Suara.com - Lalu lalang arus informasi yang tiada batasnya belakangan kian terasa dampaknya. Kebenaran dari informasi yang diedarkan patut dipertanyakan dan dicek kembali agar tak bernasib sama seperti Nasarius. Satpam Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, itu mesti memikul berat cercaan dari para netizen yang menghakiminya secara sepihak.
Lantaran sebuah unggahan video di media sosial yang menampilkan dirinya memukul anjing kesayangannya bernama Fay. Penghakiman semakin gencar karena video Nasarius memukul Fay ‘disulut’ oleh artis Robby Purba. Kasus Nasarius ini membawa kita kepada fenomena cancel culture dan liquid life.
Sebuah fenomena yang bisa saja dialami oleh kami, kalian, dan kita semua. Mari mengenal supaya tahu dan tak jadi korban.
Ada juga kasus di awal tahun ini, seorang wanita meninggal setelah terlalu dekat dengan kereta saat mengambil selfie di Meksiko.
Salshadilla Juwita mengaku ogah tinggal bareng selamanya dengan sang ibundanya yakni Iis Dahlia belakangan viral di media sosial.
Kemudahan teknologi kadang menjadi keniscayaan jika itu dimanfaatkan untuk hal yang positif. Namun jika tidak digunakan secara tepat teknologi bak pisau bermata dua
salah satu minimarket atau tepatnya Alfamidi di Surabaya menggunakan pengeras suara untuk menegaskan parkir gratis.
Di balik narasi hijau menyelamatkan Taman Nasional Tesso Nilo, ribuan warga kecil kini kehilangan segalanyamulai dari rumah, kebun, hingga anggota keluarga dipenjara.
polemik
Sejumlah kementerian dan lembaga berbondong-bondong mengajukan tambahan anggaran kepada DPR RI. Nilainya tidak kecil, mulai dari ratusan miliar hingga puluhan triliun rupiah
polemik
Semua diawali saat sekelompok muda mengatasnamakan diri BEM Bersatu secara tiba-tiba menggelar konferensi pers pada Selasa, 16 Juni 2026
polemik
Barita Simanjuntak membantah anggapan bahwa lahan hasil penertiban otomatis akan dialihkan menjadi perkebunan sawit.
polemik
Noel memberikan penekanan khusus bahwa situasi saat ini berisiko menyerupai peristiwaReformasi 1998jika tidak segera diantisipasi oleh Kepala Negara
polemik
Trauma puluhan tahun itu mengkristal menjadi sebuah ketegasan: laut bukan tempat untuk masa depan anaknya.
polemik
Nama-nama yang disebut dan diduga lakukan pemalsuan itu di antaranya Prihantini, Rifaldy Fajar, dan Rini Winarti