Air Lumpur pun Diminum, Toilet Terakhir di Gampong Kubu Usai Banjir Aceh
Home > Detail

Air Lumpur pun Diminum, Toilet Terakhir di Gampong Kubu Usai Banjir Aceh

Reza Gunadha

Jum'at, 26 Desember 2025 | 16:46 WIB

Suara.com - Derit piring beradu dengan ember pecah di halaman meunasah Gampong Kubu, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, Aceh, menjadi bunyi yang paling sering terdengar sejak banjir surut hampir sebulan lalu.

Tidak ada lagi dapur di rumah-rumah itu. Yang terpungkur hanya sisa: piring berlumur lumpur, gelas berkerak tanah, sendok yang dicungkil dari lantai rumah yang mengeras. 

Ibu-ibu mengumpulkannya satu per satu, membawa semuanya ke meunasah—tempat ibadah yang kini berubah menjadi rumah terakhir.

Air mengalir sangat pelan dari keran darurat di sudut halaman. Beberapa anak menunggu dengan ember kecil, seperti menunggu hujan di musim kemarau panjang.

“Yang bisa diselamatkan tidak banyak. Tapi inilah yang kami punya sekarang,” kata seorang ibu, sambil menggosok panci dengan sabut kelapa yang sudah hampir habis seratnya.

Warga di Gampong Kubu Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, memasak di dapur umum. Mereka dalam kondisi darurat terutama air bersih dan sanitasi. [dokumentasi warga]
Warga di Gampong Kubu Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, memasak di dapur umum. Mereka dalam kondisi darurat terutama air bersih dan sanitasi. [dokumentasi warga]

Di halaman yang sama, lelaki-lelaki kampung menantang lumpur. Tua-muda mengayunkan cangkul, memecah endapan tanah yang membatu di lantai meunasah. Tidak ada yang benar-benar kembali ke rumahnya.

“Kami belum bisa pulang. Meunasah ini jadi posko pengungsian kami semua,” ujar Keuchik Gampong Kubu, Razali, Selasa 23 Desember 2025.

Ia menunjuk ke arah sumur tua di samping bangunan.

“Sumur itu harapan terakhir kami. Semua tertimbun lumpur. Biasanya sepuluh meter dalamnya, airnya melimpah. Sekarang, setelah digali ulang, airnya keluar sedikit sekali.”

Air bersih memang pernah datang—dalam tangki bantuan. Tapi tak pernah cukup. Ketika truk pergi, warga kembali ke sumur-sumur yang sekarat.

“Kalau terpaksa, air lumpur pun dipakai,” kata Razali lirih.

Warga di Gampong Kubu Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, memasak di dapur umum. Mereka dalam kondisi darurat terutama air bersih dan sanitasi. [dokumentasi warga]
Warga di Gampong Kubu Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, memasak di dapur umum. Mereka dalam kondisi darurat terutama air bersih dan sanitasi. [dokumentasi warga]

Sungai sebagai Toilet Terakhir

Air bukan satu-satunya yang hilang. Sanitasi ikut hanyut bersama banjir.

Di sekitar meunasah, hanya ada satu toilet yang bisa digunakan bersama. Itu pun setelah berhari-hari dibersihkan dari lumpur.

“Orang tua dan anak-anak biasanya buang air di meunasah atau di beberapa rumah yang toiletnya masih bisa dipakai. Yang lain? Ke sungai,” ujar Razali.

Di Gampong Kubu, 763 jiwa kini hidup dengan pola yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya: mencuci di air keruh, mandi sekadarnya, dan buang hajat di sungai bekas banjir.

Cerita serupa terdengar dari Kabupaten Pidie Jaya. Di Gampong Dayah Husein, Mukhlis tak tahu lagi harus ke mana saat malam tiba.

“Buang air besar, mohon maaf, kami tidak tahu mau ke mana. Anak-anak dan orang tua cari tempat sepi di belakang rumah. Sungai pun kadang tak bisa dijangkau,” katanya.

Warga Gampong Kubu Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, bergotong royong membersihkan meunasah dari lumpur yang terbawa banjir. [dokumentasi warga]
Warga Gampong Kubu Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, bergotong royong membersihkan meunasah dari lumpur yang terbawa banjir. [dokumentasi warga]

Ketika Lumpur Menjadi Pintu Masuk Penyakit

Dari ruang kerjanya di Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, Dokter Safrizal Rahman memandang situasi ini sebagai bom waktu.

“Banjir tidak hanya merusak rumah, tapi juga menghancurkan sistem sanitasi. Personal hygiene jadi masalah besar,” katanya.

Ia menjelaskan, kombinasi sanitasi buruk, kekurangan air bersih, dan penurunan asupan gizi membuat warga rentan terhadap diare, penyakit kulit, hingga infeksi saluran pernapasan akut.

Menurut Safrizal, percepatan pembangunan hunian sementara menjadi kunci. Namun, ia menegaskan, pembangunan itu tak boleh hanya soal dinding dan atap.

Infografis warga Bireuen mengalami krisis air bersih dan sanitasi seusai banjir Aceh. [Suara.com/Aldie]
Infografis warga Bireuen mengalami krisis air bersih dan sanitasi seusai banjir Aceh. [Suara.com/Aldie]

“Tenaga kesehatan lingkungan harus dilibatkan sejak awal. Surveillance kesehatan penting untuk mendeteksi dini penyakit menular seperti campak atau cacar.”

Soal air sumur, ia menyarankan warga melakukan penilaian sederhana: perhatikan warna, bau, dan rasa.

“Kalau berubah, jangan dipakai untuk minum dan memasak. Saringan air tradisional bisa jadi solusi sementara. Relawan juga harus membantu membersihkan sumber air.”

Di Gampong Kubu, sore turun perlahan. Ember-ember kosong kembali berjajar. Sumur yang hampir mati masih terus ditimba, meski airnya hanya menetes pelan.

Di antara lumpur, warga bertahan—menyulam hidup dari air yang semakin sulit mengalir. [Iskandar]


Terkait

Natal di Serambi Mekkah, Kala Cahaya Solidaritas Lebih Terang dari Gemerlap Lampu
Jum'at, 26 Desember 2025 | 13:19 WIB

Natal di Serambi Mekkah, Kala Cahaya Solidaritas Lebih Terang dari Gemerlap Lampu

Bagaimana Natal dirayakan di negeri syariat? Simak liputan Suara.com saat malam Natal 2025 di Gereja Katolik Hati Kudus, Banda Aceh.

Simas Insurtech Bayar Klaim Asuransi Kendaraan Rp 1,3 Miliar ke Korban Banjir Sumatera
Kamis, 25 Desember 2025 | 12:28 WIB

Simas Insurtech Bayar Klaim Asuransi Kendaraan Rp 1,3 Miliar ke Korban Banjir Sumatera

Simas Insurtech bayar klaim banjir Medan Rp 1,3 Miliar ke 6 nasabah. Dorong perluasan jaminan banjir.

PKB soal Bencana Sumatra: Saling Tuding Cuma Bikin Lemah, Kita Kembali ke Khitah Gotong Royong
Selasa, 23 Desember 2025 | 17:22 WIB

PKB soal Bencana Sumatra: Saling Tuding Cuma Bikin Lemah, Kita Kembali ke Khitah Gotong Royong

PKB menyerukan penghentian polemik dan aksi saling menyalahkan dalam penanganan bencana banjir di Aceh, Sumbar, dan Sumut. Ahmad Iman Sukri menegaskan pentingnya gotong royong

Beras Seharga Nyawa, Warga Pedalaman Aceh Jalan Kaki Sehari Semalam untuk Makan
Selasa, 23 Desember 2025 | 14:07 WIB

Beras Seharga Nyawa, Warga Pedalaman Aceh Jalan Kaki Sehari Semalam untuk Makan

Ribuan warga kini terjebak dalam isolasi yang mencekik. Sekantong beras harus ditebus dengan perjalanan maut sehari semalam.

Terbaru
4 Prajurit BAIS Tersangka Penyiram Air Keras ke Aktivis Kontras, Apa Motifnya?
polemik

4 Prajurit BAIS Tersangka Penyiram Air Keras ke Aktivis Kontras, Apa Motifnya?

Rabu, 18 Maret 2026 | 18:42 WIB

Keempat prajurit yang kini berstatus tersangka tersebut memiliki inisial NDP, SL, BHW, dan ES. Saat ini, mereka telah ditahan di Pomdam Jaya

Teror Air Keras ke Pembela HAM, Siapa di Balik Serangan Brutal Aktivis KontraS? polemik

Teror Air Keras ke Pembela HAM, Siapa di Balik Serangan Brutal Aktivis KontraS?

Rabu, 18 Maret 2026 | 16:17 WIB

Banyak pihak meyakini ini adalah serangan teror yang ditujukan langsung untuk membungkam suara kritis Andrie dan para pembela hak asasi manusia

Membongkar 'Jalur Cepat' Haji: Bagaimana Eks Menag Yaqut Terjerat Korupsi? polemik

Membongkar 'Jalur Cepat' Haji: Bagaimana Eks Menag Yaqut Terjerat Korupsi?

Senin, 16 Maret 2026 | 19:29 WIB

Upaya Gus Yaqut lolos dari jerat hukum sempat kandas setelah permohonan praperadilannya ditolak Pengadilan Negeri Jakarta Selatan

Membaca Rencana Taklimat Prabowo, Rakyat Diminta Siap-siap Susah? polemik

Membaca Rencana Taklimat Prabowo, Rakyat Diminta Siap-siap Susah?

Kamis, 12 Maret 2026 | 16:33 WIB

Dalam tradisi komunikasi, khususnya di lingkungan militer, taklimat adalah sebuah instruksi yang bersifat teknis, padat, dan sangat strategis

Algoritma Manipulatif hingga Ancaman VPN, Mengapa Anak di Bawah 16 Tahun Dilarang Punya Medsos? polemik

Algoritma Manipulatif hingga Ancaman VPN, Mengapa Anak di Bawah 16 Tahun Dilarang Punya Medsos?

Senin, 09 Maret 2026 | 19:36 WIB

Dalam beberapa tahun terakhir, aktivitas anak di internet semakin tinggi, sementara risiko yang mereka hadapi juga semakin kompleks

Korupsi 'Level Baru', Kasus Fadia Arafiq Bongkar Modus Canggih Pejabat Raup Duit Negara polemik

Korupsi 'Level Baru', Kasus Fadia Arafiq Bongkar Modus Canggih Pejabat Raup Duit Negara

Sabtu, 07 Maret 2026 | 13:38 WIB

Kasus ini bukanlah sekadar suap atau pemerasan biasa, melainkan cerminan dari metamorfosis korupsi yang kini jauh lebih terstruktur, canggih, dan sulit diendus

Di Balik "Pesona" Beijing Ada Strategi Klasik "Soft Power" hingga Gelombang Video Hoaks polemik

Di Balik "Pesona" Beijing Ada Strategi Klasik "Soft Power" hingga Gelombang Video Hoaks

Jum'at, 06 Maret 2026 | 23:55 WIB

Salah satu pilar unik dalam strategi China di Indonesia adalah pendekatannya terhadap komunitas Muslim, mulai dari "diplomasi santri", hingga pemanfaatan isu Gaza Palestina.

×
Zoomed