Suara.com - Gelombang video viral menyebar di berbagai platform mulai dari Tiktok, Instagram, Facebook, Youtube dan lainnya, terutama sejak awal Mei 2025. Isinya rata-rata serupa atau mirip, intinya menunjukkan soal China yang berhasil menembus blokade udara Israel atas Palestina demi menerjunkan bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Video-video sejenis bahkan kemudian masih beredar dan diamplifikasi hingga setidaknya Oktober 2025, di mana dalam rentang periode itu sejak Mei ditemukan jumlahnya setidaknya mencapai ratusan konten. Padahal, hanya selang beberapa hari sejak beredarnya video-video awal di bulan Mei, berbagai media dan lembaga cek fakta sudah langsung memverifikasi dan memastikan bahwa konten-konten itu sebenarnya adalah hoaks.
Tidak sekadar viral karena faktor algoritma, yang mungkin lantaran antusiasnya netizen Indonesia khususnya dalam menonton, menyukai, mengomentari, bahkan membagikan ulang konten-konten tersebut, riset yang dilakukan tim Suara.com menemukan ada dugaan "operasi informasi" di balik masifnya peredaran video-video tersebut. Platform media sosial spesifik China, juga sejumlah "aktor" asal negeri itu (berupa akun-akun sosmed), menjadi catatan penting.
Seperti apa "operasi informasi" yang dimaksud tersebut? Selengkapnya, simak dalam video explainer singkat berikut ini!
------
Liputan, riset dan olah data: Muhammad Yasir, Chandra Iswinarno, Arsito Hidayatullah
Perangkat olah video: NotebookLM
"China mendukung Iran dalam melindungi hak dan kepentingan sahnya," ujar Wang Yi.
Riset mengungkap video hoaks 'bantuan udara China ke Gaza' viral di TikTok, disebar terkoordinasi dari konten lama, memengaruhi opini publik Indonesia.
Posisi pasukan TNI disebut berbahaya karena berpotensi ikut terlibat konflik dengan kelompok Hamas
Pernyataan Febrie Adriansyah yang menyebut emas tersebut sudah ada pemiliknya justru menjadi titik penting dalam proses pembuktian
polemik
Di balik narasi hijau menyelamatkan Taman Nasional Tesso Nilo, ribuan warga kecil kini kehilangan segalanyamulai dari rumah, kebun, hingga anggota keluarga dipenjara.
polemik
Sejumlah kementerian dan lembaga berbondong-bondong mengajukan tambahan anggaran kepada DPR RI. Nilainya tidak kecil, mulai dari ratusan miliar hingga puluhan triliun rupiah
polemik
Semua diawali saat sekelompok muda mengatasnamakan diri BEM Bersatu secara tiba-tiba menggelar konferensi pers pada Selasa, 16 Juni 2026
polemik
Barita Simanjuntak membantah anggapan bahwa lahan hasil penertiban otomatis akan dialihkan menjadi perkebunan sawit.
polemik
Noel memberikan penekanan khusus bahwa situasi saat ini berisiko menyerupai peristiwaReformasi 1998jika tidak segera diantisipasi oleh Kepala Negara
polemik
Trauma puluhan tahun itu mengkristal menjadi sebuah ketegasan: laut bukan tempat untuk masa depan anaknya.