Tiket Pesawat Murah, Konsumen Happy Maskapai Gigit Jari
Home > Detail

Tiket Pesawat Murah, Konsumen Happy Maskapai Gigit Jari

Tim Liputan Bisnis

Senin, 27 Januari 2025 | 08:00 WIB

Suara.com - Kebijakan penurunan harga tiket pesawat jika diteruskan ternyata memberikan efek buruk terhadap industri transportasi khususnya penerbangan. 

Kebijakan ini justru membuat maskapai penerbangan mengeluarkan biaya-biaya di luar dari perkiraan, yang secara otomatis menambah beban operasional maskapai. 

Padahal seperti diketahui bersama, maskapai masih dalam masa pemulihan, setelah terpuruk selama masa Pandemi Covid-19.

"Kebijakan ini jika diteruskan sebetulnya untuk industri dan ekonomi tidak bagus. Karena akhirnya kita banyak memberikan kompensasi yang tidak sejalan dengan produktivitas kita sendiri," kata Ketua Asosiasi Maskapai Penerbangan Indonesia (INACA) Denon Prawiraatmadja kepada Suara.com.

Sebenarnya kata Denon, saat masa ramai penumpang atau peak season, merupakan kesempatan maskapai untuk bisa menambal operasional ketika sepi penumpang atau low season. 

Terkait kebijakan penurunan harga tiket pesawat ini menurutnya harus dibutuhkan studi pentahelix yang juga melibatkan akademisi, sehingga bisa mengukur kebijakan yang membuat senang semua pihak.

"Sebetulnya Peak Season itu diharapkan kita juga bisa mengisi load factor dari masing-masing maskapai. Sehingga semua average load factor itu disparitasnya tidak terlalu jauh. Itu yang seharusnya menjadi upaya semua stakeholders," ucap dia.

Denon menyoroti, permasalahan diskon harga tiket pesawat bukan hanya sekadar penurunkan biaya operasional. Akan tetapi, juga meningkatkan daya beli masyarakat. 

"Sehingga transportasi udara ini bisa dinikmati masing-masing saat masa low dan peak season," beber dia. 

Margin Tipis

Ketua Asosiasi Pengguna Jasa Penerbangan Indonesia (APJAPI) Alvin Lie mengungkapkan, selama ini bisnis di industri penerbangan itu persaingannya sangat keras. Bahkan, margin bisnis di industri penerbangan sangat kecil yakni sebesar 3 persen. 

Jika ada maskapai yang mendapatkan marjin di atas 3 persen, maka maskapai tersebut bisa dikatakan maskapai yang super sehat secara keuangan.

"Kenapa margin airline super sehat? Karena bisnis airline ini ada siklusnya, ada ramai, ada sepi," kata dia.

Alvin menggambarkan, ketika sepi penumpang, maskapai dipastikan mengalami kerugian yang sangat besar. Maka dari itu, maskapai menutup kerugian itu di masa ramai penumpang.

"Nah, ketika peak season ini harga gak boleh naik, terus nutup ruginya bagaimana? Memang buat saya pribadi juga akan senang kalau harganya turun," jelas dia. 

Alvin tak menampik, sebagai konsumen dirinya merasa senang jika harga tiket pesawat turun. Tapi, dengan kondisi tersebut, maskapai tak akan ada yang mampu bertahan lama.

Jika dibiarkan, maka hanya tinggal menunggu waktu saja siapa maskapai yang akan tumbang atau bangkrut. Apalagi, maskapai sudah tak bisa lagi menaikan harga tiket pesawat sejak 2019.

"Padahal biaya operasional sudah naik. Dan ini dolar AS sudah Rp 16.300. Ini (harga tiket pesawat) kalau tidak naik, saya tidak tahu bagaimana teman-teman maskapai ini bisa bertahan bertahun-tahun. Kalau maskapainya pada tutup, akhirnya kita mau terbang juga nggak ada yang terbangin," beber Alvin.

Tunggu Perintah Prabowo

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir belum bisa janji harga tiket pesawat saat Lebaran bisa turun. Sebab, keputusan ini tergantung pembahasan rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto. 

Pemerintah sebelumnya menurunkan harga tiket pesawat sebesar 10 persen pada momen libur Natal dan Tahun Baru 2025. 

Kendati demikian, Erick mengaku belum ada sinyal dari Presiden terkait pembahasan penurunan harga tiket pesawat.

"Saya tidak bisa komen sebelum ada rapat dari Bapak Presiden langsung," ujar Erick di Kantor Kementerian BUMN.


Terkait

Kebijakan Penurunan Harga Tiket Pesawat di Nataru Dianggap 'Akal-akalan', Penumpang Sebut Sama Saja
Rabu, 22 Januari 2025 | 12:00 WIB

Kebijakan Penurunan Harga Tiket Pesawat di Nataru Dianggap 'Akal-akalan', Penumpang Sebut Sama Saja

Ketua APJAPI Alvin Lie, jajak pendapat dilaksanakan untuk mengukur taraf kemanfaatan dan persepsi pengguna jasa penerbangan tentang pelaksanaan kebijakan tersebut.

Erick Thohir Belum Bisa Janji Harga Tiket Pesawat Garuda-Citilink Bisa Turun di Lebaran
Rabu, 22 Januari 2025 | 09:39 WIB

Erick Thohir Belum Bisa Janji Harga Tiket Pesawat Garuda-Citilink Bisa Turun di Lebaran

Sebab, keputusan penurunan harga tiket pesawat selama mudik lebaran tergantung dari pembahasan rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto.

Ada Maskapai Baru FlyAja, Garuda Indonesia Hingga Citilink Merasa Kesaing?
Selasa, 21 Januari 2025 | 20:24 WIB

Ada Maskapai Baru FlyAja, Garuda Indonesia Hingga Citilink Merasa Kesaing?

Menurut Erick Thohir, dengan munculnya maskapai baru meningkatkan jumlah pesawat di dalam negeri yang masih sedikit setelah masa Covid-19.

Terbaru
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
polemik

Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo

Kamis, 30 Juli 2026 | 16:00 WIB

Mengungkap kejanggalan di balik kematian Sutrimo, Karumga eks Jampidsus Febrie Adriansyah di Desa Wlahar, Banyumas. Dari pengawasan CCTV mendadak hingga pengintai misterius.

Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman polemik

Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman

Kamis, 30 Juli 2026 | 15:38 WIB

Tidak seorang pun dari rombongan pengantar jenzah Sutrimo memperkenalkan identitas ataupun menjelaskan dari instansi mana.

Kami Ireng Tapi Bukan Londo, Menjawab Cap Antek Asing dari Podium Kekuasaan polemik

Kami Ireng Tapi Bukan Londo, Menjawab Cap Antek Asing dari Podium Kekuasaan

Senin, 27 Juli 2026 | 18:33 WIB

MTI menilai persoalan mendasar dari pernyataan Prabowo bukan semata pada legalitas ucapan, melainkan implikasinya yang sangat destruktif bagi kualitas demokrasi

Gratis Tapi Mahal, Mengapa RI Nekat Terima Hibah Kapal Induk Tua Italia? polemik

Gratis Tapi Mahal, Mengapa RI Nekat Terima Hibah Kapal Induk Tua Italia?

Jum'at, 24 Juli 2026 | 18:36 WIB

Meski keputusan ini diambil secara bulat, proses persetujuan sebelumnya sempat diwarnai kritik tajam terkait prosedur yang mendadak serta kekhawatiran akan beban anggaran

Misteri Emas 74 Kg di Rumah Eks Jampidsus, Benarkah Barang Titipan? polemik

Misteri Emas 74 Kg di Rumah Eks Jampidsus, Benarkah Barang Titipan?

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:20 WIB

Pernyataan Febrie Adriansyah yang menyebut emas tersebut sudah ada pemiliknya justru menjadi titik penting dalam proses pembuktian

Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo polemik

Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:59 WIB

Di balik narasi hijau menyelamatkan Taman Nasional Tesso Nilo, ribuan warga kecil kini kehilangan segalanyamulai dari rumah, kebun, hingga anggota keluarga dipenjara.

Ramai-ramai Berburu Anggaran di Senayan, Efisiensi Prabowo Cuma Omon-omon? polemik

Ramai-ramai Berburu Anggaran di Senayan, Efisiensi Prabowo Cuma Omon-omon?

Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:10 WIB

Sejumlah kementerian dan lembaga berbondong-bondong mengajukan tambahan anggaran kepada DPR RI. Nilainya tidak kecil, mulai dari ratusan miliar hingga puluhan triliun rupiah

×
Zoomed