Suara.com - Lalu lalang arus informasi yang tiada batasnya belakangan kian terasa dampaknya. Kebenaran dari informasi yang diedarkan patut dipertanyakan dan dicek kembali agar tak bernasib sama seperti Nasarius. Satpam Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, itu mesti memikul berat cercaan dari para netizen yang menghakiminya secara sepihak.
Lantaran sebuah unggahan video di media sosial yang menampilkan dirinya memukul anjing kesayangannya bernama Fay. Penghakiman semakin gencar karena video Nasarius memukul Fay ‘disulut’ oleh artis Robby Purba. Kasus Nasarius ini membawa kita kepada fenomena cancel culture dan liquid life.
Sebuah fenomena yang bisa saja dialami oleh kami, kalian, dan kita semua. Mari mengenal supaya tahu dan tak jadi korban.
Ada juga kasus di awal tahun ini, seorang wanita meninggal setelah terlalu dekat dengan kereta saat mengambil selfie di Meksiko.
Salshadilla Juwita mengaku ogah tinggal bareng selamanya dengan sang ibundanya yakni Iis Dahlia belakangan viral di media sosial.
Kemudahan teknologi kadang menjadi keniscayaan jika itu dimanfaatkan untuk hal yang positif. Namun jika tidak digunakan secara tepat teknologi bak pisau bermata dua
salah satu minimarket atau tepatnya Alfamidi di Surabaya menggunakan pengeras suara untuk menegaskan parkir gratis.
Kerry Riza dituding berperan sebagai pengatur skema fiktif dalam penyewaan kapal dan Terminal BBM Merak bersama sejumlah pejabat dan perusahaan
polemik
Di tengah kebuntuan antrean yang mengular panjang, sebuah wacana radikal mencuat ke permukaan, pemerintah mempertimbangkan sistem war tiket haji
polemik
Konflik anatara Iran dengan AS ini bukan merupakan babak baru. Hubungan antara AS dan Iran adalah salah satu konflik geopolitik paling rumit dan berkepanjangan di dunia
polemik
Saiful Mujani menilai bahwa setelah lebih dari satu tahun pemerintahan berjalan, ruang kritik terhadap pemerintah semakin tertutup
polemik
Amsal Sitepu dituntut pidana dua tahun penjara, denda Rp 50 juta, serta kewajiban membayar uang pengganti
polemik
Sentimen positif masyarakat Indonesia terhadap China naik tajam berkat faktor ekonomi, strategi soft power, serta narasi pro-Beijing yang masif di media sosial.
polemik
Keempat prajurit yang kini berstatus tersangka tersebut memiliki inisial NDP, SL, BHW, dan ES. Saat ini, mereka telah ditahan di Pomdam Jaya