SBY dan Hoax Ijazah Jokowi, Manuver Demokrat di Pusaran Politik Digital
Home > Detail

SBY dan Hoax Ijazah Jokowi, Manuver Demokrat di Pusaran Politik Digital

Bangun Santoso | Bagaskara Isdiansyah

Kamis, 08 Januari 2026 | 08:21 WIB

Suara.com - Pintu Polda Metro Jaya menjadi saksi manuver tegas Partai Demokrat pada Senin (5/1/2026) malam. Bukan kunjungan biasa, tim hukum partai berlambang mercy itu datang membawa laporan polisi, menyatakan perang terbuka terhadap penyebar hoaks yang menyeret nama patron utama mereka, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Empat akun media sosial, di antaranya tiga dari YouTube dan satu dari TikTok, resmi dilaporkan atas tuduhan menyebarkan fitnah dan berita bohong.

Uniknya, ini bukan soal pembelaan terhadap isu ijazah Presiden Jokowi yang mulai terkubur, melainkan reaksi keras atas narasi baru yang menuding SBY sebagai dalang di balik polemik tersebut.

Lantas, mengapa sebuah isu daur ulang kini memicu reaksi hukum yang begitu serius? Apa sebenarnya motif politik dan strategi komunikasi yang sedang dimainkan Demokrat di pusaran politik digital yang gaduh ini?

Duduk Perkara: Hoax Daur Ulang dengan Target Baru

Melalui Badan Hukum dan Pengamanan Partai (BHPP), Demokrat menunjuk hidung sejumlah akun yang dianggap melanggar hukum. Di antaranya adalah akun YouTube @AGRI FANANI, @Bang bOy YTN, dan @Kajian Online, serta akun TikTok @sudirowibudhiusmp.

Konten-konten tersebut secara garis besar membangun narasi liar, mulai dari tuduhan SBY menjadi tersangka baru dalam kasus fitnah ijazah hingga klaim bahwa Demokrat memainkan isu ini untuk menjatuhkan lawan politik.

Langkah hukum ini dikonfirmasi oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto.

"Benar, ada pelaporan... Saat ini laporan tersebut ditangani oleh Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya,” katanya di Jakarta, Selasa (6/1/2026).

Kepala BHPP Partai Demokrat, Muhajir, menegaskan bahwa laporan ini adalah jalan terakhir setelah somasi yang mereka layangkan tidak diindahkan.

Pihaknya telah memberi waktu 3x24 jam bagi para pemilik akun untuk meminta maaf dan menghapus konten fitnah tersebut.

"Namun faktanya akun-akun Youtube dan akun Tiktok Sudiro tidak mengindahkan somasi kami, sehingga BHPP DPP Partai Demokrat menggunakan hak hukumnya," kata Muhajir, Rabu (7/1/2025). Tujuannya jelas, yakni memberikan efek jera.

"Ke depannya lebih bijaksana dalam membuat konten... bukan membuat, memproduksi, menciptakan dan mengshare berita bohong, hoaks," tegasnya.

Analisis Politik: Ini Bukan Sekadar Urusan Hukum

Alur munculkan narasi dari sejumlah akun medsos menuding SBY dalang kasus ijazah Jokowi hingga berujung laporan polisi oleh Partai Demokrat. (Grafis Suara.com/Emma)
Alur munculkan narasi dari sejumlah akun medsos menuding SBY dalang kasus ijazah Jokowi hingga berujung laporan polisi oleh Partai Demokrat. (Grafis Suara.com/Emma)

Langkah Demokrat melaporkan kasus ini ke polisi dinilai tak sekadar pembelaan hukum, namun sebuah strategi komunikasi politik yang cermat. Analis Politik dari Universitas Parahyangan, Kristian Widya Wicaksono, menilai ada beberapa tujuan yang ingin dicapai.

Pertama, melindungi citra partai dan legasi SBY. Di era digital, hoaks dapat menyebabkan erosi kepercayaan publik yang serius.

"Di era media sosial, informasi yang cepat tersebar bisa memengaruhi persepsi pemilih... dampak negatif terhadap citra partai tetap bisa signifikan," jelas Kristian kepada Suara.com baru-baru ini.

Kedua, Demokrat sedang membingkai narasi (framing). Dengan melapor, mereka memposisikan diri sebagai korban kampanye hitam dan pejuang kebenaran.

"Mereka ingin memberi pesan bahwa mereka adalah pihak yang memerangi informasi palsu," tambahnya.

Langkah ini juga menjadi cara untuk mengonsolidasi basis pemilih loyal yang merasa simbol partai mereka sedang diserang.

"Melaporkan hoaks ini dapat menjadi cara bagi Demokrat untuk mengonsolidasikan basis pemilihnya yang merasa partainya tengah dizalimi," ujar Kristian.

Konteks Isu Induk yang Sudah Selesai

Penting untuk diingat, isu ijazah palsu Presiden Jokowi yang menjadi akar masalah sebenarnya telah tuntas di ranah hukum. Bareskrim Polri sudah menegaskan keaslian ijazah S1 Jokowi dari UGM.

Bahkan, sejumlah tokoh seperti Roy Suryo telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tuduhan tersebut setelah Jokowi sendiri membuat laporan ke polisi.

Itu menunjukkan bahwa Demokrat tidak sedang membela isu ijazah Jokowi, melainkan melawan pencatutan nama SBY dalam narasi turunan dari hoaks tersebut.

Perspektif Hukum: Batas Tipis Kritik dan Fitnah

Dari sisi hukum, langkah Demokrat dinilai wajar. Pakar Pidana, Abdul Fickar Hadjar, menyatakan bahwa setiap pihak yang merasa dirugikan berhak menempuh jalur hukum.

"Jadi wajar saja jika Demokrat merasa dirugikan oleh perbuatan beberapa pihak dan melaporkannya," kata Fickar.

Namun, kasus ini juga menjadi pengingat bagi publik mengenai batas tipis antara kritik dan penghinaan di ruang digital. Fickar menekankan bahwa kritik seharusnya ditujukan pada gagasan atau pernyataan, bukan menyerang pribadi.

"Jika disampaikan terhadap orangnya bisa terjebak dan ditafsirkan sebagai penghinaan atau pencemaran nama baik," tambah dia.


Terkait

Perang Lawan Hoax SBY: Demokrat Polisikan 4 Akun YouTube dan TikTok, Ini Daftarnya
Selasa, 06 Januari 2026 | 18:21 WIB

Perang Lawan Hoax SBY: Demokrat Polisikan 4 Akun YouTube dan TikTok, Ini Daftarnya

Partai Demokrat resmi melaporkan 4 akun media sosial ke Polda Metro Jaya atas dugaan penyebaran hoaks terkait SBY

Pilkada Lewat DPRD Jadi Opsi Serius, Demokrat Nyatakan Sejalan dengan Presiden Prabowo
Selasa, 06 Januari 2026 | 14:34 WIB

Pilkada Lewat DPRD Jadi Opsi Serius, Demokrat Nyatakan Sejalan dengan Presiden Prabowo

Demokrat dukung sikap Prabowo soal sistem Pilkada. Mereka terbuka opsi DPRD asalkan transparan & suara rakyat tetap dihormati.

Akhirnya! Demokrat Polisikan Akun Medsos Penuding SBY Dalang Isu Ijazah Palsu Jokowi
Selasa, 06 Januari 2026 | 14:06 WIB

Akhirnya! Demokrat Polisikan Akun Medsos Penuding SBY Dalang Isu Ijazah Palsu Jokowi

Laporan tersebut dilayangkan pada Minggu, 4 Januari 2026, dan tercatat dengan nomor STTLP/B/97/I/2026/SPKT/Polda Metro Jaya

Demokrat Akhirnya Polisikan Akun-akun Medsos yang Diduga Fitnah SBY Soal Isu Ijazah Jokowi
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:44 WIB

Demokrat Akhirnya Polisikan Akun-akun Medsos yang Diduga Fitnah SBY Soal Isu Ijazah Jokowi

Kasus dugaan penyebaran berita bohong itu terjadi pada 30 Desember 2025 yakni adanya unggahan pada beberapa akun media sosial.

Terbaru
Ekonomi Pancasila Prabowo, Kemandirian Bangsa atau Monopoli?
polemik

Ekonomi Pancasila Prabowo, Kemandirian Bangsa atau Monopoli?

Jum'at, 22 Mei 2026 | 16:35 WIB

Prabowo menegaskan arah kebijakan fiskal ke depan akan berlandaskan pada mazhab Ekonomi Pancasila

Heboh Pernyataan Prabowo 'Rakyat Desa Tak Pakai Dolar', Strategi Tenangkan Warga atau Gaslighting? polemik

Heboh Pernyataan Prabowo 'Rakyat Desa Tak Pakai Dolar', Strategi Tenangkan Warga atau Gaslighting?

Rabu, 20 Mei 2026 | 13:26 WIB

Pernyataan sang Kepala Negara itu disampaikan pertama kali di momen pidato sambutannya saat peresmian Museum dan Rumah Singgah Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur

Ketika Aktor Asing Bermain di Narasi "Antek Asing" polemik

Ketika Aktor Asing Bermain di Narasi "Antek Asing"

Senin, 18 Mei 2026 | 22:10 WIB

Peristiwa besar nasional dikaitkan dengan "peran" asing di baliknya, mungkin bukan hal baru. Tapi ini soal operasi FIMI di balik demonstrasi Agustus-September 2025 lalu.

Polemik Laut China Selatan Kini Jadi Perang Dingin Digital, Bagaimana Nasib Natuna? video

Polemik Laut China Selatan Kini Jadi Perang Dingin Digital, Bagaimana Nasib Natuna?

Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:27 WIB

Laut China Selatan yang adalah kawasan strategis jalur dagang itu belakangan tidak lagi sekadar jadi lahan pertikaian fisik, tapi juga perang informasi digital.

Polemik Laut China Selatan Masuki Babak Baru Lewat Perang Propaganda Digital, Bagaimana Indonesia? polemik

Polemik Laut China Selatan Masuki Babak Baru Lewat Perang Propaganda Digital, Bagaimana Indonesia?

Jum'at, 15 Mei 2026 | 23:55 WIB

Bukan lagi sekadar arena adu otot kapal perang atau saling klaim wilayah, polemik Laut China Selatan (LCS) belakangan sudah memasuki medan perang digital. Seperti apa?

Operasi Plastik Digital: Bagaimana AI dan Citra 'Gemoy' Kini Juga Merambah Asia Tenggara polemik

Operasi Plastik Digital: Bagaimana AI dan Citra 'Gemoy' Kini Juga Merambah Asia Tenggara

Jum'at, 15 Mei 2026 | 22:05 WIB

Inilah realitas baru demokrasi di sekitar kita, tidak saja seperti yang telah berlangsung di Indonesia, tapi kini juga dipraktikkan di negara Asia Tenggara seperti Filipina.

Siapa Aktor Di Balik Pembubaran Nobar Film Pesta Babi? polemik

Siapa Aktor Di Balik Pembubaran Nobar Film Pesta Babi?

Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:33 WIB

Padahal, Menko Kumham dan Imipas Yusril Ihza Mahendra menegaskan pemerintah tidak pernah mengeluarkan larangan nobar film Pesta Babi

×
Zoomed