Teror Air Keras ke Pembela HAM, Siapa di Balik Serangan Brutal Aktivis KontraS?
Home > Detail

Teror Air Keras ke Pembela HAM, Siapa di Balik Serangan Brutal Aktivis KontraS?

Bangun Santoso | Faqih Fathurrahman

Rabu, 18 Maret 2026 | 16:17 WIB

Suara.com - Teriakan kesakitan memecah keheningan malam di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026). Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, tergeletak di samping motornya, menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal.

Peristiwa brutal ini bukan sekadar kekerasan jalanan biasa. Banyak pihak meyakini ini adalah serangan teror yang ditujukan langsung untuk membungkam suara kritis Andrie dan para pembela hak asasi manusia. "Panas, air keras!" teriak Andrie, seperti terekam kamera CCTV di lokasi kejadian.

Siapa Andrie Yunus?

Untuk memahami mengapa serangan ini dianggap sebagai teror, penting untuk melihat siapa Andrie Yunus. Ia adalah Wakil Koordinator Bidang Eksternal KontraS dan alumnus Sekolah Tinggi Hukum Indonesia (STHI) Jentera, yang dikenal mencetak para pemikir hukum progresif.

Sebelum di KontraS, Andrie aktif di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta. Ia dikenal sangat tajam dalam isu-isu sensitif, terutama:

Reformasi Sektor Keamanan: Kerap mengkritisi revisi UU TNI dan keterlibatan militer di ranah sipil.

Pelanggaran HAM Berat: Aktif mendampingi keluarga korban dalam menuntut keadilan yang tak kunjung tuntas.

Aksinya yang paling menyita perhatian publik adalah saat ia menerobos masuk ruang rapat DPR di sebuah hotel mewah tahun lalu untuk menentang pembahasan revisi UU TNI.

Kronologi Serangan Brutal

Memburu pelaku penyiraman air keras ke Andrie Yunus. (Dok. Suara.com)
Memburu pelaku penyiraman air keras ke Andrie Yunus. (Dok. Suara.com)

Teror terjadi sesaat setelah Andrie Yunus menyelesaikan sebuah acara podcast yang membahas isu krusial UU TNI di Kantor YLBHI.

Saat melintas di Jalan Salemba I Talang, dua orang berboncengan motor matic dari arah berlawanan tiba-tiba menyiramkan cairan ke wajah dan tubuhnya.

Andrie langsung menjerit kesakitan dan dilarikan ke RSCM. Tim dokter menyatakan ia menderita luka bakar sekitar 24 persen yang meliputi wajah, lengan, dan tubuh.

Koalisi Masyarakat Sipil mengabarkan bahwa kondisi mata kanan Andrie mengalami luka serius dan membutuhkan penanganan intensif.

Bukan Penganiayaan, Tapi Percobaan Pembunuhan

Jalur pelarian pelaku penyiraman air keras ke Andrie Yunus. (Dok. Suara.com)
Jalur pelarian pelaku penyiraman air keras ke Andrie Yunus. (Dok. Suara.com)

Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) menegaskan bahwa serangan ini bukanlah penganiayaan biasa, melainkan percobaan pembunuhan berencana.

Menurut perwakilan TAUD, Fadhil Alfathan, dua unsur pidana telah terpenuhi: niat menghilangkan nyawa dan adanya perencanaan.

Fadhil menjelaskan bahwa pelaku jelas menyadari bahaya air keras yang bersifat korosif. "Secara akal sehat, pelaku tahu zat itu berbahaya, terlebih ketika disiramkan ke orang lain," tegas Fadhil.

Serangan yang sengaja diarahkan ke bagian vital seperti wajah dan saluran pernapasan mengindikasikan niat untuk menyebabkan dampak fatal.

Selain itu, serangan di malam hari saat korban berkendara dapat memicu kecelakaan lalu lintas yang juga bisa berakibat kematian.

"Maka dari itu, kami berkesimpulan niat untuk menyiram air keras adalah niat untuk melakukan pembunuhan,” ucapnya.

Perlindungan Darurat dari LPSK

Merespons tingkat ancaman yang tinggi, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) bergerak cepat.

Pada Senin (16/3/2026), LPSK secara resmi memutuskan untuk memberikan perlindungan penuh kepada Andrie Yunus (korban), satu orang saksi kunci, dan keluarga korban.

Ketua LPSK, Achmadi, mengecam keras perbuatan tersebut sebagai tindakan kejam dan tidak manusiawi.

"LPSK memutuskan memberikan perlindungan kepada AY sebagai korban berupa perlindungan fisik, bantuan medis, serta pemenuhan hak prosedural," kata Achmadi.

Perlindungan ini diberikan untuk jangka waktu enam bulan dan dapat diperpanjang.

LPSK juga memastikan akan berkoordinasi intensif dengan aparat penegak hukum untuk mendukung pengungkapan kasus ini secara transparan dan efektif.


Terkait

Terekam CCTV! Eksekutor Penyiram Andrie Yunus Ganti Baju Usai Beraksi, Diduga Kena Air Keras
Rabu, 18 Maret 2026 | 16:02 WIB

Terekam CCTV! Eksekutor Penyiram Andrie Yunus Ganti Baju Usai Beraksi, Diduga Kena Air Keras

Polisi ungkap pelaku penyiraman Andrie Yunus sempat ganti baju usai terkena air keras. Empat anggota TNI diduga terlibat dan kini diperiksa.

Empat Prajurit Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Terancam 7 Tahun Penjara
Rabu, 18 Maret 2026 | 15:57 WIB

Empat Prajurit Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Terancam 7 Tahun Penjara

Kami sampaikan juga bahwa pasal yang dikenakan, ancaman hukuman terhadap para empat terduga pelaku ini sementara kita menerapkan Pasal 467 KUHP,"

4 Prajurit TNI Jadi Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Kini Ditahan di Pomdam Jaya
Rabu, 18 Maret 2026 | 15:41 WIB

4 Prajurit TNI Jadi Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Kini Ditahan di Pomdam Jaya

Puspom TNI ungkap 4 prajurit jadi pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Keempatnya telah ditahan dan terancam hukuman hingga 7 tahun penjara.

Bongkar Identitas dan Wajah Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Polisi: Ini Bukan Hasil AI!
Rabu, 18 Maret 2026 | 15:35 WIB

Bongkar Identitas dan Wajah Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Polisi: Ini Bukan Hasil AI!

Iman memperlihatkan wajah terduga pelaku yang diduga sebagai eksekutor saat berboncengan menggunakan sepeda motor.

Terbaru
Srikandi Jalanan: Melawan Lelah dan Stigma Demi Masa Depan Buah Hati
nonfiksi

Srikandi Jalanan: Melawan Lelah dan Stigma Demi Masa Depan Buah Hati

Jum'at, 01 Mei 2026 | 11:15 WIB

Hari Buruh yang diperingati setiap 1 Mei menjadi pengingat bahwa di balik statistik dan angka-angka itu, ada wajah-wajah seperti Sari, Ira, dan Ivany.

Pengakuan Anggota Ormas di Balik Horor Perlintasan Rel Bekasi Timur, Benarkah Demi Cuan? polemik

Pengakuan Anggota Ormas di Balik Horor Perlintasan Rel Bekasi Timur, Benarkah Demi Cuan?

Rabu, 29 April 2026 | 18:21 WIB

Andi mengakui perlintasan kereta di Bekasi memang dijaga oleh warga dan beberapa di antaranya anggota ormas

KPK Usul Jabatan Ketum Parpol Maksimal 2 Periode: Demi Cegah Korupsi atau Intervensi Politik? polemik

KPK Usul Jabatan Ketum Parpol Maksimal 2 Periode: Demi Cegah Korupsi atau Intervensi Politik?

Senin, 27 April 2026 | 20:13 WIB

Usulan tersebut tertuang dalam 20 kajian strategis, policy brief, dan corruption risk assessment (CRA) sektor prioritas nasional sepanjang 2025

ART Tak Lagi Sekadar 'Pembantu' Berkat UU PPRT, Bagaimana Nasib Pemberi Kerja? polemik

ART Tak Lagi Sekadar 'Pembantu' Berkat UU PPRT, Bagaimana Nasib Pemberi Kerja?

Kamis, 23 April 2026 | 17:39 WIB

Pengesahan UU PPRT ini menandai babak baru dalam relasi kerja domestik di Indonesia. Apalagi selama ini, PRT seringkali berada di area abu-abu

Jusuf Kalla di Pusaran Kasus Ijazah Jokowi, Murni Hukum atau Manuver Politik? polemik

Jusuf Kalla di Pusaran Kasus Ijazah Jokowi, Murni Hukum atau Manuver Politik?

Rabu, 22 April 2026 | 17:29 WIB

Munculnya nama Wakil Presiden ke-10 dan ke-13 RI tersebut bermula dari potongan video bergambar Rismon Hasiholan Sianipar yang menuding JK berada di balik layar

Lawan Stigma di Jalanan, Kisah Hebat Mantan Perawat Jadi Sopir Bus Transjakarta nonfiksi

Lawan Stigma di Jalanan, Kisah Hebat Mantan Perawat Jadi Sopir Bus Transjakarta

Selasa, 21 April 2026 | 14:21 WIB

Kisah Ira, pramudi Transjakarta yang mulai kerja pukul 3 pagi, menghadapi stigma di jalan, dan menjaga keselamatan ratusan penumpang setiap hari.

Perempuan Tangguh di Balik Setir Taksi: Kisah Ivany Menembus Ragu dan Bertahan Demi Nafkah Keluarga nonfiksi

Perempuan Tangguh di Balik Setir Taksi: Kisah Ivany Menembus Ragu dan Bertahan Demi Nafkah Keluarga

Selasa, 21 April 2026 | 09:00 WIB

Kisah inspiratif Ivany, seorang perempuan sopir taksi yang melawan stereotip dan tantangan di sektor informal.

×
Zoomed