Doni Monardo: Kalau Saya Tak Ambil Keputusan, Mau jadi Apa Negara Kita?
Home > Detail

Doni Monardo: Kalau Saya Tak Ambil Keputusan, Mau jadi Apa Negara Kita?

Tim Liputan Khusus | Tim Liputan Khusus

Senin, 15 Maret 2021 | 09:00 WIB

Suara.com - Doni Monardo, Kepala BNPB sekaligus Ketua Satgas Penanganan Covid-19, mengungkap bagaimana dirinya harus mengambil kebijakan yang cepat dan terbaik dari yang terburuk untuk mengatasi pandemi.

AWAL tahun 2020, ketika banyak negara panik dan segera menerapkan beragam kebijakan untuk menanggulangi pandemi covid-19, Kementerian Kesehatan Indonesia masih terkesan santai.

Belakangan, setelah covid-19 benar-benar menjadi wabah yang melanda banyak daerah Indonesia, tugas pemberantasan dialihkan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Doni Monardo, Kepala BNPB dan juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19, mengakui hampir tak bisa lagi tidur nyenyak.

Dia menuturkan, harus membuat berbagai kebijakan baru untuk menanggulangi virus tersebut.

Doni, dalam melakoni tugas yang berat itu berkukuh setia pada satu prinsip: harus bisa memberikan keputusan cepat dan tepat.

Prinsip itulah yang diterapkannya pada setiap keputusan, termasuk soal pengadaan alat-alat Kesehatan yang berguna untuk mendeteksi maupun melawan covid-19, seperti hazmat, masker, dan juga reagen.

Pada praktiknya, banyak rintangan yang harus dihadapi Doni. Terutama soal reagen, yang pada awal pandemi, terbilang langka. Sementara persediaan reagen di dalam negeri, kian menipis.

Akhirnya, dia menerapkan kebijakan strategis, yakni melakukan penunjukan langsung kepada sejumlah perusahaan untuk memasok reagen.

Keputusan BNPB itu tepat. Tercatat hingga September 2020, mereka memunyai stok reagen mencapai 1.956.644 unit, dengan total dana anggaran Rp 549 miliar.

Namun belakangan, pengadaan tersebut menimbulkan persoalan. Sedikitnya 300 ribu unit reagen yang dipasok perusahaan-perusahaan rekanan, dikembalikan sejumlah laboratorium dan rumah sakit. Alasan mereka, reagen tersebut tidak dapat dipakai.

Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) misalnya, mencatat hingga Agustus 2020, terdapat temuan selisih hingga ratusan ribu reagen yang terdistribusi dan yang tercatat, senilai hampir Rp 40 miliar.

Sementara Indonesia Corruption Watch (ICW) menemukan potensi kerugian negara hampir Rp 170 miliar, dari pengadaan reagen hingga Desember 2020.

Doni Monardo mengakui ada ratusan ribu reagen yang dikembalikan rumah sakit dan laboratorium.

Dia menjelaskan, persoalan itu diketahui dirinya berdasarkan temuan tim inspektorat BNPB.

Selanjutnya, kata Doni, temuan itu sudah ditindaklanjuti melalui audit BPKP yang menyasar 7 perusahaan penyedia reagen-reagen itu.

“Kalau saya tidak mengambil keputusan saat itu, mau jadi apa negara kita?” kata Doni.

Tim KJI mengajukan sejumlah pertanyaan tertulis kepada Doni, terkait hal ini. Selain itu, tim KJI juga menemui Doni di kantornya, Kamis 11 Maret 2021. Berikut hasil wawancara tersebut:

Berapa banyak alat uji spesimen Covid-19 yang dikembalikan?

Audit BPKP menemukan 473.984 unit reagen merek Sansure dari Tiongkok yang tidak bisa dipakai laboratorium.

Saya tanya ke mereka, apakah benar barang tidak berguna? Rupanya, hanya beberapa laboratorium yang enggak bisa pakai.

Pengadaan reagen PCR merek Sansure dilakukan oleh PT Mastindo Mulia sebanyak 499.200 tes pada April 2020.

Selain itu, BNPB juga menerima donasi PCR reagen kit merek Sansure dari PT mastindo Mulia, sebanyak 50 ribu tes pada awal pandemi.

Bagaimana nasib barang yang dikembalikan?

Dari hasil penelitian dan pengamatan BNPB bersama Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan Covid-19 diketahui, Sansure dapat digunakan oleh laboratorium yang memiliki dokter spesialis patologi klinik.

Sampai Januari 2021, terdapat 27 laboratorium yang tak bisa memanfaatkan 165.542 tes RNA merek Sansure.

Langkah selanjutnya, BNPB melakukan proses redistribusi ke laboratorium yang mampu memanfaatkan dan mengoperasikan alat itu.

Pada saat ditemukan terdapat beberapa laboratorium yang tak bisa menggunakan Sansure, PT Mastindo Mulia ikut bertanggung jawab dalam pembiayaan, baik proses penarikan produk (re-call) dari laboratorium yang tak bisa menggunakan barang itu, maupun proses redistribusi ke laboratorium yang bisa menggunakannya.

Terkait masa kedaluarsa yang pendek, Sansure yang diperoleh dan hasil pengadaan PT Mastindo Mulia, masa kedaluarsanya hingga April 2022.

Linimasa BNPB terkait pengadaan reagen covid-19 merek Sansure Biotech, hingga proses redistribusi ke laboratorium-laboratorium. [dokumentasi BNPB]
Linimasa BNPB terkait pengadaan reagen covid-19 merek Sansure Biotech, hingga proses redistribusi ke laboratorium-laboratorium. [dokumentasi BNPB]

Kami mendapat informasi, reagen PCR/RNA belum ada uji coba kualitasnya?

Berdasarkan kajian dari Tenaga Ahli Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, produk Sansure telah mendapatkan sertifikasi CE dan FDA Approval, serta menjadi salah satu produk yang direkomendasikan WHO tertanggal 25 Maret 2020.

Sedangkan di dalam negeri, belum ada lembaga yang melakukan uji validasi untuk PCR reagen kit.

Kenapa memilih merek Sansure?

Kami tidak mengerti. Kami baru tahu setelah ada pemeriksaan BPKP. Kami pikir semua merek sama.

Sementara dalam jawaban tertulis, Doni mengatakan:

Adanya kesanggupan dari perusahaan untuk menyediakan 1 juta PCR reagen dalam waktu 10 hari.

Produk itu diketahui sudah mendapat rekomendasi WHO.  Selain itu proses pengadaan darurat bencana didampingi LKPP dan telah diaudit APIP BNPB.

Sebelum pengadaan barang, apa tidak mengidentifikasi kebutuhan RS dan laboratorium?

Pada awal pandemi, semua masih bingung. Mana sempat bertanya. Tiap hari ada permintaan barang, ini dari semua laboratorium.

Sejumlah perusahaan pemasok bukan bergerak di bidang kesehatan, bagaimana?

Dengan dikeluarkannya Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2020 tentang Penetapan bencana Non Alam Penyebaran Covid-19 sebagai Bencana Nasional, maka pandemi bukan situasi yang normal.

Khususnya pada periode awal pandemi antara Maret-April 2020, di mana banyak negara membutuhkan reagen PCR untuk pemeriksaan covid-19. Kelangkaan reagen PCR bukan hanya di Indonesia, tetapi seluruh negara.

Oleh sebab itu, saya melakukan tindakan dan upaya maksimal guna memenuhi kebutuhan almatkes untuk menekan penyebaran covid-19 yang semakin meluas.

Dengan keterbatasan tersebut, pertimbangan terpenting dalam pemilihan penyedia adalah penyedia yang pada saat darurat memiliki sumber daya dan mampu melaksanakan pekerjaan dalam waktu cepat dengan jumlah barang yang banyak sesuai kebutuhan.

Anda dikenal dekat dengan sejumlah pengusaha pemasok reagen, seperti Budiyanto A Gani pemilik PT TWA, bagaimana penjelasannya?

Proses pengadaan di BNPB terbuka untuk umum. Setiap penyedia yang memiliki produk sesuai spesifikasi kebutuhan dan memenuhi persyaratan sebagai penyedia dapat ditunjuk sebagai penyedia.

---------------------------------------------

Catatan Redaksi: Artikel ini merupakan bagian ke-4 dari 4 laporan hasil kolaborasi sejumlah media yang tergabung dalam Klub Jurnalis Investigasi (KJI) dan Indonesia Corruption Watch (ICW). Reportase dilakukan oleh Suara.com, Jaring.id, Alinea.id, dan Majalah Tempo, sejak Desember 2020. Tim Suara.com terdiri dari Erick Tanjung (penulis), Reza Gunadha (penyunting) dan Ema Rohimah (infografis).


Terkait

Jakarta dan Jawa Barat Masih Berpotensi Hujan Sampai 1 April, BNPB Lakukan Rekayasa Cuaca
Kamis, 27 Maret 2025 | 16:40 WIB

Jakarta dan Jawa Barat Masih Berpotensi Hujan Sampai 1 April, BNPB Lakukan Rekayasa Cuaca

BNPB waspadai potensi hujan dan bencana di sejumlah daerah seminggu ke depan, terutama Jakarta dan Jabar. Pemudik diimbau pantau cuaca dan waspadai kondisi alam.

BNPB Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa Akibat Erupsi Gunung Lewotobi
Jum'at, 21 Maret 2025 | 14:26 WIB

BNPB Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa Akibat Erupsi Gunung Lewotobi

Kepala BNPB Suharyanto mengatakan kalau masyarakat sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki telah cukup disiplin dan bisa menyelematkan diri

Tips Aman Mudik Pakai Kendaraan Pribadi dari BNPB: Pantau Selalu Perkiraan Cuaca
Senin, 17 Maret 2025 | 20:59 WIB

Tips Aman Mudik Pakai Kendaraan Pribadi dari BNPB: Pantau Selalu Perkiraan Cuaca

BNPB dan BMKG imbau pemudik waspadai cuaca ekstrem (Sumatera, Jawa). Pantau cuaca, kondisi kendaraan, hindari lereng saat hujan lebat.

Hujan Deras Melanda Jabodetabek, BNPB Upayakan Modifikasi Cuaca hingga 8 Maret!
Rabu, 05 Maret 2025 | 14:00 WIB

Hujan Deras Melanda Jabodetabek, BNPB Upayakan Modifikasi Cuaca hingga 8 Maret!

Melihat kondisi banjir ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hingga 8 Maret mendatang.

Terbaru
Asa Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026: Formasi Jangan Coba-coba
polemik

Asa Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026: Formasi Jangan Coba-coba

Minggu, 30 Maret 2025 | 21:45 WIB

Harapan untuk Timnas Indonesia bisa lolos ke Piala Dunia 2026 masih ada. Patrick Kluivert diminta untuk tidak coba-coba formasi demi hasil maksimal.

Polemik Royalti Lagu, Upaya VISI dan AKSI Mencari Titik Temu polemik

Polemik Royalti Lagu, Upaya VISI dan AKSI Mencari Titik Temu

Sabtu, 29 Maret 2025 | 11:06 WIB

Apa yang menjadi tuntutan VISI dan AKSI untuk segera diselesaikan melalui Revisi UU Hak Cipta?

Femisida Intim di Balik Pembunuhan Jurnalis Juwita oleh Anggota TNI AL polemik

Femisida Intim di Balik Pembunuhan Jurnalis Juwita oleh Anggota TNI AL

Jum'at, 28 Maret 2025 | 22:56 WIB

Wajib hukuman mati. Itu permintaan dari pihak keluarga dan saya pribadi sebagai kakak yang merasa kehilangan, ujar Subpraja.

RUU KUHAP Usulkan Larangan Liputan Langsung Sidang: Ancaman Bagi Kebebasan Pers! polemik

RUU KUHAP Usulkan Larangan Liputan Langsung Sidang: Ancaman Bagi Kebebasan Pers!

Jum'at, 28 Maret 2025 | 14:21 WIB

Selain bertentangan dengan kebebasan pers dan prinsip terbuka untuk umum, pelarangan tersebut dapat menurunkan kepercayaan publik terhadap pengadilan.

Diskriminatif Terhadap Bekas Napi Hingga Jadi Alat Represi: SKCK Perlu Dihapus atau Direformasi? polemik

Diskriminatif Terhadap Bekas Napi Hingga Jadi Alat Represi: SKCK Perlu Dihapus atau Direformasi?

Jum'at, 28 Maret 2025 | 08:26 WIB

Penghapusan SKCK perlu dipertimbangkan secara proporsional dengan kepentingan publik.

Konflik Kepentingan di Balik Penunjukan Langsung PT LTI Sebagai EO Retret Kepala Daerah polemik

Konflik Kepentingan di Balik Penunjukan Langsung PT LTI Sebagai EO Retret Kepala Daerah

Kamis, 27 Maret 2025 | 17:41 WIB

Patut diduga PT LTI terhubung dengan Partai Gerindra yang menjadikan proses penunjukan PT LTI menimbulkan konflik kepentingan, kata Erma.

Gelombang Aksi Tolak UU TNI: Korban Demonstran Berjatuhan, Setop Kekerasan Aparat! polemik

Gelombang Aksi Tolak UU TNI: Korban Demonstran Berjatuhan, Setop Kekerasan Aparat!

Kamis, 27 Maret 2025 | 11:59 WIB

Tindakan kekerasan yang melibatkan anggota TNI terhadap peserta demo tolak pengesahan UU TNI adalah sebuah peringatan, sekaligus upaya membungkam masyarakat sipil.