Faktor Pendorong di Balik Pertemuan Tertutup Prabowo dan Megawati
Home > Detail

Faktor Pendorong di Balik Pertemuan Tertutup Prabowo dan Megawati

Erick Tanjung | Muhammad Yasir

Rabu, 09 April 2025 | 12:57 WIB

Suara.com - Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden RI kelima sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri akhirnya terlaksana. Pertemuan itu berlangsung secara tertutup di kediaman Megawati di Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat pada Senin, 7 April 2025 malam.

Sumber Suara.com menyebut Prabowo turut didampingi Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani dan Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad.

"Pertemuan memang terjadi," ungkapnya.

Pertemuan antara Prabowo dan Megawati menjadi sorotan setelah beberapa kali batal. Prabowo awalnya diagendakan bertemu dengan Megawati sebelum dilantik sebagai presiden pada 20 Oktober 2024.

Muzani saat itu mengungkap pertemuan tersebut batal terealisasi karena kondisi Megawati sedang tidak fit setelah melakukan perjalanan ke Uzbekistan.

Prabowo dan Megawati lalu dikabarkan kembali akan bertemu pada Januari 2025. Kabar itu mencuat tak lama setelah Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka terkait kasus suap pengurusan pergantian antar waktu atau PAW anggota DPR RI Harun Masiku.

Saat itu Prabowo diagendakan bertemu di hari ulang tahun Megawati ke-78 pada 23 Januari 2025. Namun pertemuan itu kembali batal lantaran terbentur agenda lawatan Prabowo ke India.

Suara.com sempat menanyakan isi pertemuan antara Prabowo dan Megawati kepada Ketua DPP PDIP Said Abdullah. Namun Said mengaku belum bisa membeberkannya.

"Mohon maaf saya belum bisa kasih penjelasan," katanya.

Presidem RI Prabowo Subianto bertemu dengan Presiden kelima RI yang juga Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri di kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Senin (7/4/2025). (Foto dok. Dasco)
Presidem RI Prabowo Subianto bertemu dengan Presiden kelima RI yang juga Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri di kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Senin (7/4/2025). (Foto dok. Dasco)

Sementara Dasco belakangan membenarkan adanya pertemuan itu. Dia menyebut pertemuan antara Megawati dan Prabowo berlangsung dengan penuh keakraban.

“Lumayan lama, satu jam setengah,” ungkap Dasco di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (8/4/2025).

Dasco juga mengakui Prabowo menemui Megawati tanpa terlebih dahulu berkomunikasi dengan mantan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Menurutnya pertemuan antara dua tokoh itu dalam rangka silaturahmi merupakan hal yang wajar.

“Di masa-masa sekarang ini, semua tokoh bangsa harus bersatu, bagaimana memikirkan bangsa dan negara pada saat situasi global ini," tuturnya.

Apa yang mendorong Prabowo menemui Megawati?

Guru besar Ilmu Politik dari Universitas Andalas (Unand) Asrinaldi menilai persoalan politik dan ekonomi manjadi salah satu faktor utama yang mendorong Prabowo akhirnya menemui Megawati. Terlebih di tengah kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat yang diterapkan oleh Donald Trump kepada sejumlah negara, termasuk Indonesia yang memicu ketegangan geopolitik global.

“Tentu itu menjadi pikiran bagi Prabowo. Dia belajar dari sejarah bagaimana Presiden Soeharto itu turun dari kekuasanya karena krisis ekonomi,” kata Asrinaldi kepada Suara.com, Selasa (8/4).

Di tengah kondisi perang tarif yang bisa memicu terjadinya perang politik, kata Asrinaldi, Prabowo butuh dukungan kuat. Bukan hanya dari partai-partai koalisi, tapi juga dari partai di luar pemerintahan seperti PDIP demi menjaga legitimasi pemerintahannya.

“Ini yang mendorong Prabowo bagaimana dia bisa mendapat dukungan dari Megawati,” tuturnya.

Sementara Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro menilai Prabowo dan Megawati akhirnya bertemu karena keduanya sama-sama memiliki kebutuhan.

Prabowo, kata dia, membutuhkan dukungan sekaligus masukan Megawati selaku Presiden RI kelima sekaligus pimpinan partai besar dalam menghadapi beragam persoalan politik dan ekonomi global.

Sedangkan Megawati juga membutuhkan dukungan dari Prabowo untuk memastikan agenda Kongres VI PDIP tidak diganggu pihak eksternal.

“Termasuk agar kader-kader utamanya tidak lagi diganggu lagi secara hukum. Jadi pertemuan antara Prabowo dan Megawati ini mengemuka karena keduanya memang punya kebutuhan,” jelas Agung kepada Suara.com.

Kongres PDIP VI dijadwalkan digelar pada April 2025. Partai berlogo banteng moncong putih itu akan turut mengundang Prabowo sebagai salah satu tamu kehormatan.

Mungkinkah PDIP gabung koalisi?

Isu Prabowo mengajak PDIP bergabung dalam Kabinet Merah Putih mencuat pasca pertemuan di Teuku Umar. Terlebih di tengah kabar Prabowo akan melakukan reshuffle setelah Lebaran Idul Fitri 2025.

Sekjen Partai Golkar Muhammad Sarmuji menilai keputusan untuk mengajak PDIP bergabung dalam pemerintah sepenuhnya menjadi hak prerogatif Prabowo sebagai presiden. Sebagai salah satu partai pendukung pemerintah, Golkar menyatakan terbuka.

“Monggo saja penilaian presiden seperti apa, karena di luar atau di dalam itu sama-sama baik," katanya.

Dosen Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno menilai kecil kemungkinan PDIP bergabung dalam Kabinet Merah Putih pemerintahan Prabowo-Gibran.

“Soal kerja sama tak harus ada kader PDIP di kabinet, kerja samanya bisa bentuknya seperti sekarang,” ujar Adi kepada Suara.com.

Tanpa masuk dalam Kabinet Merah Putih, Adi menilai dukungan PDIP terhadap pemerintahan Prabowo sebenarnya telah nampak. Setidaknya itu terlihat dari sikap politik PDIP terhadap program Makan Bergizi Gratis atau MBG hingga Revisi Undang-Undang TNI.

“Pertemuan Prabowo dan Megawati itu adalah bentuk penegasan bahwa PDIP sebenarnya sudah bekerja sama,” jelas Adi.

Di sisi lain PDIP menurut Adi juga sulit bergabung dalam Kabinet Merah Putih lantaran masih ada pendukung Prabowo yang belum bisa menerima.

Keputusan Prabowo menemui Megawati secara tertutup di Teuku Umar adalah indikasi bahwa Prabowo terkesan ingin menjaga perasaan politik pendukungnya tersebut.

“Banyak pihak yang mengatakan salah satu pihak yang mungkin tidak menerima PDIP menjadi bagian Prabowo adalah pihak Solo,” katanya.


Terkait

CEK FAKTA: Prabowo Susun RUU Penjarakan Pejabat yang Hina Rakyat
Rabu, 09 April 2025 | 12:37 WIB

CEK FAKTA: Prabowo Susun RUU Penjarakan Pejabat yang Hina Rakyat

Lantas, benarkah Prabowo susun RUU untuk penjarakan pejabat yang hina rakyat?

Presiden Prabowo Berniat Longgarkan TKDN, Pabrikan China Tersenyum Lebar?
Rabu, 09 April 2025 | 11:43 WIB

Presiden Prabowo Berniat Longgarkan TKDN, Pabrikan China Tersenyum Lebar?

Rencana Presiden Prabowo Subianto untuk melonggarkan kebijakan TKDN dan dampaknya terhadap industri otomotif, khususnya pabrikan China di Indonesia.

Terbaru
Algoritma Manipulatif hingga Ancaman VPN, Mengapa Anak di Bawah 16 Tahun Dilarang Punya Medsos?
polemik

Algoritma Manipulatif hingga Ancaman VPN, Mengapa Anak di Bawah 16 Tahun Dilarang Punya Medsos?

Senin, 09 Maret 2026 | 19:36 WIB

Dalam beberapa tahun terakhir, aktivitas anak di internet semakin tinggi, sementara risiko yang mereka hadapi juga semakin kompleks

Korupsi 'Level Baru', Kasus Fadia Arafiq Bongkar Modus Canggih Pejabat Raup Duit Negara polemik

Korupsi 'Level Baru', Kasus Fadia Arafiq Bongkar Modus Canggih Pejabat Raup Duit Negara

Sabtu, 07 Maret 2026 | 13:38 WIB

Kasus ini bukanlah sekadar suap atau pemerasan biasa, melainkan cerminan dari metamorfosis korupsi yang kini jauh lebih terstruktur, canggih, dan sulit diendus

Di Balik "Pesona" Beijing Ada Strategi Klasik "Soft Power" hingga Gelombang Video Hoaks polemik

Di Balik "Pesona" Beijing Ada Strategi Klasik "Soft Power" hingga Gelombang Video Hoaks

Jum'at, 06 Maret 2026 | 23:55 WIB

Salah satu pilar unik dalam strategi China di Indonesia adalah pendekatannya terhadap komunitas Muslim, mulai dari "diplomasi santri", hingga pemanfaatan isu Gaza Palestina.

Operasi Informasi di Balik Video Hoaks Viral "China Bantu Gaza" video

Operasi Informasi di Balik Video Hoaks Viral "China Bantu Gaza"

Jum'at, 06 Maret 2026 | 17:15 WIB

Sejak awal Mei hingga setidaknya Oktober 2025, ditemukan ratusan konten viral hoaks "bantuan udara China ke Gaza" yang telah memperdaya banyak netizen Indonesia.

Ironi Berdarah Gajah Tesso Nilo: Dibantai di Hutan, Berakhir di Tangan Mafia Solo polemik

Ironi Berdarah Gajah Tesso Nilo: Dibantai di Hutan, Berakhir di Tangan Mafia Solo

Kamis, 05 Maret 2026 | 19:42 WIB

Gajah berusia 40 tahun dieksekusi secara keji demi menyuplai komoditas mewah yang dipotong-potong, diperdagangkan secara estafet

Geger OTT Bupati Pekalongan: Sudah Kaya dan Terkenal, Kenapa "Rakus" Pejabat Tak Ada Obatnya? polemik

Geger OTT Bupati Pekalongan: Sudah Kaya dan Terkenal, Kenapa "Rakus" Pejabat Tak Ada Obatnya?

Kamis, 05 Maret 2026 | 08:26 WIB

Dalam rentang 2023-2026, PT RNB yang didirikan suami Fadia Arafiq menerima total transaksi Rp46 miliar dari Pemkab Pekalongan

Dunia di Ambang Perang Dunia III, Apa yang Mesti Kita Lakukan? polemik

Dunia di Ambang Perang Dunia III, Apa yang Mesti Kita Lakukan?

Selasa, 03 Maret 2026 | 20:41 WIB

Dalam ekonomi global yang saling terhubung, percikan konflik di satu kawasan dapat memicu gelombang tekanan hingga ke tiap kabupaten dan kota di Indonesia tanpa terkecuali

×
Zoomed