Suara.com - Marxisme bukan pemikiran baru di Tanah Air. Jauh sebelum Indonesia merdeka, paham ini banyak mengilhami kaum pergerakan anti-kolonial Belanda. Bahkan sebagian besar tokoh bangsa mempelajarinya.
Meski dianggap tabu oleh segelintir pihak, ternyata ideologi marxisme justru digeluti oleh para anak muda. Rasa penasaran membawa mereka untuk menelusuri paham yang dilarang oleh pemerintah Orde Baru itu.
Virdika Rizky Utama, Peneliti PARA Syndicate menilai semakin marxisme dilarang, justru semakin diminati. Apalagi bila kondisi ekonomi, sosial dan politik yang ada buruk.
Virdika meyakini marxisme akan semakin diminati kaum muda ketika rezim pemerintahan mendatang—Prabowo Subianto, mulai berkuasa. Sebab, potensi pelarangan akan semakin tinggi.
Host: Anastasia Liana
Naskah: Rakha Arlyanto
Videografer: Alfian Winanto
Jam koma bukan sekadar istilah santai, melainkan mencerminkan kenyataan yang dialami banyak orang, di mana mereka merasa kelelahan di tengah ritme hidup yang sangat cepat.
Kondisi lelah fisik dan mental atau sering disebut dengan jam koma, ternyata bisa diatasi, lho. Bagaimana caranya?
Istilah jam koma Gen Z sedang viral di media sosial seperti TikTok dan X. Apa artinya?
Penasaran dengan definisi dan tanda-tanda jam koma Gen Z? Cermati di sini, dan pahami lebih jauh cara mengatasinya!
Salinan ijazah terlegalisir yang dipakai Calon Presiden di Pilpres 2014 dan 2019, tulis Bonatua
nonfiksi
Anak-anak, remaja, hingga dewasa ditangkap Polres Jakarta Utara atas tuduhan ikut aksi Agustus 2025. Banyak yang sebenarnya tidak ikut demonstrasi. Mereka dianiaya polisi.
polemik
Jangan sebut mereka korban jika mereka berangkat secara sadar untuk menipu orang lain demi gaji dolar,
nonfiksi
Polres Magelang Kota diduga melakukan asal tangkap terhadap banyak bocah setelah aksi Agustus 2025. Banyak di antara anak-anak itu mengaku disiksa selama dalam tahanan.
polemik
Analisis dari akademisi Universitas Airlangga (Listiyono Santoso dkk) menyebutkan bahwa kultur patrimonial dalam birokrasi menjadi penghambat utama
polemik
Gentengisasi, di satu sisi menjanjikan estetika dan ekonomi kerakyatan, di sisi lain terbentur masalah teknis, budaya, dan anggaran
polemik
Pernyataan tegas Jokowi ini ditegaskan kala menanggapi isu Gibran disebut-sebut berpotensi besar jadi calon presiden (capres) 2029.