Bantuan China untuk MBG: Kadin Senang, Ekonom Khawatir 'No Free Lunch'!
Home > Detail

Bantuan China untuk MBG: Kadin Senang, Ekonom Khawatir 'No Free Lunch'!

Erick Tanjung | Muhammad Yasir

Rabu, 28 Mei 2025 | 07:56 WIB

Suara.com - Keterlibatan China dalam program Makan Bergizi Gratis atau MBG menimbulkan sejumlah kekhawatiran. Pasalnya tak ada yang gratis di balik bantuan pendanaan dari negara lain. Apa saja kekhawatiran itu?

RENCANA keterlibatan pengusaha China dalam program MBG diungkapkan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie. Kadin Indonesia dan Kadin China —China Chamber of Commerce in Indonesia— baru-baru ini menandatangani nota kesepahaman kerja sama itu di sela acara Indonesia-China Business Reception 2025 di Hotel Shangri-La, Jakarta, pada Sabtu, 24 Mei 2025.

Anindya yang karib disapa Anin ini menyebut salah satu bentuk batuan China rencananya melalui pengadaan 1.000 dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gotong Royong. Dapur tersebut diinisiasi Kadin Indonesia untuk mendukung target pemerintah mendistribusikan 82,9 juta paket MBG perhari.

“Mereka banyak sekali ingin partisipasi,” ungkap Anin.

Kadin Indonesia saat ini tengah mengembangkan beberapa SPPG Gotong Royong. Sebanyak 16 unit telah dibangun sebagai proyek percontohan. Di mana dari proyek percontohan ini, investor dapat berkontribusi dalam berbagai bentuk.

Anin memperkirakan para pengusaha atau investor China kemungkinan tertarik untuk membangun SPPG Gotong Royong di lokasi yang berdekatan dengan areal investasi mereka di Indonesia. Seperti Halmahera Timur, Maluku Utara; Sulawesi; dan Kalimantan.

“Saya yakin akan menjadi fokus mereka dan itu masuk akal, karena dekat sekali dengan dapur mereka untuk karyawan,” jelasnya.

Petugas tengah menyiapkan menu makan bergizi gratis. (Antara/ist)
Petugas tengah menyiapkan menu makan bergizi gratis. (Antara/ist)

Ada 30 pimpinan perusahaan asal China hadir dalam acara Indonesia-China Business Reception 2025. Acara tersebut juga turut dihadiri Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Republik Rakyat China Li Qiang.

Selain pengadaan SPPG, Anin mengungkap para pengusaha asal China juga tertarik untuk menyokong penyediaan protein dan karbohidrat. Namun ia mengklaim kontribusi ini tidak hanya sebatas impor.

“Tetapi mereka juga tertarik membuat pertaniannya sendiri, agrikulturnya sendiri,” imbuhnya.

Kekhawatiran di Balik Investasi China

Rencana keterlibatan China dalam proyek MBG mendapat sorotan tajam dari ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda. Ia membeberkan kekhawatiran di balik bantuan pendanaan atau investasi tersebut. Sebab menurutnya tidak ada yang gratis dari setiap bantuan pendanaan yang diberikan oleh negara lain. Termasuk China dalam program MBG ini.

“No free lunch. Pasti akan ada yang dikorbankan untuk mendapatkan bantuan tersebut, mulai dari politik hingga sumber daya alam,” ungkap Huda kepada Suara.com, Selasa (27/5/2025).

Salah satu kekhawatiran Huda, keterlibatan China dalam program MBG bisa menjadi celah masuknya impor pangan atau bahan makanan dari negara tersebut. Jika terjadi maka itu bisa mengancam rantai pasok lokal. Padahal salah dampak positif yang program MBG itu diharapkan dapat membantu perekonomian lokal.

“Jangan sampai multiplier program MBG ini justru dinikmati oleh produsen supplier dari China, bukan dari produsen lokal kita,” ujarnya.

Apa yang dikhawatirkan Huda bukan tanpa sebab. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana pernah menyampaikan, program MBG akan menghabiskan anggaran sekitar Rp1,2 triliun sehari jika telah beroperasi 30 ribu SPPG untuk melayani 82,9 juta penerima.

“Setiap hari pengeluaran MBG bisa Rp1 triliun lebih, perusahaan penyedia makanan mana yang tidak tergiur?” imbuh Huda.

Ilustrasi anak SD menyantap MBG.
Ilustrasi anak SD menyantap MBG. [Ist]

Upaya menarik China dalam program MBG tidak hanya dilakukan Kadin Indonesia. Presiden Prabowo Subianto juga sempat menyampaikan harapan itu saat bertemu Perdana Menteri China Li Qiang di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu, 25 Mei 2025.

Klaim Anggaran Memadai

Program MBG diketahui telah berlangsung sejak 6 Januari 2025. Namun belum digelar di seluruh wilayah Indonesia. Pemerintah menargetkan program unggulan Presiden Prabowo itu mampu menyasar 82,9 juta penerima hingga akhir tahun dengan total anggaran yang telah disiagakan mencapai Rp171 triliun.

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan atau Presidential Communication Office (PCO) Hasan Nasbi mengatakan pemerintah terbuka dengan tawaran bantuan negara lain. Meski ia mengklaim anggaran yang dimiliki pemerintah untuk program MBG tahun ini telah mencukupi.

“Kalau ada bantuan dari negara lain, Alhamdulillah. Kalau tidak ada bantuan, pemerintah akan jalan terus karena dananya sudah memadai dan sudah ada,” kata Hasan di Kantor PCO, Jakarta Pusat, Senin, 26 Mei 2025.

Sejauh ini, kata Hasan, banyak negara mengapresiasi program MBG. Selain China banyak negara lain dan tokoh filantropis seperti Bill Gates yang juga menawarkan bantuan untuk program tersebut.

“Bill Gates yang ingin memberikan pendampingan untuk suplemen dan makanan tambahan,” ungkapnya.

Hasan menilai tawaran bantuan dari China dan Bill Gates tak ubahnya ‘bonus’. Sebab sekalipun tidak ada bantuan dari mereka program MBG akan tetap berjalan.

“Seandainya mereka ingin membantu, kami akan terima dengan tangan terbuka. Seandainya pun tidak, kami akan tetap berjalan dengan kekuatan kami sendiri,” pungkasnya.


Terkait

Energi Positif di Hari Pertama TC Timnas Indonesia, Kluivert Ungkap Fakta Ini
Selasa, 27 Mei 2025 | 19:42 WIB

Energi Positif di Hari Pertama TC Timnas Indonesia, Kluivert Ungkap Fakta Ini

Patrick Kluivert melihat adanya energi positif saat menggelar latihan perdana sehingga ia yakin bisa mengalahkan China.

Terbaru
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
polemik

Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo

Kamis, 30 Juli 2026 | 16:00 WIB

Mengungkap kejanggalan di balik kematian Sutrimo, Karumga eks Jampidsus Febrie Adriansyah di Desa Wlahar, Banyumas. Dari pengawasan CCTV mendadak hingga pengintai misterius.

Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman polemik

Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman

Kamis, 30 Juli 2026 | 15:38 WIB

Tidak seorang pun dari rombongan pengantar jenzah Sutrimo memperkenalkan identitas ataupun menjelaskan dari instansi mana.

Kami Ireng Tapi Bukan Londo, Menjawab Cap Antek Asing dari Podium Kekuasaan polemik

Kami Ireng Tapi Bukan Londo, Menjawab Cap Antek Asing dari Podium Kekuasaan

Senin, 27 Juli 2026 | 18:33 WIB

MTI menilai persoalan mendasar dari pernyataan Prabowo bukan semata pada legalitas ucapan, melainkan implikasinya yang sangat destruktif bagi kualitas demokrasi

Gratis Tapi Mahal, Mengapa RI Nekat Terima Hibah Kapal Induk Tua Italia? polemik

Gratis Tapi Mahal, Mengapa RI Nekat Terima Hibah Kapal Induk Tua Italia?

Jum'at, 24 Juli 2026 | 18:36 WIB

Meski keputusan ini diambil secara bulat, proses persetujuan sebelumnya sempat diwarnai kritik tajam terkait prosedur yang mendadak serta kekhawatiran akan beban anggaran

Misteri Emas 74 Kg di Rumah Eks Jampidsus, Benarkah Barang Titipan? polemik

Misteri Emas 74 Kg di Rumah Eks Jampidsus, Benarkah Barang Titipan?

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:20 WIB

Pernyataan Febrie Adriansyah yang menyebut emas tersebut sudah ada pemiliknya justru menjadi titik penting dalam proses pembuktian

Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo polemik

Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:59 WIB

Di balik narasi hijau menyelamatkan Taman Nasional Tesso Nilo, ribuan warga kecil kini kehilangan segalanyamulai dari rumah, kebun, hingga anggota keluarga dipenjara.

Ramai-ramai Berburu Anggaran di Senayan, Efisiensi Prabowo Cuma Omon-omon? polemik

Ramai-ramai Berburu Anggaran di Senayan, Efisiensi Prabowo Cuma Omon-omon?

Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:10 WIB

Sejumlah kementerian dan lembaga berbondong-bondong mengajukan tambahan anggaran kepada DPR RI. Nilainya tidak kecil, mulai dari ratusan miliar hingga puluhan triliun rupiah

×
Zoomed