Review Film No Other Choice yang Dibayang-bayangi Kemenangan Parasite di Oscar, Lebih Lucu?
Home > Detail

Review Film No Other Choice yang Dibayang-bayangi Kemenangan Parasite di Oscar, Lebih Lucu?

Yohanes Endra

Sabtu, 18 Oktober 2025 | 09:05 WIB

Suara.com - Film produksi Korea Selatan berjudul No Other Choice masih tayang di Indonesia meski terbatas.

Untuk film Korea, No Other Choice sebenarnya cukup lama bertahan di layar bioskop-bioskop Tanah Air, yakni sekitar dua pekan.

Salah satu daya tarik No Other Choice ialah fakta bahwa film garapan sutradara Park Chan Wook tersebut menjadi wakil Korea Selatan untuk kategori Best International Feature Film Oscar 2026.

Sementara Indonesia 'mengirim' film Sore: Istri dari Masa Depan garapan Yandy Laurens.

Sayangnya apabila dibandingkan dengan Parasite yang berhasil membawa pulang Piala Oscar tahun 2020, No Other Choice terbilang sepi penonton di Indonesia.

Film tentang Pengangguran yang Gak Punya Pilihan

No Other Choice mengisahkan tentang keluarga Man Soo dan Mi Ri bersama dua anak dan dua anjing mereka.

Kehidupan mereka semula berkecukupan. Mi Ri menjadi ibu rumah tangga yang mengisi waktu luangnya dengan main tenis.

Man Soo dan Mi Ri juga ikut klub dansa bersama.

Kehidupan mereka berubah saat Man Soo yang bekerja selama 25 tahun di sebuah perusahaan pembuat kertas dipecat.

Man Soo berjanji akan mendapat pekerjaan dalam waktu tiga bulan. Namun janji itu tidak dapat ditepatinya sampai 13 bulan setelahnya.

Mi Ri lantas mengambil tindakan: berhenti main tenis. Dua mobil mereka pun dijual, diganti dengan satu mobil tua second.

Rumah masa kecil yang dibeli dan direnovasi Man Soo dengan susah payah pun terpaksa diiklankan melalui agen untuk dijual.

Keadaan yang semakin tak terkendali membuat Man Soo berusaha keras untuk kembali mendapat pekerjaan.

Sebuah pernyataan Mi Ri sang istri membuat Man Soo mendapatkan ide bagaimana cara menyingkirkan pesaing-pesaingnya.

Semua ini bukan spoiler karena dapat ditonton melalui trailer filmnya ya!

Dibandingkan dengan Parasite

Fakta bahwa No Other Choice dikirim ke Oscar 2026 membuatnya tidak bisa menghindar untuk dibanding-bandingkan dengan Parasite.

Secara jalan cerita pun hampir sama, yaitu tentang keluarga yang ingin keluar dari kemiskinan.

Bedanya keluarga di film No Other Choice pernah hidup nyaman, dan berusaha mendapatkannya lagi. Sementara keluarga film Parasite sejak semula memang miskin.

Persamaannya, keluarga di film No Other Choice maupun Parasite sama-sama melakukan 'berbagai cara' untuk mencapai tujuan mereka.

Sayangnya jumlah penonton film No Other Choice kalah jauh dengan Parasite.

Pada 14 Oktober 2025, hanya tersisa 76 showtime di seluruh Indonesia.

Cinepoint terakhir meng-update jumlah penonton No Other Choice pada 12 Oktober, sebanyak 41.890.

Sementara Parasite berhasil mengumpulkan 700 ribu penonton saat tayang di Indonesia pada 21 Juni 2019.

Parasite pun disaksikan lebih dari 10 juta penonton di Korea Selatan, sedangkan No Other Choice baru 2,6 jutaan.

Ilustrasi Review Film No Other Choice. [Suara.com/Ema]
Ilustrasi Review Film No Other Choice. [Suara.com/Ema]

Menurut saya, No Other Choice memang kurang menegangkan ketimbang Parasite yang cukup berhasil memberi rasa mencekam para penontonnya.

Sebab No Other Choice memberikan banyak suguhan komedi sehingga terasa jauh lebih 'ringan' apabila dibandingkan dengan Parasite.

Begitu pula ketika No Other Choice dibandingkan dengan film-film garapan Park Chan Wook yang lain.

Saya baru menonton The Handmaiden sehingga hanya bisa membandingkan dengan film yang dibintangi Kim Tae Ri tersebut.

No Other Choice dan The Handmaiden sama-sama menunjukkan ciri khas film-film garapan Park Chan Wook. Mulai dari pengambilan gambar, scoring (musik), serta cerita yang nyeleneh.

Saya sempat nggak paham maksud karakter Man Soo saat membuat lowongan kerja untuk mencari kandidat terbaik perusahaan pembuat kertas, lalu memilih tiga orang teratas.

Sebab saya tipe orang yang tidak membaca sinopsis dan menonton trailer sebelum menonton.

Padahal kalau menonton trailer-nya, sudah dijelaskan bahwa Man Soo berniat menyingkirkan kandidat terbaik saingannya.

Sudah nyeleneh, ditambah dark comedy. Park Chan Wook memang selalu nyeleneh!

Fyi, No Other Choice merupakan film adaptasi novel "The Ax" karya Donald E. Westlake tahun 1997.

Skenarionya ditulis Park Chan Wook sendiri bareng Don McKellar, Lee Kyoung Mi, dan Lee Ja Hye.

Hingga ulasan ini ditulis, skor film No Other Choice di Rotten Tomatoes masih 100 persen dari 60 reviews.

Oleh karena itu, tak mengejutkan apabila No Other Choice dinominasikan di Venice Film Festival 2025 bersama film Pieta garapan Kim Ki Duk.

Ini merupakan kali pertama film Korea Selatan berkompetisi di Venice Film Festival 2025 setelah 13 tahun loh!

Penuh Simbol dan Pesan Penting

Meski tidak se-puas setelah nonton Parasite, No Other Choice tetap saya rekomendasikan untuk ditonton.

Ceritanya sangat dekat dengan situasi saat ini, tentang sulitnya mencari pekerjaan hingga pencari kerja harus melakukan segala cara untuk mendapatkannya.

Walaupun cara yang dipilih karakter Man Soo di film No Other Choice tidak mungkin dan jangan ditiru ya!

No Other Choice menggambarkan pula kondisi dunia saat ini, yang mana manusia digantikan dengan mesin dan AI.

Yang saya suka dari film No Other Choice adalah pilihan angle pengambilan gambarnya.

Sudut-sudut yang dipilih belum umum digunakan sutradara lain, menjadikan karya Park Chan Wook selalu memiliki kekhasan dan keunikan tersendiri dalam setiap karyanya.

Buat yang suka simbol-simbol pun, film No Other Choice punya banyak celah untuk dianalisa.

Misalnya alasan Man Soo diceritakan sakit gigi, dan akhirnya mencabut giginya dengan cara yang bikin ngilu di akhir film.

Hal itu tidak dijelaskan secara gamblang dalam film, membuat saya yang tidak bisa dan tidak suka menganalisa simbol cukup kebingungan.

Akting cast film No Other Choice juga tak perlu diragukan lagi.

Lee Byung Hun sebagai Man Soo dan Son Ye Jin sebagai Mi Ri memperlihatkan chemistry pasangan suami istri yang kuat.

Akting Park Hee Soon, Lee Sung Min (dan Yeom Hye Ran), serta Cha Seung Won pun tidak dapat dikesampingkan sebagai penguat cerita.

Aktor dan aktrisnya kelas A semua, 'Chungmuro' kalau istilah dalam bahasa Koreanya.

Setelah menonton, saya jadi tahu alasan judulnya 'No Other Choice' yang berarti 'Tidak Ada Pilihan Lain' serta poster yang memuat 6 cast dengan tambahan pohon di tengah-tengah mereka.

Poster dan judulnya benar-benar menggambarkan keseluruhan cerita No Other Choice.

Sebagai penutup, sebuah dialog dalam film No Other Choice cukup berkesan bagi saya. Dialog ini, saya rasa, juga menggambarkan keseluruhan film yang menceritakan tentang seorang pengangguran dalam mencari pekerjaan.

Dialog ini diucapkan seorang istri yang menghadapi suaminya yang jadi pemabuk sejak dipecat. Kurang lebih begini:

"Bukan kamu yang pengangguran yang jadi masalahnya, tetapi bagaimana cara kamu menghadapinya."

Selamat menonton!

Kontributor : Neressa Prahastiwi


Terkait

Review Film Rangga & Cinta: Bikin Nostalgia Masa Remaja, Tapi Agak Nanggung
Sabtu, 11 Oktober 2025 | 09:00 WIB

Review Film Rangga & Cinta: Bikin Nostalgia Masa Remaja, Tapi Agak Nanggung

Rangga & Cinta tak bisa menghindar untuk dibandingkan dengan film pendahulunya, Ada Apa Dengan Cinta? alias AADC.

Isu Fatherless Makin Marak, Film Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah Tayang di saat yang Tepat!
Sabtu, 13 September 2025 | 09:00 WIB

Isu Fatherless Makin Marak, Film Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah Tayang di saat yang Tepat!

Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah berhasil meraih 420 ribu penonton meski berhadapan dengan film The Conjuring.

Review Film Tinggal Meninggal: Bukan Adaptasi Kisah Nyata tapi Nyata di Sekitar Kita
Sabtu, 23 Agustus 2025 | 09:00 WIB

Review Film Tinggal Meninggal: Bukan Adaptasi Kisah Nyata tapi Nyata di Sekitar Kita

Film Tinggal Meninggal lebih banyak mengajak penonton merenungi hidup ketimbang tertawa?

Review Weapons, Horor Intelektual yang Mengguncang Pikiran
Sabtu, 09 Agustus 2025 | 09:05 WIB

Review Weapons, Horor Intelektual yang Mengguncang Pikiran

Weapons adalah film horor yang berani, cerdas, dan penuh emosi.

Terbaru
Song Wat, Sisi Lain Bangkok yang Bikin Teringat Blok M
polemik

Song Wat, Sisi Lain Bangkok yang Bikin Teringat Blok M

Rabu, 26 Agustus 2026 | 12:28 WIB

Menyusuri Song Wat di Bangkok, dengan suasana yang mengingatkan pada Blok M, tempat masa lalu dan gaya hidup baru bertemu.

Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo polemik

Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo

Kamis, 30 Juli 2026 | 16:00 WIB

Mengungkap kejanggalan di balik kematian Sutrimo, Karumga eks Jampidsus Febrie Adriansyah di Desa Wlahar, Banyumas. Dari pengawasan CCTV mendadak hingga pengintai misterius.

Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman polemik

Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman

Kamis, 30 Juli 2026 | 15:38 WIB

Tidak seorang pun dari rombongan pengantar jenzah Sutrimo memperkenalkan identitas ataupun menjelaskan dari instansi mana.

Kami Ireng Tapi Bukan Londo, Menjawab Cap Antek Asing dari Podium Kekuasaan polemik

Kami Ireng Tapi Bukan Londo, Menjawab Cap Antek Asing dari Podium Kekuasaan

Senin, 27 Juli 2026 | 18:33 WIB

MTI menilai persoalan mendasar dari pernyataan Prabowo bukan semata pada legalitas ucapan, melainkan implikasinya yang sangat destruktif bagi kualitas demokrasi

Gratis Tapi Mahal, Mengapa RI Nekat Terima Hibah Kapal Induk Tua Italia? polemik

Gratis Tapi Mahal, Mengapa RI Nekat Terima Hibah Kapal Induk Tua Italia?

Jum'at, 24 Juli 2026 | 18:36 WIB

Meski keputusan ini diambil secara bulat, proses persetujuan sebelumnya sempat diwarnai kritik tajam terkait prosedur yang mendadak serta kekhawatiran akan beban anggaran

Misteri Emas 74 Kg di Rumah Eks Jampidsus, Benarkah Barang Titipan? polemik

Misteri Emas 74 Kg di Rumah Eks Jampidsus, Benarkah Barang Titipan?

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:20 WIB

Pernyataan Febrie Adriansyah yang menyebut emas tersebut sudah ada pemiliknya justru menjadi titik penting dalam proses pembuktian

Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo polemik

Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:59 WIB

Di balik narasi hijau menyelamatkan Taman Nasional Tesso Nilo, ribuan warga kecil kini kehilangan segalanyamulai dari rumah, kebun, hingga anggota keluarga dipenjara.

×
Zoomed