Suara.com - Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak Kamis (22/1/2026) pagi memicu banjir besar. Data terkini menyebutkan 143 RT dan belasan ruas jalan, dengan ketinggian air di Rawa Buaya mencapai puncaknya hingga setinggi dada orang dewasa.
Luapan sungai-sungai utama seperti Kali Angke, Krukut dan Ciliwung tidak hanya merendam permukiman, tetapi juga melumpuhkan mobilitas warga serta memaksa Transjakarta melakukan modifikasi rute besar-besaran akibat akses jalan yang terputus.
Kondisi darurat tersebut mengakibatkan kepadatan lalu lintas yang mengular di berbagai titik ibu kota hingga Kamis malam. Parahnya banjir Jakarta di awal 2026 ini menyisakan tanda tanya besar mengenai ketangguhan infrastruktur kota dalam menghadapi cuaca ekstrem yang kian tak terkendali.
Melihat tingginya genangan di beberapa titik serta lumpuhnya nadi transportasi ibu kota, langkah penyelamatan mandiri seperti apa yang paling krusial untuk segera dilakukan agar tetap aman di tengah ancaman bencana berulang ini?
Hari Berganti, Genangan Semakin Luas
Hujan deras yang mengguyur sejak Kamis mengakibatkan banjir meluas hingga merendam 143 RT dan 16 ruas jalan di seluruh wilayah Jakarta pada Jumat (23/1/2026) siang.
Jakarta Selatan dan Jakarta Barat menjadi titik terdampak paling parah dengan ketinggian air mencapai 120 sentimeter di Cipulir dan Rawa Buaya, akibat luapan sungai yang melumpuhkan aktivitas warga di berbagai pemukiman.
Ratusan warga terdampak dipaksa mengungsi ke masjid, aula, rusunawa, beberapa RPTRA hingga gedung PAUD di sekitar lokasi kejadian.
Tinggi muka air di Jakarta menunjukkan situasi waspada dengan Pos Angke Hulu yang mencapai status Siaga I pada ketinggian 375 cm di bawah langit mendung.
Selain itu, kenaikan air juga terpantau di wilayah Pasar Ikan yang menyentuh level Siaga II, sementara titik strategis lain seperti Bendung Katulampa dan Manggarai tetap dalam pengawasan ketat pada level Siaga III.
Banjir yang masih menggenang hingga Jumat (23/1/2026) pagi juga memaksa PT Transportasi Jakarta melakukan penyesuaian layanan besar-besaran, mulai dari penghentian sementara hingga pengalihan rute bus demi keamanan operasional.
Akses yang terputus di titik-titik krusial seperti Rawa Buaya, Grogol, dan Daan Mogot berdampak langsung pada operasional puluhan rute Mikrotrans serta bus koridor yang terpaksa mencari jalur alternatif atau memodifikasi lintasan.
Di tengah hambatan mobilitas tersebut, PLN turut mengambil langkah preventif dengan memadamkan aliran listrik di wilayah yang terdampak banjir parah guna menghindari risiko bahaya sengatan listrik bagi masyarakat.
Mengapa Banjir Begitu Parah?
Guyuran hujan ekstrem jadi salah satu pemicu debit air sungai Jakarta meluap melampaui kapasitas alaminya. Dalam tiga banjir yang terjadi pada 12, 18 dan 22 Januari, rata-rata curah hujan mencapai di atas 200 milimeter.
"Puncak tertingginya ada di tanggal 18 Januari, yaitu 267 milimeter per hari dan itu tinggi sekali," ujar Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
Gambaran sederhananya, hujan tidak lagi terlihat seperti rintik-rintik, melainkan seperti "tirai" atau "tembok putih" yang sangat rapat dengan tingkat curah di level tersebut. Persis seperti kemarin, ketika langit kelabu Jakarta menumpahkan air sejadi-jadinya ke bumi sejak pagi.
Genangan air yang melimpah terjebak di permukaan aspal akibat sistem penangkal banjir yang belum optimal, hingga akhirnya merayap perlahan merendam setiap sudut pemukiman warga.
Belum lagi ketika muka air laut naik, banjir di kawasan pesisir seolah jadi mimpi buruk tambahan bagi mereka yang tinggal di sana.
Masalah tersebut bahkan sudah berulang kali mendapat sorotan tajam dari pengamat tata kota, M. Azis Muslim setiap banjir datang.
"Kan banjir ini tuh memang menjadi satu PR besar ya buat siapapun pemerintah yang berkuasa," kata dia.

Panduan Bertahan dari Banjir
1. Tindakan Prioritas Saat Terjebak di Dalam Rumah
2. Tindakan Prioritas Saat Terjebak di Jalan Raya
a. Untuk pengendara mobil
b. Untuk pengendara motor
3. Prosedur Permintaan Evakuasi
- Saat menghubungi nomor darurat, sampaikan informasi secara detail. Contoh:
- Skala Prioritas: Petugas akan memprioritaskan evakuasi bagi:
4. Permintaan Bantuan Logistik dan Makanan
Bagi warga yang bertahan di lantai dua dan kehabisan bahan makanan, anda dapat melapor ke pengurus RT/RW atau ke nomor telepon darurat dengan format:
"Laporan Logistik - Nama Pelapor - Alamat Lengkap - Jumlah Jiwa - Kondisi Terkini."
Data nantinya akan diteruskan ke Dinas Sosial untuk pendistribusian makanan dari Dapur Umum terdekat.
Daftar Layanan Nomor Darurat
Jika Anda terjebak dan membutuhkan bantuan segera, hubungi nomor-nomor berikut:
Langkah Pemprov DKI 'Kawal' Warga dari Banjir Jakarta
Ancaman cuaca ekstrem yang diprediksi BMKG disikapi BPBD DKI Jakarta lewat perpanjangan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Jabodetabek hingga 27 Januari 2026.
Langkah ini dilakukan dengan menyiagakan personel gabungan di berbagai titik rawan serta berupaya memecah awan hujan sebelum mengguyur kawasan yang kini berstatus 'Awas'.
"Laporan dari BPBD, setiap hari rata-rata menerbangkan tiga (pesawat penyemai garam)," kata Pramono Anung.
Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta juga mengoperasikan pompa stasioner, menurunkan puluhan pompa mobile dan mengerahkan personel Pasukan Biru untuk mempercepat penanganan banjir sejak Jumat (22/1/2026) kemarin.
Sebagai solusi jangka panjang, percepatan proyek normalisasi di sejumlah titik sungai utama seperti Kali Angke, Krukut dan Ciliwung pun mulai digodok.
Bagi siswa sekolah, Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta mengeluarkan edaran terkait Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi seluruh satuan pendidikan di wilayah ibu kota.
Berdasarkan surat edaran yang dirilis pada Kamis (22/1/2026) tersebut, masa berlaku PJJ ditetapkan mulai saat ini hingga Rabu (28/1/2026) mendatang.
"Ini dalam rangka menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik karena cuaca ekstrem," papar Kepala Disdik DKI Jakarta, Nahdiana.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) DKI Jakarta secara resmi juga mengimbau seluruh perusahaan di wilayah ibu kota untuk menerapkan sistem kerja fleksibel atau work from home (WFH).
Selain aspek keselamatan jiwa, kebijakan ini diharapkan mampu menjaga keberlangsungan kegiatan usaha agar tidak lumpuh total di tengah kondisi cuaca yang sedang tidak menentu.
BPBD DKI Jakarta melaporkan 125 RT dan 16 ruas jalan masih terendam banjir hingga Jumat petang akibat hujan berintensitas tinggi.
Gubernur tinjau Pintu Air Cengkareng Drain, debit air turun. Daan Mogot fokus penanganan. OMC terus dilakukan atasi banjir Jakarta.
Hingga pukul 15.00 WIB hari ini, terdapat 140 RT dan 16 ruas jalan yang terdampak banjir di Jakarta.
Peristiwa nahas tersebut dilaporkan terjadi pada Jumat (23/1/2026) siang
Menyusuri Song Wat di Bangkok, dengan suasana yang mengingatkan pada Blok M, tempat masa lalu dan gaya hidup baru bertemu.
polemik
Mengungkap kejanggalan di balik kematian Sutrimo, Karumga eks Jampidsus Febrie Adriansyah di Desa Wlahar, Banyumas. Dari pengawasan CCTV mendadak hingga pengintai misterius.
polemik
Tidak seorang pun dari rombongan pengantar jenzah Sutrimo memperkenalkan identitas ataupun menjelaskan dari instansi mana.
polemik
MTI menilai persoalan mendasar dari pernyataan Prabowo bukan semata pada legalitas ucapan, melainkan implikasinya yang sangat destruktif bagi kualitas demokrasi
polemik
Meski keputusan ini diambil secara bulat, proses persetujuan sebelumnya sempat diwarnai kritik tajam terkait prosedur yang mendadak serta kekhawatiran akan beban anggaran
polemik
Pernyataan Febrie Adriansyah yang menyebut emas tersebut sudah ada pemiliknya justru menjadi titik penting dalam proses pembuktian
polemik
Di balik narasi hijau menyelamatkan Taman Nasional Tesso Nilo, ribuan warga kecil kini kehilangan segalanyamulai dari rumah, kebun, hingga anggota keluarga dipenjara.