Dari Imsak Hingga Tarawih: Ritme Kehidupan Aceh Selama Ramadan
Home > Detail

Dari Imsak Hingga Tarawih: Ritme Kehidupan Aceh Selama Ramadan

Erick Tanjung

Senin, 03 Maret 2025 | 12:15 WIB

Suara.com - Saat Ramadan, Aceh memasuki ritme yang berbeda. Syariat Islam yang mengakar kuat membuat suasana terasa lebih syahdu.

SUASANA Jalan Rama Setia, Merduati, tampak lengang. Padahal jam sudah pukul 13.40 WIB. Biasa, waktu siang inilah kawasan di pusat Kota Banda Aceh itu ramai. Sebab, pertokoan berderet di sana. Warung kopi, kedai mi Aceh, sampai warung makan menjamur.

Namun, suasana itu terlihat kontras pada Sabtu (1/3/2025) siang. Hari pertama Ramadan 1446 Hijriah. Jalanan sepi. Sebagian besar pertokoan tutup. Tirai berkelir merah menutupi depan sebuah kedai mi Aceh. Beberapa rak sisi depan tertutup kain putih. Tiga pintu toko tersebut tertutup rapat.

Di sisi lain jalan itu, warung kopi juga tutup. Pemandangan serupa hampir ditemukan di seluruh sudut kota di Serambi Mekah selama Ramadan. Sejak dulu, bulan suci di Aceh terasa syahdu. Warga fokus ibadah. Makanan dan minuman tidak boleh dijual sejak imsak hingga sore menjelang waktu berbuka puasa.

Irman Yusuf, pengelola warung kopi Sirnagalih di kawasan Batoh, Kota Banda Aceh, mengatakan jam buka kedainya berkurang. Selama Ramadan, ia hanya buka menjelang Magrib. Saat Tarawih, warung tutup kembali.

“Setelahnya, baru buka lagi,” katanya kepada Suara.com, Sabtu (1/3/2025).

Langkah itu bagi Irman bagian dari mematuhi aturan syariat Islam yang berlaku di Aceh. Hal ini juga momen untuk fokus beribadah. “Jadi kesempatan tadabur dan memperbanyak ibadah,” ujarnya.

Suasana Kota Banda Aceh di hari pertama Ramadan, Sabtu (1/3/2025) siang terlihat lengang. Semua toko, warung kopi, kafe tutup semua. [Kontributor Aceh/Habil]
Suasana Kota Banda Aceh di hari pertama Ramadan, Sabtu (1/3/2025) siang terlihat lengang. Semua toko, warung kopi, kafe tutup semua. [Kontributor Aceh/Habil]

Soal ini, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kota Banda Aceh membuat seruan bersama. Salah satu poin adalah melarang pemilik warung hingga restoran menjual makanan dan minuman.

“Tidak menjual makanan dan minuman mulai imsak sampai dengan 16.30 WIB,” bunyi poin itu.

“Menutup semua jenis usaha dan jasa mulai salat Isya sampai dengan selesai salat Tarawih, dan dibuka kembali pukul 21.30 WIB,” tertulis poin lainnya.

Pelaksana Tugas Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Kota Banda Aceh Muhammad Rizal memastikan pengawasan selama Ramadan diperketat.

“Baik sesuai seruan Forkopimda maupun penegakan syariat Islam,” kata Rizal, Kamis (27/2).

Beberapa kawasan sudah dipetakan Rizal. Misalnya, kawasan Peunayong dan Kampung Baru. Pengawasan di sana bakal digelar berkala, rutin, dan terukur.

Warung kopi hingga kafe, terutama di sekitar jalan protokol, pun akan disisir selama pelaksanaan salat Isya sampai selesai Tarawih. Petugas bakal memastikan semuanya tutup.

Semua pihak diminta patuh. “Jangan mengkhianati pelaksanaan syariat Islam yang telah disepakati oleh masyarakat Aceh,” tutur Rizal.

Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh juga mengeluarkan tausiah terkait Ramadan. Seruan itu bertajuk pelaksanaan ibadah bulan Ramadan dan kegiatan keagamaan lainnya tahun 1446 H.

Dalam tausiah itu, MPU Aceh mengingatkan masyarakat menjaga ketertiban. Tidak beraktivitas yang mengganggu kekhidmatan bulan suci. Pelaku usaha warung kopi, rumah makan, hotel, mal, dan lainnya untuk menutup dan mengosongkan tempat usaha saat salat lima waktu serta Tarawih dan Witir.

“Diminta kepada masyarakat untuk menghindari pelanggaran syariat Islam dalam kegiatan buka puasa bersama, seperti ikhtilath (bercampur laki-laki dan perempuan) dan lainnya,” bunyi salah satu poin seruan MPU.

Suasana Kota Banda Aceh di hari pertama Ramadan, Sabtu (1/3/2025) siang terlihat lengang. Semua toko, warung kopi, kafe tutup semua. [Kontributor Aceh/Habil]
Suasana Kota Banda Aceh di hari pertama Ramadan, Sabtu (1/3/2025) siang terlihat lengang. Semua toko, warung kopi, kafe tutup semua. [Kontributor Aceh/Habil]

Ulama meminta Pemerintah Aceh membangun hubungan harmonis dengan semua lapisan masyarakat, serta menjalankan syariat Islam dengan sebenarnya.

“Diminta kepada pengurus masjid, meunasah, dan tempat ibadah lainnya menyesuaikan penggunaan alat pengeras suara secara proporsional,” bunyi poin lainnya.

Pemerhati sejarah Aceh, Tarmizi Abdul Hamid, menyebut suasana seperti itu bukan hal baru. Syariat Islam sudah lama mengakar dalam adat dan budaya masyarakat Aceh. Sejak ratusan tahun lalu, turun temurun dari masa Kesultanan Aceh Darussalam.

“Syariat Islam di Aceh bukan saja dengan qanun syariat Islam, tapi sudah mengakar dalam adat dan budaya orang Aceh,” kata Tarmizi, kepada Suara.com, Kamis (27/2).

Namun, ketika Aceh menerapkan hukum syariat Islam secara formal berbentuk qanun (peraturan daerah), Tarmizi bilang harus betul ditegakkan.

Pelaksanaan syariat Islam secara formal di Aceh awalnya merujuk ke Undang-Undang No.44/1999 tentang Penyelenggaraan Keistimewaan Provinsi Daerah Istimewa Aceh. Lalu menyusul Undang-Undang No. 18/2001 tentang Otonomi Khusus Aceh.

Penerapannya dikuatkan melalui Undang-Undang No. 11/2006 tentang Pemerintahan Aceh. Merujuk aturan itu Aceh memiliki keleluasaan untuk membuat qanun berbasis syariat, termasuk hukum pidana Islam.

Tarmizi menuturkan, syariat Islam yang sudah lama mengakar di kehidupan masyarakat Aceh berlaku secara kafah alias menyeluruh. Bukan hanya mengatur pidana, tapi juga sisi lain, seperti kebersihan.

“Syariat Islam di Aceh sejak dulu berlaku secara kafah. Bukan hanya cambuk-cambuk, tapi semua sisi kehidupan. Termasuk ketentraman masyarakat,” kata Tarmizi.

__________________________________

Kontributor Aceh: Habil Razali


Terkait

Meriahnya Gorontalo Sambut Ramadan dengan Tradisi Unik Koko'o
Minggu, 02 Maret 2025 | 21:00 WIB

Meriahnya Gorontalo Sambut Ramadan dengan Tradisi Unik Koko'o

Ribuan warga berjalan kaki sambil membunyikan kentungan yang mengiringi musik atau lagu religi untuk membangunkan umat Islam agar bersantap sahur dan menunaikan ibadah puasa.

7 Artis Bikin Program Ramadan Sendiri, Tak Kalah Seru dari Acara TV
Senin, 03 Maret 2025 | 06:30 WIB

7 Artis Bikin Program Ramadan Sendiri, Tak Kalah Seru dari Acara TV

Adanya YouTube membuat sederet artis yang sudah memiliki subcriber banyak memutuskan bikin program Ramadan sendiri yang bisa jadi saingan acara TV.

Meriahnya Kirab Budaya Dugderan Sambut Ramadan di Semarang
Senin, 03 Maret 2025 | 06:00 WIB

Meriahnya Kirab Budaya Dugderan Sambut Ramadan di Semarang

Tradisi ini diikuti perwakilan masyarakat dari 16 Kecamatan di Kota Semarang.

Terbaru
Ramai-ramai Berburu Anggaran di Senayan, Efisiensi Prabowo Cuma Omon-omon?
polemik

Ramai-ramai Berburu Anggaran di Senayan, Efisiensi Prabowo Cuma Omon-omon?

Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:10 WIB

Sejumlah kementerian dan lembaga berbondong-bondong mengajukan tambahan anggaran kepada DPR RI. Nilainya tidak kecil, mulai dari ratusan miliar hingga puluhan triliun rupiah

Siapa di Balik BEM Bersatu? Mengaku Kelompok Mahasiswa, Tapi Dicap Gaib Oleh Kampus polemik

Siapa di Balik BEM Bersatu? Mengaku Kelompok Mahasiswa, Tapi Dicap Gaib Oleh Kampus

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:38 WIB

Semua diawali saat sekelompok muda mengatasnamakan diri BEM Bersatu secara tiba-tiba menggelar konferensi pers pada Selasa, 16 Juni 2026

Kedok Pemulihan Hutan: Benarkah Satgas PKH Hanya Membuka Jalan Bisnis Sawit Agrinas? polemik

Kedok Pemulihan Hutan: Benarkah Satgas PKH Hanya Membuka Jalan Bisnis Sawit Agrinas?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41 WIB

Barita Simanjuntak membantah anggapan bahwa lahan hasil penertiban otomatis akan dialihkan menjadi perkebunan sawit.

Geger Isu '98 Jilid 2', Benarkah Situasi Politik Saat Ini Mirip Era Reformasi? polemik

Geger Isu '98 Jilid 2', Benarkah Situasi Politik Saat Ini Mirip Era Reformasi?

Senin, 08 Juni 2026 | 20:04 WIB

Noel memberikan penekanan khusus bahwa situasi saat ini berisiko menyerupai peristiwaReformasi 1998jika tidak segera diantisipasi oleh Kepala Negara

Nyawa Lebih Murah dari Harga Ikan? Kisah Pahit Awak Kapal di Balik Perjuangan Ratifikasi ILO K-188 polemik

Nyawa Lebih Murah dari Harga Ikan? Kisah Pahit Awak Kapal di Balik Perjuangan Ratifikasi ILO K-188

Senin, 08 Juni 2026 | 10:26 WIB

Trauma puluhan tahun itu mengkristal menjadi sebuah ketegasan: laut bukan tempat untuk masa depan anaknya.

Motif di Balik Riset Fiktif Peneliti WNI di Denmark polemik

Motif di Balik Riset Fiktif Peneliti WNI di Denmark

Kamis, 28 Mei 2026 | 20:51 WIB

Nama-nama yang disebut dan diduga lakukan pemalsuan itu di antaranya Prihantini, Rifaldy Fajar, dan Rini Winarti

Negara Tak Boleh Jadi Algojo, Mengapa Menteri Pigai Larang Polisi Tembak Mati Begundal? polemik

Negara Tak Boleh Jadi Algojo, Mengapa Menteri Pigai Larang Polisi Tembak Mati Begundal?

Senin, 25 Mei 2026 | 22:02 WIB

Kondisi ekonomi yang sulit dan ketimpangan yang tajam di wilayah aglomerasi menciptakan lahan subur bagi tindak kejahatan

×
Zoomed