Siapa di Balik BEM Bersatu? Mengaku Kelompok Mahasiswa, Tapi Dicap Gaib Oleh Kampus
Home > Detail

Siapa di Balik BEM Bersatu? Mengaku Kelompok Mahasiswa, Tapi Dicap Gaib Oleh Kampus

Bangun Santoso | Bagaskara Isdiansyah

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:38 WIB

Suara.com - Adanya aliansi mahasiswa lewat gerakannya tak jarang bisa memberikan perubahan, khususnya bagi bangsa dan negara. Namun kemunculan aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Bersatu justru menuai kontroversi.

Semua diawali dari mereka secara tiba-tiba menggelar konferensi pers pada Selasa, 16 Juni 2026 kemarin.

Mereka memancing reaksi keras usai menyampaikan dugaan ada indikasi kuat intervensi aktor politik senior, di balik rangkaian aksi penolakan program Makan Bergizi Gratis atau MBG. 

Tidak tanggung-tanggung, mereka menyebut nama mantan petinggi militer, Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso, mencuat sebagai sosok yang diduga berada di lingkaran gerakan tersebut. 

Namun, belum lama mereka menyatakan sikap, berbagai fungsionaris resmi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi ramai-ramai memberikan klarifikasi, membantah mereka terlibat dalam BEM Bersatu.

Lantas siapa sebenarnya BEM Bersatu? Mengapa kemunculannya langsung dihantam badai klarifikasi dari berbagai kampus besar di Indonesia?

Siapa BEM Bersatu?

Tak ada informasi lengkap mengenai BEM Bersatu, hanya saja mereka mengaku tergabung dari berbagai BEM perguruan tinggi.

Sejumlah nama mewakili kampus masing-masing sempat disebut hadir dalam konferensi pers kemarin.

Berikut ini daftar hadir perwakilan BEM universitas yang disebut tergabung dalam Aliansi BEM Bedrsatu:

  1. Wildan Ricky, Ketua BEM Fakultas Hukum UNISIA.
  2. Muhammad Yani dari BEM Fakultas Hukum UIJ.
  3. Ardi Zulkifly, Ketua BEM FISIP UNAS.
  4. Ardiansyah, Ketua BEM Institut Al Aqidah.
  5. Ahmad Ghazy dari BEM Psikologi UNJ.
  6. Alfi, Ketua BEM FEB Universitas Pamulang (UNPAM).
  7. Rahmat Djimbula, Ketua BEM Hukum UIC.
  8. Dicky dari BEM Fakultas Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Indraprasta PGRI (Unindra).
  9. Ahmad dari BEM Fakultas Teknik Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI).
  10. Rezky Anandar dari BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Manajemen Administrasi Institut STIAMI.

Dalam konferensi pers itu, Rahmat Djimbula, yang disebut sebagai Ketua BEM Hukum UIC, maju sebagai Juru Bicara BEM Bersatu.

Sejumlah Kampus Klarifikasi

Namun tak berselang lama dari konferensi pers tersebut, beberapa perwakilan mahasiswa dari masing-masing kampus yang disebut dalam daftar hadir memberikan klarifikasi.

Mereka membantah terlibat dalam aliansi tersebut dan menuntun nama-nama yang ada dalam daftar hadir tersebut menyampaikan permohonan maaf karena telah menyatut nama institusi tanpa izin.

BEM Fakultas Teknik Industri Universitas Bina Sarana Informatika menjadi salah satu organisasi yang mengeluarkan klarifikasi resmi.

Melalui akun Instagram resmi mereka, organisasi tersebut menegaskan tidak pernah terlibat dalam konferensi pers Aliansi BEM Bersatu.

Bahkan, dalam pernyataannya, BEM FTI UBSI menegaskan tidak memiliki pengurus, anggota, ataupun ketua bernama Ahmad sebagaimana disebut dalam sejumlah pemberitaan terkait konferensi pers.

Kemudian pula ada BEM Fakultas Psikologi Universitas Negeri Jakarta juga menyampaikan bantahan serupa.

Melalui pernyataan resmi yang diunggah di media sosial, organisasi tersebut menegaskan tidak pernah memberikan persetujuan kepada pihak mana pun untuk mewakili maupun menggunakan nama BEM Fakultas Psikologi UNJ dalam kegiatan tersebut.

Kontroversi klaim BEM Bersatu yang justru dibantah kampus. (Dok. Suara.com)
Kontroversi klaim BEM Bersatu yang justru dibantah kampus. (Dok. Suara.com)

Aliansi Mahasiswa Universitas Pamulang juga memberikan klarifikasi. Dalam pernyataan sikap yang dipublikasikan melalui media sosial, mereka mengecam penggunaan nama BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang dalam forum BEM Bersatu.

BEM KM Institut STIAMI juga turut mengeluarkan klarifikasi setelah nama salah satu perwakilan dari kampus tersebut muncul dalam daftar peserta konferensi pers.

Bantahan juga disampaikan oleh Kolektif Aksi dan Budaya Mahasiswa Universitas Nasional.

Dalam pernyataan yang dipublikasikan melalui media sosial, kelompok mahasiswa tersebut mempertanyakan keberadaan dan legalitas organisasi yang mengatasnamakan BEM FISIP Universitas Nasional.

Dipertanyakan PDIP

Politisi PDI Perjuangan (PDIP), M. Guntur Romli, bereaksi keras terhadap tudingan Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Bersatu yang menyebut adanya intervensi aktor politik senior di balik rangkaian aksi penolakan program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Guntur justru tak segan menilai tuduhan tersebut hanyalah upaya "cocokologi" yang tidak berdasar dan merendahkan independensi gerakan mahasiswa

BEM Bersatu dalam konferensi pers mengindikasikan adanya dukungan logistik mewah berupa mobil SUV Fortuner yang digunakan pimpinan aksi, Tiyo Ardianto. Mobil tersebut diduga milik Siti Nuraeni, adik dari Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso. 

Mereka kemudian mengaitkan nama Setyo Sularso sebagai besan dari Jenderal TNI (Purn) Andika Perkasa, yang merupakan tokoh kunci tim pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024. 

Menanggapi hal itu, Guntur Romli menegaskan bahwa PDIP sama sekali tidak terkait dengan aksi-aksi mahasiswa tersebut. 

Guntur membedah satu per satu tudingan tersebut. Menurutnya, mengaitkan kepemilikan mobil dengan arah politik praktis adalah logika yang dipaksakan. 

Guntur justru mempertanyakan balik motif dan sumber pendanaan BEM Bersatu dalam menggelar konferensi pers tersebut. 

"Jangan main-main tuduh. Nanti juga akan bertanya, dari mana dana BEM Bersatu itu bikin konferensi pers? Tempat dan konsumsi nyewa juga kan?" sindirnya.

Analisa Pakar

Pakar Politik dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Ridho Al Hamdi memberikan pandangannya soal adanya fenomena BEM Bersatu dan polemiknya.

Ridho awalnya menyinggung soal aksi gerakan mahasiswa yang memang dinilainya sangat beragam.

Dia bilang, kemunculan BEM Bersatu bisa dilihat juga sebagai gerakan tandingan dari aksi mahasiswa yang turun ke lapangan mengkritisi berbagai kebijakan pemerintah terutama soal program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia menilai, biasanya fenomena gerakan tandingan ini merupakan bagian operasi yang dari pihak yang dikritisi, dalam hal ini dilakukan oleh pemerintah misalnya.

"Ini (biasanya) bagian dari operasi bagian dari memecah, strategi pemerintah tentunya ya untuk memecah situasi tidak hanya kelompok mahasiswa yang menolak MBG, supaya ada kesan juga ada kelompok mahasiswa yang pro juga terhadap MBG dengan melakukan tudingan-tudingan," kata Ridho saat dihubungi Suara.com, Rabu (17/6/2026).

Menurutnya, strategi ini juga biasanya dilakukan dengan memanfaatkan aparat. Tujuannya, agar menciptakan situasi negara yang terlihat aman dan kondusif, juga bertujuan agar masyarakat bingung.

"Agar mereka merasa aman, mereka merasa nyaman dan publik dibuat bingung. Ini biasa strategi begini dilakukan pemerintah," katanya.

Kendati begitu, Ridho menyarankan agar gerakan mahasiswa yang asli harus tetap kuat menghadapi adanya fenomena tandingan yang tujuannya untuk memecah belah.

"Jangan lengah untuk mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah yang sebenarnya tidak begitu bermanfaat," ujarnya.


Terkait

[FULL VIDEO] BEM Bersatu Tuding Tiyo Ardianto Punya Kedekatan dengan Aktor Politik Tertentu
Rabu, 17 Juni 2026 | 17:56 WIB

[FULL VIDEO] BEM Bersatu Tuding Tiyo Ardianto Punya Kedekatan dengan Aktor Politik Tertentu

Juru bicara BEM Bersatu Rahmat Djimbula dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (16/6/2026), mengatakan kedekatan Tiyo dengan aktor politik tertentu.

Respons Ultimatum Mahasiswa, Wapres Gibran Janji Sikat Korupsi di Program MBG!
Rabu, 17 Juni 2026 | 17:55 WIB

Respons Ultimatum Mahasiswa, Wapres Gibran Janji Sikat Korupsi di Program MBG!

Perbaikan dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan terbebas dari praktik korupsi.

Tak Ada Kesepakatan, Momen Gibran Temui 15 Perwakilan Mahasiswa yang Serahkan Tuntutan
Rabu, 17 Juni 2026 | 16:15 WIB

Tak Ada Kesepakatan, Momen Gibran Temui 15 Perwakilan Mahasiswa yang Serahkan Tuntutan

Mahasiswa yang bertamu ke Kantor Wakil Presiden ini berasal dari dua perguruan tinggi swasta di Jakarta, yakni Universitas Bung Karno (UBK) dan Universitas MH Thamrin.

Sikapi Demo Mahasiswa, Said PDIP Minta Pemerintah Jadi Pendengar yang Baik
Rabu, 17 Juni 2026 | 15:16 WIB

Sikapi Demo Mahasiswa, Said PDIP Minta Pemerintah Jadi Pendengar yang Baik

Said tak menampik bahwa dalam perjalanan sebuah kebijakan, sering kali ditemukan celah atau kekurangan

Terbaru
Kedok Pemulihan Hutan: Benarkah Satgas PKH Hanya Membuka Jalan Bisnis Sawit Agrinas?
polemik

Kedok Pemulihan Hutan: Benarkah Satgas PKH Hanya Membuka Jalan Bisnis Sawit Agrinas?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41 WIB

Barita Simanjuntak membantah anggapan bahwa lahan hasil penertiban otomatis akan dialihkan menjadi perkebunan sawit.

Geger Isu '98 Jilid 2', Benarkah Situasi Politik Saat Ini Mirip Era Reformasi? polemik

Geger Isu '98 Jilid 2', Benarkah Situasi Politik Saat Ini Mirip Era Reformasi?

Senin, 08 Juni 2026 | 20:04 WIB

Noel memberikan penekanan khusus bahwa situasi saat ini berisiko menyerupai peristiwaReformasi 1998jika tidak segera diantisipasi oleh Kepala Negara

Nyawa Lebih Murah dari Harga Ikan? Kisah Pahit Awak Kapal di Balik Perjuangan Ratifikasi ILO K-188 polemik

Nyawa Lebih Murah dari Harga Ikan? Kisah Pahit Awak Kapal di Balik Perjuangan Ratifikasi ILO K-188

Senin, 08 Juni 2026 | 10:26 WIB

Trauma puluhan tahun itu mengkristal menjadi sebuah ketegasan: laut bukan tempat untuk masa depan anaknya.

Motif di Balik Riset Fiktif Peneliti WNI di Denmark polemik

Motif di Balik Riset Fiktif Peneliti WNI di Denmark

Kamis, 28 Mei 2026 | 20:51 WIB

Nama-nama yang disebut dan diduga lakukan pemalsuan itu di antaranya Prihantini, Rifaldy Fajar, dan Rini Winarti

Negara Tak Boleh Jadi Algojo, Mengapa Menteri Pigai Larang Polisi Tembak Mati Begundal? polemik

Negara Tak Boleh Jadi Algojo, Mengapa Menteri Pigai Larang Polisi Tembak Mati Begundal?

Senin, 25 Mei 2026 | 22:02 WIB

Kondisi ekonomi yang sulit dan ketimpangan yang tajam di wilayah aglomerasi menciptakan lahan subur bagi tindak kejahatan

Ekonomi Pancasila Prabowo, Kemandirian Bangsa atau Monopoli? polemik

Ekonomi Pancasila Prabowo, Kemandirian Bangsa atau Monopoli?

Jum'at, 22 Mei 2026 | 16:35 WIB

Prabowo menegaskan arah kebijakan fiskal ke depan akan berlandaskan pada mazhab Ekonomi Pancasila

Heboh Pernyataan Prabowo 'Rakyat Desa Tak Pakai Dolar', Strategi Tenangkan Warga atau Gaslighting? polemik

Heboh Pernyataan Prabowo 'Rakyat Desa Tak Pakai Dolar', Strategi Tenangkan Warga atau Gaslighting?

Rabu, 20 Mei 2026 | 13:26 WIB

Pernyataan sang Kepala Negara itu disampaikan pertama kali di momen pidato sambutannya saat peresmian Museum dan Rumah Singgah Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur

×
Zoomed