Sekolah Pagi Buta: Antara Ambisi Dedi Mulyadi dan Tumbuh Kembang Anak
Home > Detail

Sekolah Pagi Buta: Antara Ambisi Dedi Mulyadi dan Tumbuh Kembang Anak

Erick Tanjung | Muhammad Yasir

Rabu, 04 Juni 2025 | 07:39 WIB

Suara.com - Kebijakan masuk sekolah pukul 6 pagi yang dicanangkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menuai kritik. Selain dikhawatirkan menghambat tumbuh kembang anak, kebijakan ini dinilai berpotensi menurunkan motivasi hingga kualitas belajar.

KEBIJAKAN masuk sekolah pukul 06.00 WIB baru-baru ini digulirkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Alasannya untuk membangun kedisiplinan serta menyeragamkan jadwal belajar Senin hingga Jumat untuk semua jenjang sekolah; SD, SMP dan SMA/SMK.

Kebijakan ini, kata Dedi, bukan tanpa dasar. Tapi sudah pernah ia terapkan saat menjabat Bupati Purwakarta.

“Saya Bupati pertama yang membuat hari belajar Senin sampai Jumat dan jam pelajarannya mulai pukul 06.00 pagi,” ucapnya.

Namun pengamat pendidikan sekaligus Ketua Yayasan Guru Belajar, Bukik Setiawan justru menilai kebijakan ini keliru secara prinsip. Sebab, selain berpotensi mengganggu ritme tumbuh kembang anak, kebijakan masuk sekolah pukul 6 pagi itu dapat merusak keseimbangan antara kehidupan rumah dan sekolah.

“Prinsipnya jelas: rumah dulu, sekolah kemudian. Anak butuh waktu untuk bangun dengan wajar, mengurus diri, membantu urusan rumah, baru kemudian berangkat belajar dalam kondisi siap,” jelas Bukik kepada Suara.com, Selasa (3/6/2025).

Ilustrasi sekolah rakyat. [Ist]
Ilustrasi sekolah. [Ist]

Bukik menjelaskan pagi hari adalah momen penting dalam membangun kemandirian dan tanggung jawab anak di rumah. Sementara dengan jadwal masuk sekolah yang terlalu pagi, keluarga otomatis harus bangun lebih awal, melewati pagi dalam ketergesaan, dan kehilangan waktu bersama seperti sarapan keluarga.

“Ini kebijakan yang merepotkan semua pihak. Anak dan orang tua sama-sama terbebani. Padahal pagi hari adalah saat anak belajar bertanggung jawab di rumah—bukan dikejar-kejar masuk sekolah,” ujarnya.

Di samping itu, Bukik juga mengkhawatirkan dampak akademik di balik kebijakan ini. Kondisi pelajar yang kurang tidur akibat harus bangun terlalu pagi secara langsung menurutnya dapat menurunkan fungsi otak, konsentrasi hingga motivasi untuk belajar.

Alih-alih memajukan waktu masuk sekolah, Bukik menilai Dedi seharusnya fokus pada penciptaan budaya belajar yang menyenangkan dan relevan. Sementara, jika ingin anak datang tepat waktu dan disiplin, maka sekolah sudah sepatutnya menjadi tempat yang mereka inginkan, bukan hindari.

“Pendidikan bukan perlombaan bangun paling pagi, tapi perjalanan tumbuh bersama. Dalam perjalanan itu, tubuh, jiwa, dan suara anak layak didengar—bukan diabaikan,” tuturnya.

Kebijakan Tanpa Kajian

Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim berpendapat serupa. Ia menilai kebijakan pendidikan yang digulirkan Dedi selama ini dari Barak Militer hingga masuk sekolah pukul 6 pagi itu rapuh secara konseptual karena tidak berdasar kajian atau penelitian.

“Yang dibangun pun bukan kekuatan birokrasi di bawah, melainkan personal Kang Dedi Mulyadi sebagai gubernur. Tentu ini menjadi problematika sendiri dalam internal birokrasi daerah,” ujar Satriwan kepada Suara.com.

Potret siswa SD di SDN Mangkura, Kota Makassar, Sulawesi Selatan [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara]
Ilustrasi siswa di sekolah. [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara]

Menurut Satriwan, Dedi semestinya berkaca dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang pernah membatalkan kebijakan masuk sekolah pukul 05.00 WITA. Kebijakan yang sempat digulirkan mantan Gubernur NTT Viktor Laiskodat itu sempat direvisi menjadi pukul 05.30 WITA hingga akhirnya kembali menerapkan masuk pukul 07.00 WITA setelah dilakukan evaluasi.

Selain itu kebijakan masuk sekolah pukul 6 pagi yang digulirkan Dedi menurut Satriwan juga tidak lazim secara internasional. Ia menyebut negara-negara seperti Amerika Serikat, Cina, dan Malaysia memulai sekolah rata-rata pukul 07.30 pagi. Sementara India, Inggris, Korea Selatan, dan Rusia memulai pada pukul 08.00. Bahkan, Jepang dan Singapura memulai lebih siang, yakni sekitar pukul 08.30 pagi.

“Artinya negara-negara maju rata-rata masuk sekolah lebih siangan. Semuanya juga dalam skema lima hari belajar Senin–Jumat,” jelasnya.

Satriwan berharap Dedi ke depan dapat lebih mengedepankan kajian dan penelitian sebelum mengambil kebijakan. Terlebih di tengah tantangan pendidikan di Jawa Barat yang cukup berat. Seperti angka tidak sekolah yang mencapai 660.447 anak.

“Bahkan Jawa Barat berada di urutan pertama nasional angka putus sekolah di jenjang SD,” beber Satriwan merujuk data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tahun 2024.

Berlaku Juli

Pemerintahan Provinsi Jawa Barat belakangan memutuskan untuk menerapkan waktu masuk sekolah pukul 06.30 WIB. Kebijakan yang akan mulai berlaku pada Tahun Ajaran Baru 2025/2026 tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor: 58/PK.03/Disdik tentang Jam Efektif pada Satuan Pendidikan di Provinsi Jawa Barat.

“Pemberlakuan jam masuk sekolah pukul 06.30 WIB ini dimulai Tahun Ajaran Baru 2025/2026,” tulis akun Instagram resmi Dinas Pendidikan Jawa Barat @disdikjabar, Selasa, 3 Juni.

Dalam keterangannya, Disdik Provinsi Jawa Barat mengklaim kebijakan ini diambil dalam rangka mengoptimalkan kemampuan menyerap pembelajaran di pagi hari. Mereka juga mengklaim telah disesuaikan dengan potensi usia peserta didik.

Sementara Dedi usai Rapat Paripurna Hari Jadi Bogor (HJB) ke-543 di DPRD Bogor, Jawa Barat, pada Selasa, 3 Juni 2025 menyebut, kebijakan ini diambil untuk menciptakan rutinitas yang lebih efisien bagi keluarga.

“Orang tua bisa berangkat bersama anaknya, mengantar ke sekolah dulu baru ke kantor. Ini kan efektif,” tuturnya.


Terkait

Respons Wamendikdasmen Soal Kebijakan KDM Masuk Sekolah Jam 6 Pagi: Mau Istikharah Dulu
Selasa, 03 Juni 2025 | 16:50 WIB

Respons Wamendikdasmen Soal Kebijakan KDM Masuk Sekolah Jam 6 Pagi: Mau Istikharah Dulu

Kebijakan Dedi Mulyadi yang dimaksud yakni soal pembatasan jam malam bagi pelajar serta masuk sekolah pukul 6 pagi

Dedi Mulyadi Mau Anak Sekolah Masuk Jam 6 Pagi, Komisi X DPR: Tolong Dikaji Dulu Secara Mendalam
Selasa, 03 Juni 2025 | 15:10 WIB

Dedi Mulyadi Mau Anak Sekolah Masuk Jam 6 Pagi, Komisi X DPR: Tolong Dikaji Dulu Secara Mendalam

Menurutnya, kajian penting dilakukan lantaran untuk anak sekolah masuk jam 6 pagi pasti butuh penyesuaian.

Sidak Pasar Trusmi, Dedi Mulyadi Singgung Bupati Cirebon
Selasa, 03 Juni 2025 | 12:52 WIB

Sidak Pasar Trusmi, Dedi Mulyadi Singgung Bupati Cirebon

Dedi Mulyadi menyinggung Bupati Cirebon saat mengunjungi Pasar Trusmi.

Terbaru
Song Wat, Sisi Lain Bangkok yang Bikin Teringat Blok M
polemik

Song Wat, Sisi Lain Bangkok yang Bikin Teringat Blok M

Rabu, 26 Agustus 2026 | 12:28 WIB

Menyusuri Song Wat di Bangkok, dengan suasana yang mengingatkan pada Blok M, tempat masa lalu dan gaya hidup baru bertemu.

Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo polemik

Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo

Kamis, 30 Juli 2026 | 16:00 WIB

Mengungkap kejanggalan di balik kematian Sutrimo, Karumga eks Jampidsus Febrie Adriansyah di Desa Wlahar, Banyumas. Dari pengawasan CCTV mendadak hingga pengintai misterius.

Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman polemik

Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman

Kamis, 30 Juli 2026 | 15:38 WIB

Tidak seorang pun dari rombongan pengantar jenzah Sutrimo memperkenalkan identitas ataupun menjelaskan dari instansi mana.

Kami Ireng Tapi Bukan Londo, Menjawab Cap Antek Asing dari Podium Kekuasaan polemik

Kami Ireng Tapi Bukan Londo, Menjawab Cap Antek Asing dari Podium Kekuasaan

Senin, 27 Juli 2026 | 18:33 WIB

MTI menilai persoalan mendasar dari pernyataan Prabowo bukan semata pada legalitas ucapan, melainkan implikasinya yang sangat destruktif bagi kualitas demokrasi

Gratis Tapi Mahal, Mengapa RI Nekat Terima Hibah Kapal Induk Tua Italia? polemik

Gratis Tapi Mahal, Mengapa RI Nekat Terima Hibah Kapal Induk Tua Italia?

Jum'at, 24 Juli 2026 | 18:36 WIB

Meski keputusan ini diambil secara bulat, proses persetujuan sebelumnya sempat diwarnai kritik tajam terkait prosedur yang mendadak serta kekhawatiran akan beban anggaran

Misteri Emas 74 Kg di Rumah Eks Jampidsus, Benarkah Barang Titipan? polemik

Misteri Emas 74 Kg di Rumah Eks Jampidsus, Benarkah Barang Titipan?

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:20 WIB

Pernyataan Febrie Adriansyah yang menyebut emas tersebut sudah ada pemiliknya justru menjadi titik penting dalam proses pembuktian

Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo polemik

Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:59 WIB

Di balik narasi hijau menyelamatkan Taman Nasional Tesso Nilo, ribuan warga kecil kini kehilangan segalanyamulai dari rumah, kebun, hingga anggota keluarga dipenjara.

×
Zoomed