Suara.com - Svetlana Dayani adalah putri sulung Njoto, petinggi Partai PKI. Ia menceritakan kisah hidupnya dalam penjara Orde Baru, Svetlana juga menyaksikan sendiri banyak penyiksaan tahanan mulai dari disundut rokok, dipecut hingga disiksa. Menjadi seorang anak gembong PKI, tak membuat Svetlana menyesal sama sekali. Namun, sampai sekarang ia tak mengetahui nasib ayahnya entah masih hidup atau sudah dibunuh dan dikubur. Dalam liputan khusus kali ini, ia membeberkan pengalaman hidupnya mulai dari perjuangannya menyembunyikan identitas diri hingga ia merasa diasingkan di negerinya sendiri. Selengkapnya simak dalam videonya diatas.
Creative/Videografer/Video Editor: Gabriella Efania/Dendi Afriyan/Heriyanto
Kontributor : Abdus Somad
Tak dapat dimungkiri, tragedi 19651966 meninggalkan luka mendalam berupa pembunuhan massal, pemenjaraan tanpa proses hukum, penghilangan paksa, dan stigma turun-temurun.
Politikus PDI-P Ribka Tjiptaning dilaporkan ARAH ke Bareskrim (12/11) terkait pernyataan Soeharto 'pembunuh jutaan rakyat' dalam polemik pahlawan nasional.
Dalam kesempatan itu, Prabowo bertindak sebagai inspektur upacara. Sementara Kolonel Penerbang Mohammad Amri Taufanny bertindak sebagai komandan upacara.
Upaya pemerintah menulis kembali buku sejarah nasional terkait G30S mendapat kritik keras dari sejarawan, Asvi Warman Adam.
Salinan ijazah terlegalisir yang dipakai Calon Presiden di Pilpres 2014 dan 2019, tulis Bonatua
nonfiksi
Anak-anak, remaja, hingga dewasa ditangkap Polres Jakarta Utara atas tuduhan ikut aksi Agustus 2025. Banyak yang sebenarnya tidak ikut demonstrasi. Mereka dianiaya polisi.
polemik
Jangan sebut mereka korban jika mereka berangkat secara sadar untuk menipu orang lain demi gaji dolar,
nonfiksi
Polres Magelang Kota diduga melakukan asal tangkap terhadap banyak bocah setelah aksi Agustus 2025. Banyak di antara anak-anak itu mengaku disiksa selama dalam tahanan.
polemik
Analisis dari akademisi Universitas Airlangga (Listiyono Santoso dkk) menyebutkan bahwa kultur patrimonial dalam birokrasi menjadi penghambat utama
polemik
Gentengisasi, di satu sisi menjanjikan estetika dan ekonomi kerakyatan, di sisi lain terbentur masalah teknis, budaya, dan anggaran
polemik
Pernyataan tegas Jokowi ini ditegaskan kala menanggapi isu Gibran disebut-sebut berpotensi besar jadi calon presiden (capres) 2029.