Ada Apa di Balik Ngototnya Jokowi Suarakan Prabowo-Gibran Dua Periode?
Home > Detail

Ada Apa di Balik Ngototnya Jokowi Suarakan Prabowo-Gibran Dua Periode?

Dwi Bowo Raharjo | Bagaskara Isdiansyah

Kamis, 05 Februari 2026 | 12:47 WIB

Suara.com - Presiden ketujuh RI Joko Widodo atau Jokowi nampaknya belum mau benar-benar meninggalkan kegiatan politiknya. Terbaru Jokowi menegaskan kembali dirinya mendukung Prabowo Subianto dan putranya Gibran Rakabuming Raka melanjutkan pemerintahan untuk periode kedua.

Pernyataan tegas Jokowi ini ditegaskan kala menanggapi isu Gibran disebut-sebut berpotensi besar jadi calon presiden (capres) 2029.

Hal itu muncul usai Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali bicara dalam pembahasan sebuah podcast.

"Kan sudah saya sampaikan Prabowo-Gibran dua periode. Sudah itu aja," terangnya saat ditemui, Jumat (30/1/2026).

Bukan kali ini saja Jokowi dengan lantang dan terang-terangan menyatakan dukungan Prabowo-Gibran dua periode.

Pada September 2025 lalu, Jokowi mengaku memerintahkan relawan dirinya, Bara JP, untuk mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran untuk dua periode.

"Sejak awal saya sampaikan kepada seluruh relawan untuk itu (dukung Prabowo-Gibran dua periode)," kata Jokowi merespons pertanyaan wartawan, Solo, Jumat (19/9).

Ketika ditanya, apakah Prabowo-Gibran akan kembali maju pada Pilpres 2029, Jokowi enggan menjawab. Ia hanya mengatakan bahwa hal tersebut ia sampaikan kepada relawan.

"Saya sampaikan itu ke relawan. Karena ada yang bertanya mereka," katanya.

Lantas apakah ada manuver politik di balik dukungan Prabowo-Gibran dua periode yang digaungkan oleh Jokowi? Jokowi ingin mengamankan keluarga atau mengunci legasi?

Infografis Jokowi ingin Prabowo-Gibran dua periode.(Suara.com)
Infografis Jokowi ingin Prabowo-Gibran dua periode.(Suara.com)

Coba Klarifikasi

Pernyataan kembali dukungan dua periode Prabowo-Gibran yang disampaikan Jokowi dinilai kali ini hanya sebagai klarifikasi saja.

Analis Politik yang juga Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menilai Jokowi hanya ingin meluruskan jika Gibran bukan pesaing Prabowo untuk 2029.

"Sepertinya juga untuk menetralisir spekulasi liar soal pernyataan Ahmad Ali beberapa waktu lalu yang bilang Gibran bisa jadi lawan Prabowo di 2029," kata Adi saat dihubungi Suara.com, Rabu.

Pernyataan Jokowi dianggap bisa menetralisir pernyataan Ahmad Ali sebelumnya.

Seperti diketahui Ketua Harian PSI, Ahmad Ali menilai Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka disebut berpotensial menjadi capres 2029 mendatang dalam podcast belum lama ini.

Namun pernyataan tersebut diklarifikasi oleh Ahmad Ali. Menurutnya pernyataan tersebut telah dikutip secara parsial oleh sejumlah media, sehingga memunculkan asumsi yang tidak sesuai dengan konteks sebenarnya.

"Meski ada klarifikasi dari Mad Ali yang bilang bahwa siapapun dia kalau tak bisa jadi pendamping Prabowo potensial akan head to head dengan Prabowo," kata Adi.

Jokowi Ingin Nempel Terus Dengan Prabowo

Selain itu, dengan dukungan Prabowo-Gibran dua periode dinilai juga sebagai langkah Jokowi ingin terus solid berkoalisi dengan Prabowo.

"Menegaskan bahwa Jokowi solid dan ingin terus berkoalisi dengan Prabowo," kata Adi.

Karena, kata Adi, mendukung lagi Prabowo di 2029 sudah merupakan langkah yang rasional. Prabowo dianggap masih kuat untuk pertarungan di Pilpres 2029.

"Opsi sangat rasional karena apapun judulnya di 2029 Prabowo jadi capres paling kuat dan hampir dipastikan menang," katanya lagi.

Akan tetapi di sisi lain, Jokowi dinilai Adi juga sedang melakukan tes ombak atau testing the water. Tak lain hal itu dilakukannya untuk melihat reaksi dari Partai Gerindra.

Presiden Prabowo Subianto saat berbincang-bincang dengan presiden ke-7 RI Joko Widodo di sela-sela buka puasa bersama di Presidential Lounge, Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Rabu (26/3/2025). (Foto dok. BPMI Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo Subianto saat berbincang-bincang dengan presiden ke-7 RI Joko Widodo di sela-sela buka puasa bersama di Presidential Lounge, Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Rabu (26/3/2025). (Foto dok. BPMI Sekretariat Presiden)

"Bisa saja sebagai testing the water untuk melihat reaksi Gerindra seperti apa. Termasuk soal kemungkinan menyiapkan langkah politik apa jika Gibran tak bisa duet lagi dengan Prabowo," ujar Adi.

Ajang Selamatkan Anak

Adapun langkah Jokowi juga dibaca untuk mengamankan sang anak yakni Gibran agar tetap bertahan terus di dalam pemerintahan.

"Kalau saya lihat dukungan Jokowi terhadap Prabowo-Gibran dua periode pemerintahan, merupakan sinyal politik Jokowi untuk mengamankan Gibran di pemerintahan," kata Analis Politik sekaligus Direktur Eksekutif Ethical Politics, Hasyibulloh Mulyawan saat dihubungi Suara.com.

Hasyibulloh menilai, jika Jokowi sudah membaca arah peta politik untuk Pilpres 2029. Menurutnya, kalau Gibran tak lagi jadi pasangan Prabowo kembali, maka akan sulit untuk menang di 2029.

"Kalau Gibran tidak dipasangkan dengan Prabowo akan sulit memenangkan Pilpres 2029 mendatang," katanya.

Terlebih juga kata dia, usia Gibran masih terlalu muda untuk bertarung sendirian untuk 2029. Dengan kembali menjadi Wapres di periode kedua dinilai bisa menjadi modal matang untuk maju sebagai calon presiden di 2034.

"Sehingga dengan berpasangan dengan Prabowo selama 2 periode akan memudahkan Gibran secara politik untuk melenggang dengan mudah menjadi calon Presiden 2034 mendatang," kata Hasyibulloh.


Terkait

Kekayaan Jokowi dan Sri Mulyani yang Namanya Muncul di Epstein Files
Kamis, 05 Februari 2026 | 11:00 WIB

Kekayaan Jokowi dan Sri Mulyani yang Namanya Muncul di Epstein Files

Kekayaan Jokowi dan Sri Mulyani jadi sorotan usai muncul di Epstein Files. Ini penjelasan dan faktanya.

Amanah Bangsa Palestina di Balik Prabowo Boyong Indonesia ke BoP, Mengapa?
Kamis, 05 Februari 2026 | 10:26 WIB

Amanah Bangsa Palestina di Balik Prabowo Boyong Indonesia ke BoP, Mengapa?

"Selama ini mungkin muncul persepsi bahwa kita 'ditarik' masuk ke BoP, padahal tidak," ujar Rezasyah.

Prabowo Punya Rencana Mundur? Dino Patti Djalal Bocorkan Syarat Indonesia Gabung BoP
Kamis, 05 Februari 2026 | 09:35 WIB

Prabowo Punya Rencana Mundur? Dino Patti Djalal Bocorkan Syarat Indonesia Gabung BoP

Prabowo berulang kali menegaskan bahwa Indonesia tidak akan ragu untuk menarik diri jika di kemudian hari BoP terbukti bertentangan dengan prinsip konstitusi.

Seskab Teddy Ungkap Posisi Indonesia di BoP: Dana USD 1 Miliar Tidak Wajib dan untuk Gaza
Kamis, 05 Februari 2026 | 09:02 WIB

Seskab Teddy Ungkap Posisi Indonesia di BoP: Dana USD 1 Miliar Tidak Wajib dan untuk Gaza

"Mengenai biaya USD 1 miliar tersebut diperuntukkan bagi dana rekonstruksi Gaza dan sifatnya tidak wajib," ujar Teddy.

Terbaru
4 Prajurit BAIS Tersangka Penyiram Air Keras ke Aktivis Kontras, Apa Motifnya?
polemik

4 Prajurit BAIS Tersangka Penyiram Air Keras ke Aktivis Kontras, Apa Motifnya?

Rabu, 18 Maret 2026 | 18:42 WIB

Keempat prajurit yang kini berstatus tersangka tersebut memiliki inisial NDP, SL, BHW, dan ES. Saat ini, mereka telah ditahan di Pomdam Jaya

Teror Air Keras ke Pembela HAM, Siapa di Balik Serangan Brutal Aktivis KontraS? polemik

Teror Air Keras ke Pembela HAM, Siapa di Balik Serangan Brutal Aktivis KontraS?

Rabu, 18 Maret 2026 | 16:17 WIB

Banyak pihak meyakini ini adalah serangan teror yang ditujukan langsung untuk membungkam suara kritis Andrie dan para pembela hak asasi manusia

Membongkar 'Jalur Cepat' Haji: Bagaimana Eks Menag Yaqut Terjerat Korupsi? polemik

Membongkar 'Jalur Cepat' Haji: Bagaimana Eks Menag Yaqut Terjerat Korupsi?

Senin, 16 Maret 2026 | 19:29 WIB

Upaya Gus Yaqut lolos dari jerat hukum sempat kandas setelah permohonan praperadilannya ditolak Pengadilan Negeri Jakarta Selatan

Membaca Rencana Taklimat Prabowo, Rakyat Diminta Siap-siap Susah? polemik

Membaca Rencana Taklimat Prabowo, Rakyat Diminta Siap-siap Susah?

Kamis, 12 Maret 2026 | 16:33 WIB

Dalam tradisi komunikasi, khususnya di lingkungan militer, taklimat adalah sebuah instruksi yang bersifat teknis, padat, dan sangat strategis

Algoritma Manipulatif hingga Ancaman VPN, Mengapa Anak di Bawah 16 Tahun Dilarang Punya Medsos? polemik

Algoritma Manipulatif hingga Ancaman VPN, Mengapa Anak di Bawah 16 Tahun Dilarang Punya Medsos?

Senin, 09 Maret 2026 | 19:36 WIB

Dalam beberapa tahun terakhir, aktivitas anak di internet semakin tinggi, sementara risiko yang mereka hadapi juga semakin kompleks

Korupsi 'Level Baru', Kasus Fadia Arafiq Bongkar Modus Canggih Pejabat Raup Duit Negara polemik

Korupsi 'Level Baru', Kasus Fadia Arafiq Bongkar Modus Canggih Pejabat Raup Duit Negara

Sabtu, 07 Maret 2026 | 13:38 WIB

Kasus ini bukanlah sekadar suap atau pemerasan biasa, melainkan cerminan dari metamorfosis korupsi yang kini jauh lebih terstruktur, canggih, dan sulit diendus

Di Balik "Pesona" Beijing Ada Strategi Klasik "Soft Power" hingga Gelombang Video Hoaks polemik

Di Balik "Pesona" Beijing Ada Strategi Klasik "Soft Power" hingga Gelombang Video Hoaks

Jum'at, 06 Maret 2026 | 23:55 WIB

Salah satu pilar unik dalam strategi China di Indonesia adalah pendekatannya terhadap komunitas Muslim, mulai dari "diplomasi santri", hingga pemanfaatan isu Gaza Palestina.

×
Zoomed