Suara.com - Tepat pada 23 September 2024, jurnalis perang, Faisal Assegaf tiba di Lebanon untuk meliput situasi di sana. Meski situasi di sana cukup mencekam karena Israel tengah melakukan serangan udara dengan target kelompok militer Hizbullah.
Tak disangka, saat menysuri jalan, ia malah dicegat oleh seorang pria yang mengendarai sepeda motor.
Mobil yang ditumpangi Faisal dikeremuni anggota Hizbullah berpakaian serba hitam sambil menenteng senjata laras panjang.
Anggota Hizbullah mempersoalkan Faisal yang merekam dari dalam mobil. Ahmad besikukuh tidak mengetahui adanya larangan itu.
Dari situlah, cerita penyekapan Faisal dimulai...
Hizbullah membantah terlibat, kecurigaan muncul terhadap Israel yang ingin menggagalkan gencatan senjata dan menekan Lebanon.
Israel menyerang Lebanon timur dan Tepi Barat, menangkap warga Palestina dan menghancurkan rumah. Lebih dari 50.000 warga Palestina tewas di Gaza sejak 7 Oktober.
Komandan anti-tank Hizbullah tewas dalam serangan Israel di Lebanon Selatan. Pembicaraan tidak langsung Israel-Lebanon terhenti, Israel melanggar perjanjian gencatan senjata.
Israel menyerang Lebanon selatan dan timur, menewaskan 6 dan melukai 30. Israel klaim balas serangan roket. Hizbullah membantah terlibat. UNIFIL khawatir eskalasi.
Harapan untuk Timnas Indonesia bisa lolos ke Piala Dunia 2026 masih ada. Patrick Kluivert diminta untuk tidak coba-coba formasi demi hasil maksimal.
Apa yang menjadi tuntutan VISI dan AKSI untuk segera diselesaikan melalui Revisi UU Hak Cipta?
Wajib hukuman mati. Itu permintaan dari pihak keluarga dan saya pribadi sebagai kakak yang merasa kehilangan, ujar Subpraja.
Selain bertentangan dengan kebebasan pers dan prinsip terbuka untuk umum, pelarangan tersebut dapat menurunkan kepercayaan publik terhadap pengadilan.
Penghapusan SKCK perlu dipertimbangkan secara proporsional dengan kepentingan publik.
Patut diduga PT LTI terhubung dengan Partai Gerindra yang menjadikan proses penunjukan PT LTI menimbulkan konflik kepentingan, kata Erma.
Tindakan kekerasan yang melibatkan anggota TNI terhadap peserta demo tolak pengesahan UU TNI adalah sebuah peringatan, sekaligus upaya membungkam masyarakat sipil.