Natural Born Killers juga menyelami akar kekerasan itu sendiri.

Cabin Fever: Patient Zero: Pesta Bujang Di Pulan yang Berujung Petaka, Malam Ini di Trans TV
Kamis, 23 Oktober 2025 | 19:20 WIB

Cabin Fever: Patient Zero: Pesta Bujang Di Pulan yang Berujung Petaka, Malam Ini di Trans TV

Cabin Fever: Patient Zero tidak ragu untuk menampilkan adegan-adegan gore yang mengganggu, memenuhi ekspektasi penggemar horor yang haus akan kengerian visual.

Terbaru
Nyawa Lebih Murah dari Harga Ikan? Kisah Pahit Awak Kapal di Balik Perjuangan Ratifikasi ILO K-188
polemik

Nyawa Lebih Murah dari Harga Ikan? Kisah Pahit Awak Kapal di Balik Perjuangan Ratifikasi ILO K-188

Senin, 08 Juni 2026 | 10:26 WIB

Trauma puluhan tahun itu mengkristal menjadi sebuah ketegasan: laut bukan tempat untuk masa depan anaknya.

Motif di Balik Riset Fiktif Peneliti WNI di Denmark polemik

Motif di Balik Riset Fiktif Peneliti WNI di Denmark

Kamis, 28 Mei 2026 | 20:51 WIB

Nama-nama yang disebut dan diduga lakukan pemalsuan itu di antaranya Prihantini, Rifaldy Fajar, dan Rini Winarti

Negara Tak Boleh Jadi Algojo, Mengapa Menteri Pigai Larang Polisi Tembak Mati Begundal? polemik

Negara Tak Boleh Jadi Algojo, Mengapa Menteri Pigai Larang Polisi Tembak Mati Begundal?

Senin, 25 Mei 2026 | 22:02 WIB

Kondisi ekonomi yang sulit dan ketimpangan yang tajam di wilayah aglomerasi menciptakan lahan subur bagi tindak kejahatan

Ekonomi Pancasila Prabowo, Kemandirian Bangsa atau Monopoli? polemik

Ekonomi Pancasila Prabowo, Kemandirian Bangsa atau Monopoli?

Jum'at, 22 Mei 2026 | 16:35 WIB

Prabowo menegaskan arah kebijakan fiskal ke depan akan berlandaskan pada mazhab Ekonomi Pancasila

Heboh Pernyataan Prabowo 'Rakyat Desa Tak Pakai Dolar', Strategi Tenangkan Warga atau Gaslighting? polemik

Heboh Pernyataan Prabowo 'Rakyat Desa Tak Pakai Dolar', Strategi Tenangkan Warga atau Gaslighting?

Rabu, 20 Mei 2026 | 13:26 WIB

Pernyataan sang Kepala Negara itu disampaikan pertama kali di momen pidato sambutannya saat peresmian Museum dan Rumah Singgah Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur

Ketika Aktor Asing Bermain di Narasi "Antek Asing" polemik

Ketika Aktor Asing Bermain di Narasi "Antek Asing"

Senin, 18 Mei 2026 | 22:10 WIB

Peristiwa besar nasional dikaitkan dengan "peran" asing di baliknya, mungkin bukan hal baru. Tapi ini soal operasi FIMI di balik demonstrasi Agustus-September 2025 lalu.

Polemik Laut China Selatan Kini Jadi Perang Dingin Digital, Bagaimana Nasib Natuna? video

Polemik Laut China Selatan Kini Jadi Perang Dingin Digital, Bagaimana Nasib Natuna?

Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:27 WIB

Laut China Selatan yang adalah kawasan strategis jalur dagang itu belakangan tidak lagi sekadar jadi lahan pertikaian fisik, tapi juga perang informasi digital.

×
Zoomed