Suara.com - Presiden ketujuh RI Joko Widodo atau Jokowi nampaknya belum mau benar-benar meninggalkan kegiatan politiknya. Terbaru Jokowi menegaskan kembali dirinya mendukung Prabowo Subianto dan putranya Gibran Rakabuming Raka melanjutkan pemerintahan untuk periode kedua.
Pernyataan tegas Jokowi ini ditegaskan kala menanggapi isu Gibran disebut-sebut berpotensi besar jadi calon presiden (capres) 2029.
Hal itu muncul usai Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali bicara dalam pembahasan sebuah podcast.
"Kan sudah saya sampaikan Prabowo-Gibran dua periode. Sudah itu aja," terangnya saat ditemui, Jumat (30/1/2026).
Bukan kali ini saja Jokowi dengan lantang dan terang-terangan menyatakan dukungan Prabowo-Gibran dua periode.
Pada September 2025 lalu, Jokowi mengaku memerintahkan relawan dirinya, Bara JP, untuk mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran untuk dua periode.
"Sejak awal saya sampaikan kepada seluruh relawan untuk itu (dukung Prabowo-Gibran dua periode)," kata Jokowi merespons pertanyaan wartawan, Solo, Jumat (19/9).
Ketika ditanya, apakah Prabowo-Gibran akan kembali maju pada Pilpres 2029, Jokowi enggan menjawab. Ia hanya mengatakan bahwa hal tersebut ia sampaikan kepada relawan.
"Saya sampaikan itu ke relawan. Karena ada yang bertanya mereka," katanya.
Lantas apakah ada manuver politik di balik dukungan Prabowo-Gibran dua periode yang digaungkan oleh Jokowi? Jokowi ingin mengamankan keluarga atau mengunci legasi?

Coba Klarifikasi
Pernyataan kembali dukungan dua periode Prabowo-Gibran yang disampaikan Jokowi dinilai kali ini hanya sebagai klarifikasi saja.
Analis Politik yang juga Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menilai Jokowi hanya ingin meluruskan jika Gibran bukan pesaing Prabowo untuk 2029.
"Sepertinya juga untuk menetralisir spekulasi liar soal pernyataan Ahmad Ali beberapa waktu lalu yang bilang Gibran bisa jadi lawan Prabowo di 2029," kata Adi saat dihubungi Suara.com, Rabu.
Pernyataan Jokowi dianggap bisa menetralisir pernyataan Ahmad Ali sebelumnya.
Seperti diketahui Ketua Harian PSI, Ahmad Ali menilai Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka disebut berpotensial menjadi capres 2029 mendatang dalam podcast belum lama ini.
Namun pernyataan tersebut diklarifikasi oleh Ahmad Ali. Menurutnya pernyataan tersebut telah dikutip secara parsial oleh sejumlah media, sehingga memunculkan asumsi yang tidak sesuai dengan konteks sebenarnya.
"Meski ada klarifikasi dari Mad Ali yang bilang bahwa siapapun dia kalau tak bisa jadi pendamping Prabowo potensial akan head to head dengan Prabowo," kata Adi.
Jokowi Ingin Nempel Terus Dengan Prabowo
Selain itu, dengan dukungan Prabowo-Gibran dua periode dinilai juga sebagai langkah Jokowi ingin terus solid berkoalisi dengan Prabowo.
"Menegaskan bahwa Jokowi solid dan ingin terus berkoalisi dengan Prabowo," kata Adi.
Karena, kata Adi, mendukung lagi Prabowo di 2029 sudah merupakan langkah yang rasional. Prabowo dianggap masih kuat untuk pertarungan di Pilpres 2029.
"Opsi sangat rasional karena apapun judulnya di 2029 Prabowo jadi capres paling kuat dan hampir dipastikan menang," katanya lagi.
Akan tetapi di sisi lain, Jokowi dinilai Adi juga sedang melakukan tes ombak atau testing the water. Tak lain hal itu dilakukannya untuk melihat reaksi dari Partai Gerindra.

"Bisa saja sebagai testing the water untuk melihat reaksi Gerindra seperti apa. Termasuk soal kemungkinan menyiapkan langkah politik apa jika Gibran tak bisa duet lagi dengan Prabowo," ujar Adi.
Ajang Selamatkan Anak
Adapun langkah Jokowi juga dibaca untuk mengamankan sang anak yakni Gibran agar tetap bertahan terus di dalam pemerintahan.
"Kalau saya lihat dukungan Jokowi terhadap Prabowo-Gibran dua priode pemerintahan, merupakan siyal politik Jokowi untuk mengamankan Gibran di pemerintahan," kata Analis Politik sekaligus Direktur Eksekutif Ethical Politics, Hasyibulloh Mulyawan saat dihubungi Suara.com.
Hasyibulloh menilai, jika Jokowi sudah membaca arah peta politik untuk Pilpres 2029. Menurutnya, kalau Gibran tak lagi jadi pasangan Prabowo kembali, maka akan sulit untuk menang di 2029.
"Kalau Gibran tidak dipasangkan dengan Prabowo akan sulit memenangkan Pilpres 2029 mendatang," katanya.
Terlebih juga kata dia, usia Gibran masih terlalu muda untuk bertarung sendirian untuk 2029. Dengan kembali menjadi Wapres di periode kedua dinilai bisa menjadi modal matang untuk maju sebagai calon presiden di 2034.
"Sehingga dengan berpasangan dengan Prabowo selama 2 priode akan memudahkan Gibran secara politik untuk melenggang dengan mudah menjadi calon Presiden 2034 mendatang," kata Hasyibulloh.
Kekayaan Jokowi dan Sri Mulyani jadi sorotan usai muncul di Epstein Files. Ini penjelasan dan faktanya.
"Selama ini mungkin muncul persepsi bahwa kita 'ditarik' masuk ke BoP, padahal tidak," ujar Rezasyah.
Prabowo berulang kali menegaskan bahwa Indonesia tidak akan ragu untuk menarik diri jika di kemudian hari BoP terbukti bertentangan dengan prinsip konstitusi.
"Mengenai biaya USD 1 miliar tersebut diperuntukkan bagi dana rekonstruksi Gaza dan sifatnya tidak wajib," ujar Teddy.
Sebelum ditemukan meninggal, sang ibu mengaku telah menasihati YBS agar tetap rajin sekolah meski kondisi ekonomi keluarga sedang sulit
polemik
Di hadapan ratusan kader PSI di Makassar, retorika Jokowi terdengar bak proklamasi. Tak hanya memberi motivasi, tetapi juga janji keterlibatan luar biasa dari seorang presiden
polemik
Kabar pertemuan Prabowo dengan tokoh oposisi pertama kali diembuskan oleh Menhan Sjafrie Sjamsoeddin
polemik
Ada batasan tipis antara menjadi pahlawan dan pelaku kriminal di mata hukum Indonesia
polemik
Viral es gabus dituding terbuat dari spons berbahaya, jajanan jadul ini ternyata dibuat dari tepung hunkwe yang aman dan sehat
polemik
Sudrajat menjadi cermin pahit tentang betapa mudahnya asumsi dan penghakiman sepihak menghancurkan hidup seorang pedagang kecil.
polemik
DPR tunjuk politisi Golkar Adies Kadir jadi Hakim MK lewat proses kilat. Pakar dan ICW cium bau 'amis' kepentingan politik