Catatan Liputan Suara.com di Jepang: Keajaiban Tas, Uang dan Paspor Hilang Kembali ke Pemilik
Home > Detail

Catatan Liputan Suara.com di Jepang: Keajaiban Tas, Uang dan Paspor Hilang Kembali ke Pemilik

Ronald Seger Prabowo

Sabtu, 14 Juni 2025 | 21:26 WIB

Suara.com - Jurnalis Suara.com mendapatkan berbagai pengalaman saat tugas peliputan laga Jepang melawan Timnas Indonesia di Panasonic Suita Stadium, Osaka, Selasa (10/6/2025).

Tak hanya Osaka sebagai tempat digelarnya pertandingan, beberapa wilayah juga sempat disinggahi Suara.com. Mulai Kyoto, Gotemba dan tentu saja Tokyo.

Salah satu hal dari Negeri Sakura selama ini terkenal dengan budaya kerja keras, disiplin, hingga kejujuran dalam kehidupan sehari-hari.

Jepang memang salah satu negara yang dipuji memiliki budaya jujur yang tinggi yang bahkan diajarkan sejak dini di sekolah, membuatnya menjadi salah satu negara paling aman di dunia untuk dikunjungi.

Nofik Lukman Hakim, jurnalis salah satu media olahraga Indonesia mendadak panik saat tiba di depan Shinjuku Expressway Bus Terminal, Tokyo, Senin (9/6/2025) malam.

Betapa tidak, tas salah satu tas yang dia bawa tertinggal di bagasi kereta bawah tanah saat perjalanan dari hotel transit ke terminal.

Dirinya baru menyadari tasnya tertinggal saat keluar dari Stasiun Shinjuku menuju terminal bus yang terletak di seberangnya.

Padahal, tas tersebut berisikan surat-surat penting, termasuk paspor dan uang tunai puluhan ribu yen sebagai bekal selama berada di Jepang.

Belum lagi, Nofik beserta rombongan jurnalis Indonesia, termasuk Suara.com hanya tinggal beberapa menit untuk berangkat ke Osaka.

"Saya putuskan untuk tetap berangkat ke Osaka dulu karena besoknya harus liputan pertandingan Timnas Indonesia," ungkap dia.

Singkat cerita, setelah menyelesaikan tugas peliputan di Panasonic Stadium Suita, jurnalis yang tinggal di Karanganyar, Jawa Tengah itu segera kembali ke Tokyo menggunakan kereta cepat atau yang dikenal dengan sebutan Shinkansen, Rabu (11/6/2025).

Setibanya di Tokyo, Nofik langsung bergegas menuju Stasiun Tokyo untuk membuat laporan kehilangan di Loket Lost & Found.

Jepang memang memiliki sistem Lost & Found barang yang sangat tertata, sehingga peluang barang ditemukan kembali cukup besar.

"Saya kemudian ditanya ciri-ciri tas yang hilang seperti apa, lalu isinya apa saja. Kemudian juga ditanya turun stasiun terakhir di mana," ucap dia.

Keajaiban pun terjadi. Nofik mendapatkan kabar gembira dari petugas jika tasnya ditemukan dan tersimpan di Loket Lost & Found Stasiun Tsudanuma.

"Hanya 10 menit lho dari laporan, tas saya langsung ada datanya. Saya kemudian diberi surat rekomendasi untuk mengambil tas di sana dan Alhamdulillah ketemu," jelas Nofik.

Melansir akun Instagram @kitabuku.id, pada tahun 2024, warga Tokyo menyerahkan uang tunai hilang sebesar 4,49 miliar yen atau sekitar Rp488 miliar kepada polisi.

Dari total uang hilang tersebut, sekitar 3,63 miliar yen atau setara dengan Rp395 miliar berhasil dikembalikan kepada pemiliknya.

Jumlah ini meningkat 1,8% dari tahun sebelumnya dan menjadi rekor tertinggi dalam sejarah kota tersebut dan mencerminkan tingginya tingkat kejujuran masyarakat Jepang.

Berdasarkan hukum setempat, penemu uang berhak atas 5-20% dari total jumlah jika pemiliknya tidak mengklaim dalam tiga bulan.

Sementara dari laman Goikuzo.com, Jepang juga membentuk Lost and Found Centre yang menjadi pusat barang-barang hilang.

Tak hanya uang atau dompet, polisi juga akan menindak kehilangan payung, syal atau sarung tangan, termasuk penemuan uang 1 atau 5 yen.

Ketika seseorang kehilangan barang di Jepang, biasanya mereka langsung datang ke Lost and Found Center. Barang-barang yang hilang akan disimpan selama 3 hingga 4 hari lalu setelah itu akan diserahkan ke Metropolitan Police Lost & Found Center pusat.

Sarung tangan, payung hingga syal yang tertinggal di tempat-tempat umum dapat ditemukan di Lost and Found Centre asalkan harus melaporkan terlebih dahulu dan menunjukkan bukti kepemilikan barang serta identitas diri.

Jika ingin meminta orang lain yang untuk mengambil barang yang hilang di Lost and Found Center, maka mereka harus membuat surat kuasa untuk dibawa oleh orang yang diminta untuk mengambil barang tersebut.


Terkait

Erick Thohir Dukung AFC soal Qatar dan Arab Saudi Jadi Tuan Rumah, Mamat Alkatiri Geram: Badut AFC?
Sabtu, 14 Juni 2025 | 20:54 WIB

Erick Thohir Dukung AFC soal Qatar dan Arab Saudi Jadi Tuan Rumah, Mamat Alkatiri Geram: Badut AFC?

Respons Erick Thohir atas keputusan kontroversial AFC mendapat kritik keras dari komika Mamat Alkatiri.

ASEAN Women's 2025: Tergabung di Grup A, Ini Peluang Lolos Timnas Putri Indonesia
Sabtu, 14 Juni 2025 | 20:30 WIB

ASEAN Women's 2025: Tergabung di Grup A, Ini Peluang Lolos Timnas Putri Indonesia

Timnas putri Indonesia resmi tergabung di grup A ajang ASEAN Womens Championship 2025.

Alasan Sebenarnya Mees Hilgers Pilih Tak Bertahan di FC Twente
Sabtu, 14 Juni 2025 | 21:13 WIB

Alasan Sebenarnya Mees Hilgers Pilih Tak Bertahan di FC Twente

Mees Hilgers memang sudah beberapa kali mengutarakan keinginannya untuk melanjutkan perjalanan kariernya di luar Twente.

Terbaru
Misteri Emas 74 Kg di Rumah Eks Jampidsus, Benarkah Barang Titipan?
polemik

Misteri Emas 74 Kg di Rumah Eks Jampidsus, Benarkah Barang Titipan?

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:20 WIB

Pernyataan Febrie Adriansyah yang menyebut emas tersebut sudah ada pemiliknya justru menjadi titik penting dalam proses pembuktian

Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo polemik

Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:59 WIB

Di balik narasi hijau menyelamatkan Taman Nasional Tesso Nilo, ribuan warga kecil kini kehilangan segalanyamulai dari rumah, kebun, hingga anggota keluarga dipenjara.

Ramai-ramai Berburu Anggaran di Senayan, Efisiensi Prabowo Cuma Omon-omon? polemik

Ramai-ramai Berburu Anggaran di Senayan, Efisiensi Prabowo Cuma Omon-omon?

Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:10 WIB

Sejumlah kementerian dan lembaga berbondong-bondong mengajukan tambahan anggaran kepada DPR RI. Nilainya tidak kecil, mulai dari ratusan miliar hingga puluhan triliun rupiah

Siapa di Balik BEM Bersatu? Mengaku Kelompok Mahasiswa, Tapi Dicap Gaib Oleh Kampus polemik

Siapa di Balik BEM Bersatu? Mengaku Kelompok Mahasiswa, Tapi Dicap Gaib Oleh Kampus

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:38 WIB

Semua diawali saat sekelompok muda mengatasnamakan diri BEM Bersatu secara tiba-tiba menggelar konferensi pers pada Selasa, 16 Juni 2026

Kedok Pemulihan Hutan: Benarkah Satgas PKH Hanya Membuka Jalan Bisnis Sawit Agrinas? polemik

Kedok Pemulihan Hutan: Benarkah Satgas PKH Hanya Membuka Jalan Bisnis Sawit Agrinas?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41 WIB

Barita Simanjuntak membantah anggapan bahwa lahan hasil penertiban otomatis akan dialihkan menjadi perkebunan sawit.

Geger Isu '98 Jilid 2', Benarkah Situasi Politik Saat Ini Mirip Era Reformasi? polemik

Geger Isu '98 Jilid 2', Benarkah Situasi Politik Saat Ini Mirip Era Reformasi?

Senin, 08 Juni 2026 | 20:04 WIB

Noel memberikan penekanan khusus bahwa situasi saat ini berisiko menyerupai peristiwaReformasi 1998jika tidak segera diantisipasi oleh Kepala Negara

Nyawa Lebih Murah dari Harga Ikan? Kisah Pahit Awak Kapal di Balik Perjuangan Ratifikasi ILO K-188 polemik

Nyawa Lebih Murah dari Harga Ikan? Kisah Pahit Awak Kapal di Balik Perjuangan Ratifikasi ILO K-188

Senin, 08 Juni 2026 | 10:26 WIB

Trauma puluhan tahun itu mengkristal menjadi sebuah ketegasan: laut bukan tempat untuk masa depan anaknya.

×
Zoomed