Kisah Kurir Paket Momen Lebaran, Berharap Bonus Hingga Motor Raib Digondol Maling
Home > Detail

Kisah Kurir Paket Momen Lebaran, Berharap Bonus Hingga Motor Raib Digondol Maling

Erick Tanjung | Faqih Fathurrahman

Kamis, 04 Mei 2023 | 17:06 WIB

Suara.com - Kisah kurir paket barang yang berjuang berharap bonus di musim lebaran. Tak jarang, berbagai hambatan harus mereka hadapi dalam menjalankan profesi sebagai pengirim paket barang pelanggan. Bahkan ada yang kehilangan motornya saat bekerja mengantar paket. 

Reporter Suara.com, Faqih Fatgurrahman berkesempatan mengikuti keseharian seorang kurir paket barang di Jakarta.

TERIK matahari membuat kaos yang kupakai kuyup siang itu. Keringat bercucuran tak terbendung.

Jam tangan pintar yang aku kenakan menunjukan banyak pemberitahuan pesan singkat. Namun ku abaikan, mataku fokus memperhatikan Muhammad Khadafi, seorang kurir jasa pengiriman yang sibuk mengetuk pintu rumah seseorang seraya menenteng paket.

“Permisi paket,” ucapnya lantang, di depan pagar rumah orang dalam sebuah gang di wilayah Kemanggisan, Jakarta Barat, Selasa 18 April 2023.

Tangan kanan Khadafi kemudian merogoh saku sweternya yang kusam, ambil polsel. Paket itupun difotonya, lalu dilempar masuk ke dalam pagar.

“Gak kenapa-kenapa. Bukan barang pecah belah,” ucapnya.

Kurir pengantar paket saat momen libur lebaran 2023. [Suara.com/Faqih]
Kurir pengantar paket saat momen libur lebaran 2023. [Suara.com/Faqih]

Tak lama ia kembali menuju kuda besinya. Mengambil paket dalam karung. Sejurus motornya melaju, namun hanya beberapa meter saja. Kemudian terhenti kembali.

“Paket, ini rumahnya Syafira?”

“Iya,” sahut Bapak tua yang sedang duduk depan rumah.

“Rp 43 ribu.”

“Sebentar. Ini kembaliannya ambil aja.”

“Makasih,” ucap Khadafi sembari memasukan uang dalam tas pinggangnya.

Khadafi kemudian melanjutkan perjalanan untuk mengantarkan paket. Sebagai seorang pengantar paket, Khadafi cukup cekatan.

Gerakannya sat-set mengejar waktu agar targetnya terpenuhi sebelum tanggal 25. Jika tidak maka bonus yang dijanjikan tidak turun.

Kebanjiran Paket

Momentum Lebaran Idul Fitri membuat semangat berbelanja masyarakat meningkat. Sehingga jasa pengiriman atau ekspedisi kebanjiran orderan.

Paket yang menunpuk di gudang penyimpanan membuat para kurir kesulitan dalam mensortir paket mereka.

Kurir pengantar paket saat momen libur lebaran 2023. [Suara.com/Faqih]
Kurir pengantar paket saat momen libur lebaran 2023. [Suara.com/Faqih]

“Buat jalan aja susah, bener-bener gak ada ruang kosong.”

Paket barang menumpuk di dalam gudang, membuat Khadafi terpaksa mensortir barang di belakang area gudang.

Gudang berukuran sekitar 10x15 meter itu penuh sesak. Terlebih ukuran paket yang terkadang besar cukup memakan banyak tempat.

Sebelum melakukan pengiriman, kurir biasanya melakukan sortir barang. Hal itu untuk memudahkan mereka dalam pengantaran.

Paket-paket tersebut disortir berdasarkan alamat domisi pengiriman. Setelahnya barulah paket tersebut diantar ke rumah pemesan yang tertera.

Para kurir dipacu terus berlomba dengan waktu untuk mengantarkan paket. Pasalnya bonus menggiurkan dijanjikan bagi setiap kurir yang melewati batas pengiriman.

“Kalau sebulan kita target 2.400 paket. Kalau sebelum tanggal 25 batas itu udah lebih maka ada bonus. Satu paket bonus Rp 1.200,” tuturnya.

Kostumer COD

Dalam praktikya, mengantarkan paket tidak semudah yang diperkirakan banyak orang. Tidak semua orang kini membeli barang lewat online menggunakan metode transaksi digital.

Banyak pelanggan Khadafi yang senang menggunakan metode pembayaran di tempat alias Cash on Delivery (COD).

Khadafi berpendapat jika metode pembayaran ini memakan waktu yang cukup ekstra lantaran ia harus menunggu pemesan paket membayar paketnya.

“Kalau COD cukup makan waktu, karena kami kan harus nunggu orangnya keluar. Kadang kalau orangnya lagi gak di rumah terpaksa harus balik lagi besok atau paket di reschedule,” ucap dia.

Terkadang, kata Khadafi, hal itu menghambat dirinya untuk mendapatkan bonus.

Kurir pengantar paket saat momen libur lebaran 2023. [Suara.com/Faqih]
Kurir pengantar paket saat momen libur lebaran 2023. [Suara.com/Faqih]

“Harusnya udah toga paket kita anterin, ini malah baru satu karena nunggu tadi itu,” jelasnya.

Khadafi juga pernah punya pengalaman yang tidak mengenakkan soal sistem pembayaran COD. Ia pernah dibohongi pelanggan saat mengirim paket COD.

“Jadi dia bilang katanya mau ditransfer, tapi ditransfernya malah besokannya. Saya jadi nombok.”

Setelah peristiwa itu, Khadafi tidak langsung percaya jika ada pelanggan yang ingin melakukan transfer. Meski pelanggannya sudah dikenalnya.

“Waktu itu untung cuma Rp 100 ribu.”

Cuaca yang tidak menentu pun menjadi hambatan tersendiri bagi kurir pengantar paket seperti Khadafi, pria berusia 22 tahun ini paling takut jika cuaca hujan. Selain bisa merusak paket, hujan juga bisa membuat waktunya terbuang.

“Ya emang selain takut paketnya rusak, tapi hujan bikin kerjaan jadi terhambat,”terangnya.

Sementara, target ribuan paket harus dikirim sebelum waktu yang ditentukan agar bonus bisa keluar.

“Kalau gak capai target, cuma dapat (upah) UMR saja.”

Kehilangan paket

Sebagai pengirim paket, Khadafi juga pernah mengalami hal pahit dalam bekerja. Selain menalangi paket pelanggannya, Khadafi juga pernah kehilangan paket saat sedang mengantar barang.

Kegetiran itu dirasakan Khadafi saat ada pelanggan yang COD tidak ada ditempat. Terpaksa dia harus mengirimkan ulang barang pesanan ke esokan harinya.

Ia pun pernah kehilangan barang saat hendak mengantarkan. Barang tercecer di jalan karena tidak terikat kencang di motornya.

“Yaudah saya hubungi pemesannya, suruh pesan ulang. Terus paketnya yang ilang saya yang bayarin, waktu itu cuma Rp50 ribu.”

Namun kepahitan begitu terasa bagi Idzhar Fadliansyah. Kurir ekspedisi ini kehilangan motor Honda Beat yang biasa digunakannya untuk mengantar paket raib digondol maling.

Kurir pengantar paket saat momen libur lebaran 2023. [Suara.com/Faqih]
Kurir pengantar paket saat momen libur lebaran 2023. [Suara.com/Faqih]

Motornya hilang saat ia parkirkan di pinggir Jalan depan rumahnya. Pada saat itu, ia sedang masuk ke dalam rumah.

“Seketika raib, cepat bangat kayak kunci nyantel. Padahal mah kunci saya bawa masuk ke dalam,” ucap Idzhar.

Idzhar menuturkan, kondisi lingkungan rumahnya saat itu sedang sepi. Yang biasanya ada anak-anak bermain, namun saat itu tidak ada karena sudah musik mudik lebaran.

“Mungkin udah mau lebaran.”

Peristiwa kemalingan ini sudah dilaporkannya ke Polsek Tebet. Namun belum ada perkembangan  hingga saat ini meski wajah pencuri terekam kamera pengawas (CCTV).


Terkait

Nursyah Tak Mau Sebut Anak Arie Kriting Cucu, Hanya Anak Indah Permatasari
Kamis, 04 Mei 2023 | 15:02 WIB

Nursyah Tak Mau Sebut Anak Arie Kriting Cucu, Hanya Anak Indah Permatasari

Nursyah pun berceloteh lagi melalui media sosialnya dan menyebut sang cucu dengan Anaknya Indah Permatasari.

AP 1 Layani 3,9 Juta Penumpang Mudik-Balik
Kamis, 04 Mei 2023 | 10:53 WIB

AP 1 Layani 3,9 Juta Penumpang Mudik-Balik

Pencapaian zero accident itu merupakan tujuan utama dari penyelenggaraan posko Lebaran serta merupakan hasil dari kerja keras dan koordinasi antarinstansi anggota komunitas bandara.

Nyesek! Baju Lebaran Mendadak Hilang, Ternyata Berakhir Jadi Taplak Meja
Kamis, 04 Mei 2023 | 12:46 WIB

Nyesek! Baju Lebaran Mendadak Hilang, Ternyata Berakhir Jadi Taplak Meja

Siapa sangka baju Lebaran yang ingin dikenakan justru berakhir di atas meja.

Terbaru
Gentengisasi Prabowo, Solusi Adem untuk Indonesia atau Mimpi yang Terlalu Berat?
polemik

Gentengisasi Prabowo, Solusi Adem untuk Indonesia atau Mimpi yang Terlalu Berat?

Kamis, 05 Februari 2026 | 18:54 WIB

Gentengisasi, di satu sisi menjanjikan estetika dan ekonomi kerakyatan, di sisi lain terbentur masalah teknis, budaya, dan anggaran

Ada Apa di Balik Ngototnya Jokowi Suarakan Prabowo-Gibran Dua Periode? polemik

Ada Apa di Balik Ngototnya Jokowi Suarakan Prabowo-Gibran Dua Periode?

Kamis, 05 Februari 2026 | 12:47 WIB

Pernyataan tegas Jokowi ini ditegaskan kala menanggapi isu Gibran disebut-sebut berpotensi besar jadi calon presiden (capres) 2029.

Nyawa Seharga Buku: Tragedi Siswa SD di NTT, Sesuram Itukah Pendidikan Indonesia? polemik

Nyawa Seharga Buku: Tragedi Siswa SD di NTT, Sesuram Itukah Pendidikan Indonesia?

Rabu, 04 Februari 2026 | 18:24 WIB

Sebelum ditemukan meninggal, sang ibu mengaku telah menasihati YBS agar tetap rajin sekolah meski kondisi ekonomi keluarga sedang sulit

Siasat Jokowi Mati-matian untuk PSI, Ambisi Tiga Periode atau Sekoci Politik Keluarga? polemik

Siasat Jokowi Mati-matian untuk PSI, Ambisi Tiga Periode atau Sekoci Politik Keluarga?

Selasa, 03 Februari 2026 | 18:41 WIB

Di hadapan ratusan kader PSI di Makassar, retorika Jokowi terdengar bak proklamasi. Tak hanya memberi motivasi, tetapi juga janji keterlibatan luar biasa dari seorang presiden

Menyingkap Tabir Pertemuan Jumat Malam Prabowo Jamu 'Tamu Oposisi' di Kertanegara polemik

Menyingkap Tabir Pertemuan Jumat Malam Prabowo Jamu 'Tamu Oposisi' di Kertanegara

Senin, 02 Februari 2026 | 15:59 WIB

Kabar pertemuan Prabowo dengan tokoh oposisi pertama kali diembuskan oleh Menhan Sjafrie Sjamsoeddin

Belajar dari Kasus Hogi, Bagaimana Aturan Membela Diri dari Penjahat Dalam Hukum RI? polemik

Belajar dari Kasus Hogi, Bagaimana Aturan Membela Diri dari Penjahat Dalam Hukum RI?

Jum'at, 30 Januari 2026 | 21:44 WIB

Ada batasan tipis antara menjadi pahlawan dan pelaku kriminal di mata hukum Indonesia

Rahasia Tepung Hunkwe, Bahan Sehat di Balik Tekstur Es Gabus Mirip Spons polemik

Rahasia Tepung Hunkwe, Bahan Sehat di Balik Tekstur Es Gabus Mirip Spons

Kamis, 29 Januari 2026 | 18:58 WIB

Viral es gabus dituding terbuat dari spons berbahaya, jajanan jadul ini ternyata dibuat dari tepung hunkwe yang aman dan sehat

×
Zoomed