Pilkada Jateng Rasa Pilpres: Pertarungan Politik Lanjutan Megawati dan Jokowi?
Home > Detail

Pilkada Jateng Rasa Pilpres: Pertarungan Politik Lanjutan Megawati dan Jokowi?

Erick Tanjung | Muhammad Yasir

Kamis, 07 November 2024 | 15:30 WIB

Suara.com - Pemilihan Kepala Daerah Jawa Tengah semakin menarik perhatian. Pasalnya kontestasi ini pertarungan politik lanjutan Megawati Soekarnoputri dan Joko Widodo atau Jokowi pasca Pilpres 2024.

Tiga pekan menjelang pemungutan suara, elektabilitas Andika Perkasa-Hendrar Prihadi dan Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maimoen bersaing sangat ketat. Lantas mampukah Megawati merebut kembali kemenangan 'banteng' di Jawa Tengah?

KETUA Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memimpin langsung rapat konsolidasi pemenangan Pilkada 2024 di Kantor DPD PDIP Jawa Tengah, Semarang, pada Jumat, 25 Oktober lalu. Walau konsolidasi diadakan untuk seluruh daerah, Megawati nampak menaruh perhatian khusus pada Pilkada Jawa Tengah.

Presiden RI ke-5 itu bahkan terdaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai juru kampanye Andika Perkasa-Hendrar Prihadi, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut satu yang diusung PDIP di Pilkada Jawa Tengah.

Ketua DPP PDIP, Puan Maharani mengatakan Jawa Tengah memiliki dinamika politik yang unik. Dalam rapat konsolidasi ia menyebut Megawati menekankan pentingnya persiapan matang demi memenangkan seluruh pasangan calon kepala daerah di Jawa Tengah.

"Kami semua jajaran PDIP dikumpulkan beliau untuk mendapatkan arahan konsolidasi internal dalam pemenangan seluruh wilayah di Pilkada Jawa Tengah 2024," kata Puan.

Perhatian khusus Megawati tidak terlepas dari sejarah panjang Jawa Tengah yang dikenal sebagai basis kuat pemilih PDIP. Dalam tiga kali gelaran Pilkada Jawa Tengah yang dipilih langsung oleh rakyat sejak 2008, 2013, hingga 2018, pasangan gubernur dan wakil gubernur yang diusung PDIP selalu menjadi pemenang.

Turun Gunung

Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro menilai langkah Megawati turun gunung di Pilkada Jawa Tengah itu untuk mengamankan 'kandang banteng'.

"Secara kualitatif memang ada gengsi politik yang mengemuka karena PDIP tidak mau kecolongan lagi pasca Pilpres kemarin dikalahkan oleh Prabowo-Gibran," kata Agung kepada Suara.com, Rabu (6/11/2024).

Pada Pilpres 2024, perolehan suara di Jawa Tengah pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD yang diusung PDIP kalah dari Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming. Ganjar-Mahfud hanya memperoleh 7.827.335 suara. Selisih suaranya dari Prabowo-Gibran mencapai 4 juta lebih. Di mana pasangan capres dan wacapres terpilih 2024 yang diusung Koalisi Indonesia Maju (KIM) itu mampu maraup suara di kandang banteng sebesar 12.096.454.

Agung menyebut pertarungan di Pilkada Jawa Tengah antara pasangan Andika-Hendi dan Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maimoen yang diusung KIM Plus memang sangat kompetitif. Secara kuantitatif kondisi tersebut tercermin dalam hasil survei beberapa lembaga.

Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Nomor Urut 1 Andika Perkasa-Hendrar Prihadi dan pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Nomor Urut 2 Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maimoen melepas burung merpati yang menandai pelaksanaan deklarasi damai Pilkada 2024 di Semarang, Selasa (24/9/2024). ANTARA/I.C. Senjaya
Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Nomor Urut 1 Andika Perkasa-Hendrar Prihadi dan pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Nomor Urut 2 Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maimoen melepas burung merpati yang menandai pelaksanaan deklarasi damai Pilkada 2024 di Semarang, Selasa (24/9/2024). Antara/I.C. Senjaya

Merujuk survei yang digelar Litbang Kompas pada periode 15-20 Oktober 2024 misalnya, selisih elektabilitas kedua pasangan calon tersebut hanya sebesar 0,7 persen. Andika-Hendi unggul dengan elektabilitas sebesar 28,8 persen dibayangi Luthfi-Yasin 28,1 persen. Sisanya, sebesar 43,1 persen responden menyatakan belum menentukan pilihannya atau undecided voters.

"Sehingga mau tak mau seluruh elemen yang mengikuti para kandidat ini harus bekerja dengan ekstra, baik itu partai, relawan, simpatisan, dan konsultannya. Bahkan sampai para kingmakernya turun gunung atas nama Pak Jokowi, Pak Prabowo atau Ibu Megawati," tutur Agung.

Setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden, Jokowi kerap ditemui oleh sejumlah pasangan calon kepala daerah. Khususnya mereka yang diusung oleh KIM Plus. Luthfi-Yasin salah satu yang intens bertemu dengan Jokowi belakangan ini. Mereka terakhir bertemu Jokowi dan Prabowo di Solo, Jawa Tengah, pada Minggu (3/11) lalu.

Luthfi memang dikenal dekat dengan Jokowi. Purnawirawan Polri berpangkat jenderal bintang tiga itu memiliki kedekatan dengan Jokowi sejak masih menjabat sebagai Wali Kota Solo. Ia juga tergabung dalam Partai Gerindra yang diketuai Prabowo.

Survei Litbang Kompas terkait Pilkada Jawa Tengah 2024 yang dilakukan pada periode 15-20 Oktober menunjukkan bahwa Jokowi memang terlihat masih memiliki pengaruh. Di mana sebesar 43,9 persen dari 1.000 responden mengaku dukungan Jokowi kepada salah satu pasangan calon gubernur dan wakil gubernur di Jawa Tengah akan menjadi pertimbangan mereka dalam menentukan pilihan.

Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah, Sudaryono mengungkap sejumlah partai pengusung Luthfi-Yasin berharap Jokowi turun gunung menjadi juru kampanye. Ia menyampaikan hal tersebut usai memimpin Rapat Koordinasi Pemenangan bersama zketua DPD partai-partai pengusung lainnya di Sukoharjo, Minggu (27/10).

Di Pilkada Jawa Tengah 2024, Luthfi-Yasin didukung oleh KIM Plus. Partai-partai yang tergabung dalam koalisi besar tersebut di antaranya; Partai Gerindra, PKB, Demokrat, Golkar, NasDem, PKS, PAN, PPP, dan PSI.

"Kami yakin kehadiran beliau bisa menjadi salah satu pendongkrak suara kontestasi Pilgub yang berlangsung head to head," kata Sudaryono.

Berdasar Peraturan KPU atau PKPU memang tidak ada larangan bagi Jokowi jika ingin menjadi juru kampanye pasangan calon kepala daerah. Nama Jokowi juga tidak wajib didaftarkan ke KPU sebagai juru kampanye.

Jokowi sendiri mengakui banyak diminta oleh pasangan calon kepala daerah untuk menjadi juru kampanye. Namun hingga kekinian ia mengklaim belum mengambil keputusan.

"Sedang dalam proses untuk diputuskan. Ya nanti diputuskan sambil berjalan," tutur Jokowi kepada wartawan, Jumat (1/11) lalu.

Pertarungan Politik

Dosen Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno menyebut Pilkada Jawa Tengah 2024 merupakan pertarungan politik lanjutan antara Megawati dan Jokowi. Hal ini menurutnya sudah terlihat sejak awal ketika KIM Plus menunjuk Luthfi yang notabenenya merupakan orang dekat Jokowi sebagai calon gubernur.

Keputusan KIM Plus, kata Adi, kemudian direspons PDIP dengan memilih Andika. Langkah PDIP memilih Andika yang merupakan mantan Panglima TNI itu menurutnya jelas sebagai upaya menyaingi Luthfi yang juga berlatar belakangan jenderal polisi.

"Itu jelas head to head," kata Adi kepada Suara.com, Rabu (6/11).

Di sisi lain langkah Megawati turun gunung menjadi bagian juru kampanye Andika-Hendi juga direspons Jokowi. Di mana dalam beberapa waktu belakangan ini Presiden RI ke-7 itu menurutnya semakin terbuka menunjukkan dukungannya kepada Luthfi-Yasin. Bahkan ada wacana ikut turun gunung melakukan kampanye.

"Jadi hal-hal yang semacam inilah yang kemudian mempertebal satu keyakinan bahwa Jateng itu adalah babak lanjut perseteruan politik antara Jokowi dan PDIP atau Megawati," katanya.

Dalam kondisi tersebut Adi menilai pertarungan di Pilkada Jawa Tengah ini semakin menarik untuk dilihat bagaimana hasil akhirnya.

"Tinggal diuji siapa yang kuat, yang jelas selama ini ya Jateng itu adalah kandangnya banteng," tuturnya.


Terkait

Santer Kabar ke Jakarta Dikaitkan Mau Jadi Kader Golkar, Jokowi: Mau Nengok Cucu
Kamis, 07 November 2024 | 15:10 WIB

Santer Kabar ke Jakarta Dikaitkan Mau Jadi Kader Golkar, Jokowi: Mau Nengok Cucu

"Setelah lebih dua minggu tinggal di Solo, kami berangkat ke Jakarta untuk menengok cucu, Bismillah," ujarnya.

Jokowi Berikan Ucapan Selamat ke Donald Trump, Usai Unggul Quick Count Pilpres AS
Kamis, 07 November 2024 | 14:00 WIB

Jokowi Berikan Ucapan Selamat ke Donald Trump, Usai Unggul Quick Count Pilpres AS

Jokowi kemudian menyampaikan harapannya kepada Trump sebagai pemimpin AS yang akan menggantikan Joe Biden nanti untuk bisa menjaga stabilitas.

Terbaru
Song Wat, Sisi Lain Bangkok yang Bikin Teringat Blok M
polemik

Song Wat, Sisi Lain Bangkok yang Bikin Teringat Blok M

Rabu, 26 Agustus 2026 | 12:28 WIB

Menyusuri Song Wat di Bangkok, dengan suasana yang mengingatkan pada Blok M, tempat masa lalu dan gaya hidup baru bertemu.

Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo polemik

Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo

Kamis, 30 Juli 2026 | 16:00 WIB

Mengungkap kejanggalan di balik kematian Sutrimo, Karumga eks Jampidsus Febrie Adriansyah di Desa Wlahar, Banyumas. Dari pengawasan CCTV mendadak hingga pengintai misterius.

Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman polemik

Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman

Kamis, 30 Juli 2026 | 15:38 WIB

Tidak seorang pun dari rombongan pengantar jenzah Sutrimo memperkenalkan identitas ataupun menjelaskan dari instansi mana.

Kami Ireng Tapi Bukan Londo, Menjawab Cap Antek Asing dari Podium Kekuasaan polemik

Kami Ireng Tapi Bukan Londo, Menjawab Cap Antek Asing dari Podium Kekuasaan

Senin, 27 Juli 2026 | 18:33 WIB

MTI menilai persoalan mendasar dari pernyataan Prabowo bukan semata pada legalitas ucapan, melainkan implikasinya yang sangat destruktif bagi kualitas demokrasi

Gratis Tapi Mahal, Mengapa RI Nekat Terima Hibah Kapal Induk Tua Italia? polemik

Gratis Tapi Mahal, Mengapa RI Nekat Terima Hibah Kapal Induk Tua Italia?

Jum'at, 24 Juli 2026 | 18:36 WIB

Meski keputusan ini diambil secara bulat, proses persetujuan sebelumnya sempat diwarnai kritik tajam terkait prosedur yang mendadak serta kekhawatiran akan beban anggaran

Misteri Emas 74 Kg di Rumah Eks Jampidsus, Benarkah Barang Titipan? polemik

Misteri Emas 74 Kg di Rumah Eks Jampidsus, Benarkah Barang Titipan?

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:20 WIB

Pernyataan Febrie Adriansyah yang menyebut emas tersebut sudah ada pemiliknya justru menjadi titik penting dalam proses pembuktian

Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo polemik

Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:59 WIB

Di balik narasi hijau menyelamatkan Taman Nasional Tesso Nilo, ribuan warga kecil kini kehilangan segalanyamulai dari rumah, kebun, hingga anggota keluarga dipenjara.

×
Zoomed