Home > Detail

Njoto, Pemimpin PKI di Mata Putrinya

Rinaldi Aban

Rabu, 03 Oktober 2018 | 12:12 WIB

Suara.com - Svetlana Dayani adalah putri sulung Njoto, petinggi Partai PKI. Ia menceritakan kisah hidupnya dalam penjara Orde Baru, Svetlana juga  menyaksikan sendiri banyak penyiksaan tahanan mulai dari disundut rokok, dipecut hingga disiksa. Menjadi seorang anak gembong PKI, tak membuat Svetlana menyesal sama sekali. Namun, sampai sekarang ia tak mengetahui nasib ayahnya entah masih hidup atau sudah dibunuh dan dikubur. Dalam liputan khusus kali ini, ia membeberkan pengalaman hidupnya mulai dari perjuangannya menyembunyikan identitas diri hingga ia merasa diasingkan di negerinya sendiri. Selengkapnya simak dalam videonya diatas.

Creative/Videografer/Video Editor: Gabriella Efania/Dendi Afriyan/Heriyanto

Kontributor : Abdus Somad


Terkait

Roy Suryo: Penangkapan Saya Seperti Film G30S/PKI, Polisi Masuk Kamar dan Larang Mandi!
Senin, 29 Juni 2026 | 10:54 WIB

Roy Suryo: Penangkapan Saya Seperti Film G30S/PKI, Polisi Masuk Kamar dan Larang Mandi!

Petugas keamanan lingkungan hanya diminta mengantar aparat ke rumah tanpa mengetahui secara rinci tujuan kedatangan penyidik.

Pecinan Kota Malang dan Luka Panjang Etnis Tionghoa Pasca G30S
Selasa, 19 Mei 2026 | 19:10 WIB

Pecinan Kota Malang dan Luka Panjang Etnis Tionghoa Pasca G30S

Novel ini memperlihatkan bagaimana identitas seseorang bisa dipaksa menjadi masalah oleh situasi politik.

Kisah Kelam Tragedi 1965 di Mata Seorang Mantan Kader PKI: Review Novel 'Kubah' Ahmad Tohari
Kamis, 30 April 2026 | 11:46 WIB

Kisah Kelam Tragedi 1965 di Mata Seorang Mantan Kader PKI: Review Novel 'Kubah' Ahmad Tohari

Bagi kamu yang suka membaca novel fiksi dengan sentuhan sejarah, khususnya tragedi 30 September 1965 dan dampaknya, novel Kubah dapat menjadi salah satu pilihan.

Terbaru
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
polemik

Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:59 WIB

Di balik narasi hijau menyelamatkan Taman Nasional Tesso Nilo, ribuan warga kecil kini kehilangan segalanyamulai dari rumah, kebun, hingga anggota keluarga dipenjara.

Ramai-ramai Berburu Anggaran di Senayan, Efisiensi Prabowo Cuma Omon-omon? polemik

Ramai-ramai Berburu Anggaran di Senayan, Efisiensi Prabowo Cuma Omon-omon?

Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:10 WIB

Sejumlah kementerian dan lembaga berbondong-bondong mengajukan tambahan anggaran kepada DPR RI. Nilainya tidak kecil, mulai dari ratusan miliar hingga puluhan triliun rupiah

Siapa di Balik BEM Bersatu? Mengaku Kelompok Mahasiswa, Tapi Dicap Gaib Oleh Kampus polemik

Siapa di Balik BEM Bersatu? Mengaku Kelompok Mahasiswa, Tapi Dicap Gaib Oleh Kampus

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:38 WIB

Semua diawali saat sekelompok muda mengatasnamakan diri BEM Bersatu secara tiba-tiba menggelar konferensi pers pada Selasa, 16 Juni 2026

Kedok Pemulihan Hutan: Benarkah Satgas PKH Hanya Membuka Jalan Bisnis Sawit Agrinas? polemik

Kedok Pemulihan Hutan: Benarkah Satgas PKH Hanya Membuka Jalan Bisnis Sawit Agrinas?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41 WIB

Barita Simanjuntak membantah anggapan bahwa lahan hasil penertiban otomatis akan dialihkan menjadi perkebunan sawit.

Geger Isu '98 Jilid 2', Benarkah Situasi Politik Saat Ini Mirip Era Reformasi? polemik

Geger Isu '98 Jilid 2', Benarkah Situasi Politik Saat Ini Mirip Era Reformasi?

Senin, 08 Juni 2026 | 20:04 WIB

Noel memberikan penekanan khusus bahwa situasi saat ini berisiko menyerupai peristiwaReformasi 1998jika tidak segera diantisipasi oleh Kepala Negara

Nyawa Lebih Murah dari Harga Ikan? Kisah Pahit Awak Kapal di Balik Perjuangan Ratifikasi ILO K-188 polemik

Nyawa Lebih Murah dari Harga Ikan? Kisah Pahit Awak Kapal di Balik Perjuangan Ratifikasi ILO K-188

Senin, 08 Juni 2026 | 10:26 WIB

Trauma puluhan tahun itu mengkristal menjadi sebuah ketegasan: laut bukan tempat untuk masa depan anaknya.

Motif di Balik Riset Fiktif Peneliti WNI di Denmark polemik

Motif di Balik Riset Fiktif Peneliti WNI di Denmark

Kamis, 28 Mei 2026 | 20:51 WIB

Nama-nama yang disebut dan diduga lakukan pemalsuan itu di antaranya Prihantini, Rifaldy Fajar, dan Rini Winarti

×
Zoomed