Rahasia Tepung Hunkwe, Bahan Sehat di Balik Tekstur Es Gabus Mirip Spons
Home > Detail

Rahasia Tepung Hunkwe, Bahan Sehat di Balik Tekstur Es Gabus Mirip Spons

Bangun Santoso | Adiyoga Priyambodo

Kamis, 29 Januari 2026 | 18:58 WIB

Suara.com - Sebuah video viral di media sosial memicu kemarahan dan kebingungan publik. Di dalamnya, seorang pedagang es gabus lansia diinterogasi dengan kasar oleh oknum aparat yang menuding jajanan legendaris itu terbuat dari spons cuci piring berbahaya.

Insiden yang menimpa Sudrajat, pedagang es di Kemayoran, Jakarta Pusat, ini sontak menjadi perbincangan nasional. Publik bertanya-tanya, bagaimana mungkin jajanan nostalgia berwarna pelangi yang menyegarkan itu bisa disalahpahami sedemikian rupa?

Tuduhan keji ini membuka tabir sains menarik di balik tekstur unik es gabus yang ternyata berasal dari bahan pangan sehat: tepung hunkwe.

Geger Tuduhan Spons

Drama ini bermula dari video yang menunjukkan dua oknum aparat membentak dan mengintimidasi Sudrajat. Mereka memeras es gabus yang tidak hancur layaknya es batu, lalu melontarkan tuduhan serius yang direkam dan disebarkan secara luas.

"Tahu kan kamu ini dari busa kan? Kenapa kamu jual?" hardik seorang petugas dalam video tersebut.

Tuduhan tidak berhenti di situ. Narasi berbahaya terus dibangun, menempatkan Sudrajat sebagai penjual makanan beracun yang mengancam kesehatan anak-anak. "Ini kalau dimakan sama anak kecil ini bikin penyakit," lanjut oknum tersebut.

Bagi Sudrajat, hari itu bukan hanya soal tuduhan. Ia mengaku mengalami perlakuan kasar yang menyakitkan, sebuah pukulan telak bagi pedagang kecil yang hanya mencoba mencari nafkah.

"Terus es kue saya dilempar di muka saya. Saya ditendang apa, semua, dikepret, ditonjok," ujarnya pilu.

Sains di Balik Tekstur Kenyal: Keajaiban Tepung Hunkwe

Fakta-fakta viral es gabus yang dibilang spons. (grafis Suara.com/Syahda)
Fakta-fakta viral es gabus yang dibilang spons. (grafis Suara.com/Syahda)

Di tengah kegaduhan, pertanyaan utamanya adalah: mengapa tekstur es gabus begitu mirip spons? Jawabannya bukan pada bahan kimia berbahaya, melainkan pada ilmu pangan sederhana yang melibatkan tepung hunkwe atau pati kacang hijau.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jakarta menjelaskan bahwa es gabus adalah jajanan tradisional yang aman, terbuat dari tepung dan santan yang dibekukan.

Teksturnya yang empuk, berserat, dan kenyal adalah hasil alami dari proses pengolahan tepung hunkwe.

Prosesnya terjadi dalam dua tahap kunci:

Gelatinisasi: Saat tepung hunkwe dimasak bersama santan, molekul pati di dalamnya akan menyerap air, mengembang, dan membentuk struktur seperti jaring-jaring gel. Proses inilah yang membuat adonan menjadi kental dan padat.

Retrogradasi: Ketika adonan gel ini dibekukan di dalam freezer, struktur molekul patinya mengalami penataan ulang atau rekristalisasi. Proses ini "memaksa" sebagian air keluar dari jaring-jaring gel, menciptakan rongga-rongga udara mikro dan struktur yang lebih padat namun tetap kenyal. Hasil akhirnya adalah tekstur khas berpori halus yang stabil, persis seperti gabus atau spons.

Konfirmasi Ahli dan BPOM: Aman, Sehat, dan Bergizi

Hasil uji laboratorium yang dilakukan setelah insiden tersebut membuktikan secara definitif bahwa tidak ada bahan berbahaya dalam es gabus yang dijual Sudrajat. Fakta ini diperkuat oleh para ahli gizi.

"Tepung hunkwe itu aman dikonsumsi. Tepung hunkwe yang asli itu tepung kacang hijau dan termasuk sehat," ujar Ahli Gizi, Prof. Dr. Iskari Ngadiarti kepada Suara.com, Kamis (29/1/2026).

Berdasarkan data Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI), tepung hunkwe merupakan sumber energi yang kaya karbohidrat (sekitar 364 kkal per 100g) dan mengandung mineral penting seperti fosfor, kalsium, serta zat besi yang baik untuk tubuh.

Setelah fakta terungkap, pihak oknum Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang terlibat dalam video tersebut akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik.

"Kami... menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas kegaduhan yang timbul," ujar Aiptu Ikhwan Mulyadi dalam video klarifikasi.


Terkait

Deddy Mulyadi Semprot Sudrajat Penjual Es Gabus karena Ketahuan Bohong soal Biaya Sekolah Anak
Kamis, 29 Januari 2026 | 14:46 WIB

Deddy Mulyadi Semprot Sudrajat Penjual Es Gabus karena Ketahuan Bohong soal Biaya Sekolah Anak

Deddy Mulyadi berniat memberikan bantuan uang untuk kontrakan, biaya sekolah anak, hingga modal usaha Sudrajat, tetapi urung menyerahkannya langsung.

Motor dan Modal Usaha: Empati yang Menenangkan, tapi Apakah Menyelesaikan?
Kamis, 29 Januari 2026 | 14:26 WIB

Motor dan Modal Usaha: Empati yang Menenangkan, tapi Apakah Menyelesaikan?

Artikel ini mengkritik penggunaan empati personal dan bantuan materi sebagai alat untuk meredam kegaduhan dan menghindari pertanggungjawaban institusi atas kesalahan prosedur.

Kok Bisa Tekstur Es Gabus Mirip Spons? Kata BPOM gara-gara Hal Ini
Kamis, 29 Januari 2026 | 13:36 WIB

Kok Bisa Tekstur Es Gabus Mirip Spons? Kata BPOM gara-gara Hal Ini

Es gabus jadul biasanya sering dijual di area sekolah, taman bermain atau taman kota oleh pedagang kaki lima dengan harga terjangkau.

4 Jajanan Jadul Warna-warni yang Meramaikan Masa Kecil, Ada Es Gabus!
Kamis, 29 Januari 2026 | 18:20 WIB

4 Jajanan Jadul Warna-warni yang Meramaikan Masa Kecil, Ada Es Gabus!

Buat kamu yang tumbuh besar di era 90-an, es gabus pasti bukan nama asing. Jajanan es tradisional ini dikenal dengan teksturnya yang unik, padat, berserat, empuk saat digigit.

Terbaru
Misteri Emas 74 Kg di Rumah Eks Jampidsus, Benarkah Barang Titipan?
polemik

Misteri Emas 74 Kg di Rumah Eks Jampidsus, Benarkah Barang Titipan?

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:20 WIB

Pernyataan Febrie Adriansyah yang menyebut emas tersebut sudah ada pemiliknya justru menjadi titik penting dalam proses pembuktian

Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo polemik

Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:59 WIB

Di balik narasi hijau menyelamatkan Taman Nasional Tesso Nilo, ribuan warga kecil kini kehilangan segalanyamulai dari rumah, kebun, hingga anggota keluarga dipenjara.

Ramai-ramai Berburu Anggaran di Senayan, Efisiensi Prabowo Cuma Omon-omon? polemik

Ramai-ramai Berburu Anggaran di Senayan, Efisiensi Prabowo Cuma Omon-omon?

Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:10 WIB

Sejumlah kementerian dan lembaga berbondong-bondong mengajukan tambahan anggaran kepada DPR RI. Nilainya tidak kecil, mulai dari ratusan miliar hingga puluhan triliun rupiah

Siapa di Balik BEM Bersatu? Mengaku Kelompok Mahasiswa, Tapi Dicap Gaib Oleh Kampus polemik

Siapa di Balik BEM Bersatu? Mengaku Kelompok Mahasiswa, Tapi Dicap Gaib Oleh Kampus

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:38 WIB

Semua diawali saat sekelompok muda mengatasnamakan diri BEM Bersatu secara tiba-tiba menggelar konferensi pers pada Selasa, 16 Juni 2026

Kedok Pemulihan Hutan: Benarkah Satgas PKH Hanya Membuka Jalan Bisnis Sawit Agrinas? polemik

Kedok Pemulihan Hutan: Benarkah Satgas PKH Hanya Membuka Jalan Bisnis Sawit Agrinas?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41 WIB

Barita Simanjuntak membantah anggapan bahwa lahan hasil penertiban otomatis akan dialihkan menjadi perkebunan sawit.

Geger Isu '98 Jilid 2', Benarkah Situasi Politik Saat Ini Mirip Era Reformasi? polemik

Geger Isu '98 Jilid 2', Benarkah Situasi Politik Saat Ini Mirip Era Reformasi?

Senin, 08 Juni 2026 | 20:04 WIB

Noel memberikan penekanan khusus bahwa situasi saat ini berisiko menyerupai peristiwaReformasi 1998jika tidak segera diantisipasi oleh Kepala Negara

Nyawa Lebih Murah dari Harga Ikan? Kisah Pahit Awak Kapal di Balik Perjuangan Ratifikasi ILO K-188 polemik

Nyawa Lebih Murah dari Harga Ikan? Kisah Pahit Awak Kapal di Balik Perjuangan Ratifikasi ILO K-188

Senin, 08 Juni 2026 | 10:26 WIB

Trauma puluhan tahun itu mengkristal menjadi sebuah ketegasan: laut bukan tempat untuk masa depan anaknya.

×
Zoomed