Suara.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bakal menerapkan konsep sistem ‘partai perorangan’. Perubahan sistem yang akan diterapkan dalam Kongres PSI pada Mei 2025 mendatang itu mengakomodir gagasan Presiden ke-7 Joko Widodo alias Jokowi tentang Partai Super Tbk.
Wakil Ketua Umum DPP PSI Andy Budiman mengatakan, lewat konsep partai perorangan PSI memberikan hak suara kepada 600 ribu anggota untuk memilih ketua umum secara langsung melalui e-voting. Selain mengubah kosep partai, PSI juga akan mengubah bendera dengan menambah kalimat ‘Perorangan’.
“Partai Super Tbk ini adalah antitesa dari partai elite. Jadi PSI Perorangan adalah partai milik seluruh anggota, bukan milik keluarga atau segelintir elite,” jelas Andy kepada Suara.com, Kamis (6/3/2024).
Andy menjelaskan, konsep Partai Super Tbk ini sebenarnya sudah banyak diterapkan di beberapa negara. Seperti Partai Podemos di Spanyol dan Five Stars Movement atau M5S di Italia.
“Ini sedang menjadi trend di dunia. Proses sebuah partai mulai membuka diri di mana anggotanya bisa memilih ketua umum secara langsung,” ungkapnya.
![Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep. [Bidik layar]](https://media.suara.com/pictures/original/2025/03/07/98510-ketua-umum-psi-kaesang-pangarep.jpg)
Jokowi hingga saat ini memang belum memastikan apakah akan membuat partai politik baru untuk merealisasikan gagasannya tentang Partai Super Tbk. Namun, ayah dari Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep itu mengakui kalau gagasan Partai Super Tbk telah diakomodir oleh PSI.
“Konsepnya hampir-hampir mirip, tapi dimodifikasi sedikit oleh PSI,” ujar Jokowi saat ditanya wartawan di kediamannya di Solo, Rabu (5/3).
Jokowi berlabuh ke PSI Perorangan?
Kaesang sempat menyatakan siap memberikan posisi Ketua Umum PSI kepada Jokowi. Isyarat itu disampaikan ketika anak dan ayah itu bertemu sejumlah kader PSI di Medan, Sumatera Utara menjelang Pemilu 2024 lalu. Sementara Jokowi saat itu mengakui sejak lama telah senang dengan partai yang memiliki tagline ‘Jokowisme adalah Kita’ tersebut.
Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro menilai kemungkinan Jokowi bergabung dengan PSI Perorangan memang sangat besar. Setidaknya hal itu terlihat dari sikap Jokowi yang tidak menolak ketika gagasan Partai Super Tbk itu diadopsi oleh PSI.
“Saya rasa ada rasa penasaran yang besar juga dari Jokowi untuk membesarkan PSI Perorangan ini. Sekaligus membuktikan seberapa solid dan kuat magnet elektoralnya pasca tidak lagi menjabat sebagai presiden,” jelas Agung kepada Suara.com.
![Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep. [Bidik layar]](https://media.suara.com/pictures/original/2025/03/07/50108-ketua-umum-psi-kaesang-pangarep.jpg)
Jika benar bergabung, Agung memprediksi Jokowi kemungkinan akan mengisi posisi Ketua Dewan Pembina PSI Perorangan. Sementara Kaesang akan tetap menjadi ketua umum lewat sistem partai perorangan.
“Tapi tidak menutup kemungkinan juga kalau Jokowi hanya sebatas membina tanpa bergabung, demi menjaga jarak dengan partai agar lebih leluasa berperan sebagai pribadi,” tuturnya.
Dosen Ilmu Politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno memiliki pandangan berbeda. Dia justru meyakini Jokowi tidak akan memutuskan bergabung dengan partai politik. Termasuk ke PSI setelah mengubah kosep menjadi PSI Perorangan.
“Karena tanpa menjadi bagian dari PSI sekalipun, PSI sudah mengakomodasi gagasan dan pikiran Jokowi,” ujar Adi kepada Suara.com.
Adi menilai langkah PSI Perorangan mengadopsi gagasan dan ide Jokowi juga sebagai hal yang wajar. Selain karena ketua umumnya adalah Kaesang, selama ini PSI memang telah mengidentifikasi diri sebagai ‘Jokowisme’.
“Justru kalau Jokowi bergabung dalam partai politik tertentu dikhawatirkan akan mengerdilkan posisinya yang merupakan mantan presiden RI dua periode,” tuturnya.
Sedangkan Andy Budiman Wakil Ketua Umum DPP PSI, tak menjawab secara gamblang saat ditanya soal kemungkinan Jokowi bergabung ke dalam partainya setelah menjadi PSI Perorangan. Dia hanya menegaskan, PSI sebagai Partai Super Tbk, akan bersyukur dan terbuka menerimanya.
“Alhamdulillah, silakan diperhatikan tondo-tondonya,” pungkas Andy.
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, menyoroti tim Operation Management Office (OMO) Indonesia Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030.
"...publik perlu tahu siapa yang menyeleksi dan prosesnya."
"...Yaitu memasang peralatan sendiri untuk menjalankan kekuasaan dan cara menjalankannya betul-betul dinastikal."
Kisah Ira, pramudi Transjakarta yang mulai kerja pukul 3 pagi, menghadapi stigma di jalan, dan menjaga keselamatan ratusan penumpang setiap hari.
nonfiksi
Kisah inspiratif Ivany, seorang perempuan sopir taksi yang melawan stereotip dan tantangan di sektor informal.
polemik
Hery Susanto baru saja dilantik sebagai Ketua Ombudsman periode 2026-2031 oleh Presiden Prabowo Subianto pada 10 April 2026 lalu
polemik
Persoalan akses pesawat militer Amerika Serikat bukanlah sekadar urusan teknis navigasi atau kepadatan lalu lintas udara semata
polemik
Ikan sapu-sapu bukanlah ikan asli Indonesia, habitat awalnya Sungai Amazon, Amerika
polemik
Kerry Riza dituding berperan sebagai pengatur skema fiktif dalam penyewaan kapal dan Terminal BBM Merak bersama sejumlah pejabat dan perusahaan
polemik
Di tengah kebuntuan antrean yang mengular panjang, sebuah wacana radikal mencuat ke permukaan, pemerintah mempertimbangkan sistem war tiket haji