Suara.com - Sebuah video viral di media sosial memicu kemarahan dan kebingungan publik. Di dalamnya, seorang pedagang es gabus lansia diinterogasi dengan kasar oleh oknum aparat yang menuding jajanan legendaris itu terbuat dari spons cuci piring berbahaya.
Insiden yang menimpa Sudrajat, pedagang es di Kemayoran, Jakarta Pusat, ini sontak menjadi perbincangan nasional. Publik bertanya-tanya, bagaimana mungkin jajanan nostalgia berwarna pelangi yang menyegarkan itu bisa disalahpahami sedemikian rupa?
Tuduhan keji ini membuka tabir sains menarik di balik tekstur unik es gabus yang ternyata berasal dari bahan pangan sehat: tepung hunkwe.
Geger Tuduhan Spons
Drama ini bermula dari video yang menunjukkan dua oknum aparat membentak dan mengintimidasi Sudrajat. Mereka memeras es gabus yang tidak hancur layaknya es batu, lalu melontarkan tuduhan serius yang direkam dan disebarkan secara luas.
"Tahu kan kamu ini dari busa kan? Kenapa kamu jual?" hardik seorang petugas dalam video tersebut.
Tuduhan tidak berhenti di situ. Narasi berbahaya terus dibangun, menempatkan Sudrajat sebagai penjual makanan beracun yang mengancam kesehatan anak-anak. "Ini kalau dimakan sama anak kecil ini bikin penyakit," lanjut oknum tersebut.
Bagi Sudrajat, hari itu bukan hanya soal tuduhan. Ia mengaku mengalami perlakuan kasar yang menyakitkan, sebuah pukulan telak bagi pedagang kecil yang hanya mencoba mencari nafkah.
"Terus es kue saya dilempar di muka saya. Saya ditendang apa, semua, dikepret, ditonjok," ujarnya pilu.
Sains di Balik Tekstur Kenyal: Keajaiban Tepung Hunkwe

Di tengah kegaduhan, pertanyaan utamanya adalah: mengapa tekstur es gabus begitu mirip spons? Jawabannya bukan pada bahan kimia berbahaya, melainkan pada ilmu pangan sederhana yang melibatkan tepung hunkwe atau pati kacang hijau.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jakarta menjelaskan bahwa es gabus adalah jajanan tradisional yang aman, terbuat dari tepung dan santan yang dibekukan.
Teksturnya yang empuk, berserat, dan kenyal adalah hasil alami dari proses pengolahan tepung hunkwe.
Prosesnya terjadi dalam dua tahap kunci:
Gelatinisasi: Saat tepung hunkwe dimasak bersama santan, molekul pati di dalamnya akan menyerap air, mengembang, dan membentuk struktur seperti jaring-jaring gel. Proses inilah yang membuat adonan menjadi kental dan padat.
Retrogradasi: Ketika adonan gel ini dibekukan di dalam freezer, struktur molekul patinya mengalami penataan ulang atau rekristalisasi. Proses ini "memaksa" sebagian air keluar dari jaring-jaring gel, menciptakan rongga-rongga udara mikro dan struktur yang lebih padat namun tetap kenyal. Hasil akhirnya adalah tekstur khas berpori halus yang stabil, persis seperti gabus atau spons.
Konfirmasi Ahli dan BPOM: Aman, Sehat, dan Bergizi
Hasil uji laboratorium yang dilakukan setelah insiden tersebut membuktikan secara definitif bahwa tidak ada bahan berbahaya dalam es gabus yang dijual Sudrajat. Fakta ini diperkuat oleh para ahli gizi.
"Tepung hunkwe itu aman dikonsumsi. Tepung hunkwe yang asli itu tepung kacang hijau dan termasuk sehat," ujar Ahli Gizi, Prof. Dr. Iskari Ngadiarti kepada Suara.com, Kamis (29/1/2026).
Berdasarkan data Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI), tepung hunkwe merupakan sumber energi yang kaya karbohidrat (sekitar 364 kkal per 100g) dan mengandung mineral penting seperti fosfor, kalsium, serta zat besi yang baik untuk tubuh.
Setelah fakta terungkap, pihak oknum Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang terlibat dalam video tersebut akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik.
"Kami... menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas kegaduhan yang timbul," ujar Aiptu Ikhwan Mulyadi dalam video klarifikasi.
Deddy Mulyadi berniat memberikan bantuan uang untuk kontrakan, biaya sekolah anak, hingga modal usaha Sudrajat, tetapi urung menyerahkannya langsung.
Artikel ini mengkritik penggunaan empati personal dan bantuan materi sebagai alat untuk meredam kegaduhan dan menghindari pertanggungjawaban institusi atas kesalahan prosedur.
Es gabus jadul biasanya sering dijual di area sekolah, taman bermain atau taman kota oleh pedagang kaki lima dengan harga terjangkau.
Buat kamu yang tumbuh besar di era 90-an, es gabus pasti bukan nama asing. Jajanan es tradisional ini dikenal dengan teksturnya yang unik, padat, berserat, empuk saat digigit.
Sudrajat menjadi cermin pahit tentang betapa mudahnya asumsi dan penghakiman sepihak menghancurkan hidup seorang pedagang kecil.
polemik
DPR tunjuk politisi Golkar Adies Kadir jadi Hakim MK lewat proses kilat. Pakar dan ICW cium bau 'amis' kepentingan politik
polemik
MAKI membongkar dugaan rekening gendut Rp32 miliar milik istri pejabat Kemenag yang hanya seorang ibu rumah tangga
nonfiksi
Bukan berarti tidak ramai. Lalu lalang kendaraan masih melintas di antara trem yang melaju di tengah jalan.
polemik
Niat hati mengambil kembali tas istri yang dirampas jambret, Hogi justru ditetapkan jadi tersangka, tapi polisi memiliki alasan kuat
polemik
Luapan sungai-sungai utama seperti Kali Angke, Krukut dan Ciliwung tidak hanya merendam permukiman, tetapi juga melumpuhkan mobilitas warga
polemik
KPK ungkap modus 'Tim Delapan' yang mematok tarif hingga Rp225 juta untuk posisi Kaur Desa