Review GJLS Ibuku Ibu-Ibu yang Gak Jelas Maksimal, Siap Saingi Perolehan Penonton Agak Laen?
Home > Detail

Review GJLS Ibuku Ibu-Ibu yang Gak Jelas Maksimal, Siap Saingi Perolehan Penonton Agak Laen?

Yohanes Endra

Sabtu, 14 Juni 2025 | 09:14 WIB

Suara.com - Film GJLS: Ibuku Ibu-Ibu akhirnya tayang di bioskop mulai Kamis, 12 Juni 2025.

Kepopuleran film Agak Laen yang juga berawal dari grup podcast komika membuat GJLS: Ibuku Ibu-Ibu pun amat ditunggu-tunggu.

Apalagi Agak Laen berhasil meraih lebih dari 9 juta penonton saat tayang di bioskop pada 1 Februari 2024.

Harapan untuk film yang dibintangi Hifdzi Khoir, Rigen Rakelna, dan Ananta Rispo ini sama meledaknya dengan Agak Laen tentu diperkirakan banyak orang.

Film GJLS: Ibuku Ibu-Ibu Bercerita tentang Apa?

Hifdzi, Rigen, dan Rispo yang dikenal sebagai trio GJLS berperan dengan nama mereka masing-masing. Mereka adalah putra dari Pak Tyo yang diperankan Bucek Depp.

Pengenalan karakter maupun inti cerita sudah secara blak-blakan disajikan di awal film.

Rispo hobi berjudi online, Hifdzi bekerja sebagai MC dangdut, dan Rigen menjadi pawang hujan.

Ketika sedang menjalani pekerjaan masing-masing, nama Kartini ibu mereka diumumkan meninggal dunia melalui suara toa masjid.

Kehidupan Hifdzi, Rigen, dan Rispo langsung beralih ke masa enam bulan setelah wafatnya ibu mereka.

Review Film GJLS: Ibuku Ibu-Ibu. [Instagram]
Review Film GJLS: Ibuku Ibu-Ibu. [Instagram]

Pak Tyo yang juragan kos-kosan kesulitan mengurus propertinya karena semula Kartini yang mengerjakan semuanya.

Tawaran untuk menjual kos-kosan seharga Rp 8 miliar pun datang, tetapi Pak Tyo menolak.

Di saat yang bersamaan, Rispo terlilit pinjaman online, Rigen menghilangkan mobil teman, dan pacar Hifdzi mendesak dinikahi karena sudah hamil.

Oleh sebab itu, Rispo, Rigen, dan Hifdzi ikut mendesak Pak Tyo ayah mereka untuk menjual kos-kosan.

Namun Pak Tyo malah jatuh cinta dengan penghuni kos baru bernama Feni (diperankan Nadya Arina) yang sanggup menggantikan Kartini mengurus propertinya.

Dengan segala cara, Rispo, Rigen, dan Hifdzi bekerja sama agar hubungan Pak Tyo dan Feni berakhir.

Film GJLS: Ibuku Ibu-Ibu Memang Gak Jelas Maksimal!

Film GJLS: Ibuku Ibu-Ibu bukan hanya nggak jelas di poster yang wajah para pemainnya diburamkan. Ceritanya juga sudah cukup nggak jelas 'kan?

Itu belum seberapa sebelum nonton film garapan Monty Tiwa ini secara keseluruhan!

Hal pertama yang penulis suka dari film GJLS: Ibuku Ibu-Ibu adalah alurnya yang cepat.

Rasanya tidak ada yang dipanjang-panjangkan atau terlalu cepat. Konflik dan pengenalan karakter sudah disuguhkan sejak awal film.

Tak disangka juga kalau film GJLS: Ibuku Ibu-Ibu menyisipkan genre musikal tipis-tipis.

Meski hanya satu lagu dengan tarian ala India, penulis menilainya sebagai suguhan yang menyegarkan di tengah kekocakan demi kekocakan yang disuguhkan.

Dialog-dialog para pemain, terutama Rispo, Rigen, dan Hifdzi juga terasa natural seperti percakapan sehari-hari.

Dari awal sampai akhir, penonton film GJLS: Ibuku Ibu-Ibu akan diajak tertawa dengan porsi yang pas: tidak banyak, juga tidak kurang.

Review Film GJLS: Ibuku Ibu-Ibu. [Instagram]
Review Film GJLS: Ibuku Ibu-Ibu. [Instagram]

Saking naturalnya, editor memutuskan untuk tidak menyunting adegan-adegan yang menampilkan kesalahan aktor, yang biasanya dimunculkan di akhir film atau biasa disebut dengan istilah blooper.

Misalnya adegan Rispo berkedip saat ditampar yang di-cut sutradara, lalu Rispo mengeluh "Masa ditampar nggak kedip!"

Adegan-adegan seperti itu masuk ke dalam film 'utama' GJLS: Ibuku Ibu-Ibu seakan-akan kesalahan editor.

Bisa saja kesalahan editor apabila hanya ada satu blooper, tapi ternyata banyak loh!

Oh ya, jangan khawatir bagi yang tidak pernah menonton podcast GJLS SHOW di GJLS Entertainment karena sama sekali nggak ngaruh.

Candaan Rigen, Rispo, dan Hifdzi sangat sehari-hari sehingga penulis yakini akan diterima berbagai kalangan.

Tapi perlu diingat, rate film GJLS: Ibuku Ibu-Ibu 17+ jadi harus nonton sesuai umur ya!

Melihat adegan-adegan 'nakal 17+' dalam film GJLS: Ibuku Ibu-Ibu, penulis jadi kepikiran Warkop DKI.

Celetukan nakal di film ini terasa tidak berlebihan, mengingatkan penulis pada Dono, Kasino, Indro juga menyuguhkan adegan-adegan serupa dengan 'cerdas'.

Jumlah anggota GJLS dan Warkop DKI pun sama-sama tiga alias trio. 

Mungkin terdengar agak berlebihan apabila Rigen, Rispo, dan Hifdzi dikatakan sebagai penerus trio Warkop DKI.

Perjalanan mereka tentu masih sangat panjang, tetapi penulis merasa ada potensi untuk mengarah ke sana.

Tanpa mengetahui berapa hasil akhir jumlah penonton GJLS: Ibuku Ibu-Ibu di bioskop, penulis sudah berharap mereka akan berkarya kembali entah dalam bentuk film atau series.

Mungkin terbacanya berlebihan tapi tontonlah dulu film GJLS: Ibuku Ibu-Ibu biar tau deh! Dijamin ngakak sampai keluar air mata dikit!

Oh ya, Luna Maya, Maxime Bouttier, hingga Prilly Latuconsina juga muncul dalam film GJLS: Ibuku Ibu-Ibu. Sebagai apa? Tonton langsung biar tahu.

Bisakah Film GJLS: Ibuku Ibu-Ibu Dibandingkan dengan Agak Laen?

Tanpa bermaksud membandingkan, tapi karena sama-sama berasal dari grup podcast komika, GJLS: Ibuku Ibu-Ibu dan Agak Laen pasti akan dikaitkan.

Apalagi Agak Laen sukses memperoleh lebih dari 9 juta penonton dan membuatnya menjadi film Indonesia terlaris ketiga sepanjang masa.

Pendapat pribadi penulis, film GJLS: Ibuku Ibu-Ibu sangat bisa menyaingi Agak Laen. Ketimbang Agak Laen, menurut penulis, GJLS: Ibuku Ibu-Ibu lebih lucu.

Di film Agak Laen, penulis masih bisa meneteskan air mata saat Oki meminta maaf kepada sang ibunda karena belum bisa menjadi anak yang membanggakan.

Unsur drama dalam film Agak Laen masih sangat terasa dari awal sampai akhir. Sementara GJLS: Ibuku Ibu-Ibu dari awal sampai akhir benar-benar tidak jelas, tapi lucu maksimal.

Ibarat semangkuk bubur ayam, komedi dalam film ini adalah bubur, sementara unsur dramanya hanya topping ayam.

Jadi untuk yang sedang mencari tontonan yang menghibur, di tengah carut-marutnya kehidupan (penulis sendiri, mungkin), GJLS: Ibuku Ibu-Ibu sangat direkomendasikan!

Sesuai tagline yang mereka usung yaitu #SiapGoblok, mari menjadi 'bodoh' selama 1 jam 35 menit bersama trio GJLS.

Film GJLS: Ibuku Ibu-Ibu bakal tembus 54 juta penonton seperti harapan Rispo? Aminkan!

Kontributor : Neressa Prahastiwi


Terkait

Kalau Film GJLS Tembus 500 Ribu Penonton, Rispo Janji Buatkan 10 SIM
Jum'at, 13 Juni 2025 | 20:57 WIB

Kalau Film GJLS Tembus 500 Ribu Penonton, Rispo Janji Buatkan 10 SIM

Jumlah penonton di hari pertama penayangan film GJLS: Ibuku Ibu-Ibu mencapai 75 ribu penonton.

Film GJLS: Ibuku Ibu-Ibu Bikin Bucek Depp Berhenti Syuting 3 Bulan: Gue Hibernasi
Kamis, 05 Juni 2025 | 14:09 WIB

Film GJLS: Ibuku Ibu-Ibu Bikin Bucek Depp Berhenti Syuting 3 Bulan: Gue Hibernasi

Bucek Depp bilang syuting film GJLS: Ibuku Ibu-Ibu cukup menguras tenaganya.

Rigen Rakelna Bingung Sendiri Nonton Film GJLS
Rabu, 04 Juni 2025 | 11:43 WIB

Rigen Rakelna Bingung Sendiri Nonton Film GJLS

"Ya Allah, santai banget ini film. Terlalu aneh ini ya," kata Rigen.

Terbaru
Song Wat, Sisi Lain Bangkok yang Bikin Teringat Blok M
polemik

Song Wat, Sisi Lain Bangkok yang Bikin Teringat Blok M

Rabu, 26 Agustus 2026 | 12:28 WIB

Menyusuri Song Wat di Bangkok, dengan suasana yang mengingatkan pada Blok M, tempat masa lalu dan gaya hidup baru bertemu.

Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo polemik

Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo

Kamis, 30 Juli 2026 | 16:00 WIB

Mengungkap kejanggalan di balik kematian Sutrimo, Karumga eks Jampidsus Febrie Adriansyah di Desa Wlahar, Banyumas. Dari pengawasan CCTV mendadak hingga pengintai misterius.

Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman polemik

Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman

Kamis, 30 Juli 2026 | 15:38 WIB

Tidak seorang pun dari rombongan pengantar jenzah Sutrimo memperkenalkan identitas ataupun menjelaskan dari instansi mana.

Kami Ireng Tapi Bukan Londo, Menjawab Cap Antek Asing dari Podium Kekuasaan polemik

Kami Ireng Tapi Bukan Londo, Menjawab Cap Antek Asing dari Podium Kekuasaan

Senin, 27 Juli 2026 | 18:33 WIB

MTI menilai persoalan mendasar dari pernyataan Prabowo bukan semata pada legalitas ucapan, melainkan implikasinya yang sangat destruktif bagi kualitas demokrasi

Gratis Tapi Mahal, Mengapa RI Nekat Terima Hibah Kapal Induk Tua Italia? polemik

Gratis Tapi Mahal, Mengapa RI Nekat Terima Hibah Kapal Induk Tua Italia?

Jum'at, 24 Juli 2026 | 18:36 WIB

Meski keputusan ini diambil secara bulat, proses persetujuan sebelumnya sempat diwarnai kritik tajam terkait prosedur yang mendadak serta kekhawatiran akan beban anggaran

Misteri Emas 74 Kg di Rumah Eks Jampidsus, Benarkah Barang Titipan? polemik

Misteri Emas 74 Kg di Rumah Eks Jampidsus, Benarkah Barang Titipan?

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:20 WIB

Pernyataan Febrie Adriansyah yang menyebut emas tersebut sudah ada pemiliknya justru menjadi titik penting dalam proses pembuktian

Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo polemik

Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:59 WIB

Di balik narasi hijau menyelamatkan Taman Nasional Tesso Nilo, ribuan warga kecil kini kehilangan segalanyamulai dari rumah, kebun, hingga anggota keluarga dipenjara.

×
Zoomed