Menyingkap Makna di Balik Larangan Gembar-gembor Dua Periode Prabowo
Home > Detail

Menyingkap Makna di Balik Larangan Gembar-gembor Dua Periode Prabowo

Erick Tanjung | Muhammad Yasir

Kamis, 22 Mei 2025 | 07:54 WIB

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto melarang kader Partai Gerindra dan Tunas Indonesia Raya (Tidar) menggembar-gemborkan dua periode. Ia juga menyatakan tidak akan maju lagi di Pilpres 2029 bila pemerintahannya gagal memenuhi janji. Benarkah Prabowo tak terlalu berambisi maju kembali sebagai presiden?

KEHADIRAN Prabowo di acara Kongres ke IV Tidar disambut sorak-sorai dua periode. Rahayu Saraswati Djojohadikusumo alias Sara yang kembali terpilih sebagai Ketua Umum Tidar secara aklamasi menyebut seluruh kader menginginkan Prabowo kembali maju di Pilpres 2029.

Sara merupakan kemenakan Prabowo. Ia menilai upaya untuk memenangkan kembali Gerindra dan Prabowo di Pilpres 2029 itu perlu dipersiapkan sedini mungkin.

“Walaupun ini masih 2025 tapi dalam konteks politik itu terjadi sekejap mata. Kami ingin Gerindra menang, Prabowo dua periode,” kata Sara di sela Kongres IV Tidar di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Sabtu (17/5) lalu.

Tidar adalah organisasi sayap pemuda Partai Gerindra. Sebagai Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo yang berpidato dalam acara tersebut justru melarang kadernya menggembar-gemborkan dua periode.

“Kader-kader muda, saya mau koreksi saudara-saudara. Please, tolong jangan sebut seperti itu. Kita belum satu tahun menjalankan amanah. Niat itu silakan disimpan dalam hati,” ujar Prabowo.

Sejumlah tamu undangan anggota dari legislator hingga menteri menyaksikan pengangkatan Rahayu Saraswati menjadi Ketua Tidar. [Dok]
Sejumlah tamu undangan anggota dari legislator hingga menteri menyaksikan pengangkatan Rahayu Saraswati menjadi Ketua Tidar. [Dok]

Selain terlalu dini, Prabowo menegaskan saat ini ingin fokus menjalankan pemerintahan sebaik mungkin. Ia bahkan mengklaim tidak akan kembali maju di Pilpres 2029 jika merasa tidak berhasil memenuhi janji-janjinya.

“Kalau seandainya saya menilai diri saya tidak berhasil, saya mohon dengan sangat jangan saudara harapkan saya mau maju lagi,” katanya.

Sementara Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani mengatakan larangan gembar-gembor dua periode itu sebagai bentuk kerendahan hati Prabowo. Di mana sebagai pemimpin partai sekaligus kepala negara, Prabowo menginginkan terlebih dahulu fokus bekerja untuk rakyat.

Walakin begitu, Muzani meminta seluruh kader Partai Gerindra untuk tetap berjuang dan bekerja keras demi mewujudkan Prabowo kembali menjadi presiden di Pilpres 2029.

“Kami harus tetap semangat bekerja dan kami bisa buktikan bahwa Gerindra dan rakyat Indonesia menginginkan Pak Prabowo untuk dua periode,” kata Muzani kepada wartawan, Minggu (18/5).

Mengapa Prabowo Larang Gembar-gembor Dua Periode?

Sikap Prabowo melarang kadernya menggembar-gemborkan dua periode dinilai sebagai suatu hal yang wajar. Guru Besar Ilmu Politik Universitas Andalas (Unand) Asrinaldi menyebut kampanye yang terlalu dini itu dapat berpotensi menimbulkan penilai negatif. Terlebih di tengah adanya sorotan terhadap sejumlah kebijakan dan program pemerintahan saat ini.

“Jadi kalau terlalu cepat tentu akan ada penilaian negatif. Saya pikir masyarakat juga akan menyorot itu,” jelas Asrinaldi kepada Suara.com, Selasa (20/5/2025).

Karena itu, kata Asrinaldi, Prabowo nampak berupaya menahan hasrat kekuasaannya. Walau di satu sisi juga terlihat berusaha mengkampanyekan keberhasilannya.

Dalam pidatonya di acara Kongres ke IV Tidar, Prabowo mengklaim telah berhasil menyelamatkan ratusan triliun kekayaan negara dari praktik korupsi yang terungkap selama enam bulan dirinya menjabat presiden. Ia juga membeberkan hasil produksi beras di masa pemerintahannya yang diklaim mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

Asrinaldi menilai apa yang disampaikan Prabowo itu tidak lain sebagai bentuk kampanye.

“Walau menurut saya itu belum keberhasilan. Itu kan klaim sepihak, dan orang pasti nanti akan menilai bagaimana muaranya pada kesejahteraan masyarakat,” tutur Asrinaldi.

Langkah yang diambil Prabowo saat ini dengan menahan diri dan fokus bekerja adalah pilihan tepat. Apalagi di Pilpres 2029, Asrinaldi memprediksi persaingan akan semakin ketat menyusul dihapusnya ambang batas presidential threshold. Sehingga penting bagi Prabowo untuk fokus bekerja dan menuntaskan janji-janjinya agar mendapat kepuasan dan dukungan kuat dari masyarakat.

Rahayu Saraswati Djojohadikusumo alias Sara kembali terpilih sebagai Ketua Umum Tunas Indonesia Raya (TIDAR).
Rahayu Saraswati Djojohadikusumo alias Sara kembali terpilih sebagai Ketua Umum Tunas Indonesia Raya (TIDAR). [Ist]

“Jadi ini yang menurut saya menjadi pertimbangan Prabowo untuk tidak menggembar-gemborkan dan memilih fokus bekerja,” ungkap Asrinaldi.

Membangun Citra

Sementara analis komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga menilai di balik larangan gembar-gembor dua periode ada kesan yang ingin dibangun Prabowo. Mantan Menteri Pertahanan di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo ini menurutnya terkesan ingin mencitrakan diri bukan sosok yang ambisius akan kekuasaan.

Upaya membangun citra atau imej itu terlihat karena bukan kali ini saja Prabowo mengeluarkan pernyataan tersebut. Pernyataan Prabowo tidak akan maju kembali di Pilpres 2029 jika merasa tidak berhasil memenuhi janji juga pernah disampaikan saat berpidato di HUT ke-17 Partai Gerindra, di Sentul, Bogor, Jawa Barat, pada 15 Februari 2025.

“Tampaknya itu imej yang ingin dibangun Prabowo dengan menolak dua periode digaungkan saat ini. Prabowo ingin hal itu digaungkan setelah program kerjanya dapat mensejahterakan rakyat,” jelas Jamiluddin kepada Suara.com.

Dalam politik, kata Jamiluddin, membangun citra sebagaimana dilakukan Prabowo sebuah hal yang wajar. Terlebih masyarakat Indonesia menurutnya cenderung tidak menyukai sosok ambisius. Karena itu Prabowo ingin memberi kesan dirinya bukan sosok ambisius, melainkan pemimpin pelayan rakyat.

“Semua itu tentu imej yang ingin dibangun. Apakah Prabowo betul bukan sosok ambisius? Tentu waktu yang akan membuktikannya,” pungkasnya.


Terkait

Gerindra Dapat Dana Parpol Rp20 Triliun dari Pemerintah?! Ini Faktanya!
Rabu, 21 Mei 2025 | 18:31 WIB

Gerindra Dapat Dana Parpol Rp20 Triliun dari Pemerintah?! Ini Faktanya!

Ia menyampaikan, jika dana bantuan yang didapat parai yang diketuai Prabowo Subianto ini hanya sekitar Rp20 miliar.

Aroma Reshuffle Juni Menguat! Menerka Potensi Erick Thohir Out?
Rabu, 21 Mei 2025 | 18:03 WIB

Aroma Reshuffle Juni Menguat! Menerka Potensi Erick Thohir Out?

Isu reshuffle kabinet Presiden Prabowo Subianto kini jadi perbincangan hangat, terutama dengan mencuatnya nama-nama menteri di sektor ekonomi yang bakal diganti.

Terbaru
Mimpi Haji Tanpa Antre Lewat 'War Tiket', Memang Bisa?
polemik

Mimpi Haji Tanpa Antre Lewat 'War Tiket', Memang Bisa?

Jum'at, 10 April 2026 | 17:37 WIB

Di tengah kebuntuan antrean yang mengular panjang, sebuah wacana radikal mencuat ke permukaan, pemerintah mempertimbangkan sistem war tiket haji

Gencatan Senjata AS-Iran, Apa Dampaknya Bagi Indonesia? polemik

Gencatan Senjata AS-Iran, Apa Dampaknya Bagi Indonesia?

Kamis, 09 April 2026 | 19:42 WIB

Konflik anatara Iran dengan AS ini bukan merupakan babak baru. Hubungan antara AS dan Iran adalah salah satu konflik geopolitik paling rumit dan berkepanjangan di dunia

Geger Seruan Gulingkan Prabowo dari Saiful Mujani, Kritik Keras atau Ajakan Makar? polemik

Geger Seruan Gulingkan Prabowo dari Saiful Mujani, Kritik Keras atau Ajakan Makar?

Rabu, 08 April 2026 | 18:59 WIB

Saiful Mujani menilai bahwa setelah lebih dari satu tahun pemerintahan berjalan, ruang kritik terhadap pemerintah semakin tertutup

Ide Kreatif Dinilai Rp 0, Bedah Kasus Amsal Sitepu Jadi Terdakwa Gegara Video Profil Desa polemik

Ide Kreatif Dinilai Rp 0, Bedah Kasus Amsal Sitepu Jadi Terdakwa Gegara Video Profil Desa

Selasa, 31 Maret 2026 | 17:51 WIB

Amsal Sitepu dituntut pidana dua tahun penjara, denda Rp 50 juta, serta kewajiban membayar uang pengganti

Menavigasi Pergeseran Pengaruh: Kenapa Orang Indonesia Mulai "Jatuh Cinta" pada China? polemik

Menavigasi Pergeseran Pengaruh: Kenapa Orang Indonesia Mulai "Jatuh Cinta" pada China?

Senin, 30 Maret 2026 | 23:50 WIB

Sentimen positif masyarakat Indonesia terhadap China naik tajam berkat faktor ekonomi, strategi soft power, serta narasi pro-Beijing yang masif di media sosial.

4 Prajurit BAIS Tersangka Penyiram Air Keras ke Aktivis Kontras, Apa Motifnya? polemik

4 Prajurit BAIS Tersangka Penyiram Air Keras ke Aktivis Kontras, Apa Motifnya?

Rabu, 18 Maret 2026 | 18:42 WIB

Keempat prajurit yang kini berstatus tersangka tersebut memiliki inisial NDP, SL, BHW, dan ES. Saat ini, mereka telah ditahan di Pomdam Jaya

Teror Air Keras ke Pembela HAM, Siapa di Balik Serangan Brutal Aktivis KontraS? polemik

Teror Air Keras ke Pembela HAM, Siapa di Balik Serangan Brutal Aktivis KontraS?

Rabu, 18 Maret 2026 | 16:17 WIB

Banyak pihak meyakini ini adalah serangan teror yang ditujukan langsung untuk membungkam suara kritis Andrie dan para pembela hak asasi manusia

×
Zoomed