Zainal, Seorang Sunni yang Setia Menjaga Gerbang Syiah
Home > Detail

Zainal, Seorang Sunni yang Setia Menjaga Gerbang Syiah

Reza Gunadha | Ria Rizki Nirmala Sari

Senin, 28 Mei 2018 | 09:15 WIB

Suara.com - Sunni dan Syiah, dua mazhab arus utama Islam sedunia itu kerap disebut saling berseberangan. Namun, bagi Zainal, bingkai perseteruan keduanya justru diembuskan oleh orang-orang yang tak menginginkan kedua penganut sekte tersebut bersatu sebagai saudara.

Sudah 15 tahun Zainal bekerja di Islamic Cultural Center (ICC) Jakarta, Jalan Buncit Raya No 35 RT1/RW7, Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

“Saya sudah lama bekerja di ICC Jakarta ini, sebagai penjaga keamanan. Orang-orang mengenal saya sebagai Babeh. Saya seorang Muslim Sunni, tulen,” tuturnya memperkenalkan diri kepada Suara.com, Kamis (24/5/2018).

Sebagai seorang Sunni, Zainal menuturkan terdapat sejumlah perbedaan dengan Syiah. Namun, ia memastikan, perbedaan itu tidak prinsip atau yang berkaitan dengan masalah Ketuhanan.

Ia mengakui, tak mudah sebagai seorang Suni bekerja di kalangan Syiah. Bukan lantaran terdapat diskriminasi, bukan. Melainkan pandangan orang-orang yang mengenalnya.

Sang istri misalnya, diakui Zainal sempat memunyai pikiran negatif mengenai Muslim Syiah, dan mencurigai dirinya sudah menjadi bagian jemaah tersebut.

“Dulu sekali, waktu kali pertama diterima bekerja di sini, istri saya curiga. Sempat kesal juga sih, karena tuduhan-tuduhannya semakin kebangetan,” tukasnya.

Tak hanya istri, tetangga rumahnya juga menaruh pandangan negatif dan kecurigaan seperti itu.

Kecurigaan yang sama juga ditunjukkan oleh keluarga maupun tetangga-tetangganya di kampung halaman.

Bagi Zainal, kecurigaan itu wajar, karena masih banyak yang menyebar tuduhan-tuduhan salah mengenai Syiah. Namun, Zainal tetap sabar memberikan penjelasan kepada mereka.

“Saya jelaskan kepada mereka, bahwa tak ada yang perlu dicurigai atau bahkan ditakutkan dari saudara-saudara Muslim Syiah. Mereka tetap Islam seperti kita, dan persoalan mazhab, itu persoalan keputusan masing-masing orang,” jelasnya.

Apalagi, Zainal mengakui, meskipun bekerja di lingkungan Syiah, tak pernah sekali pun dirinya dibujuk atau bahkan dipaksa berpindah mazhab.

"Lucu memang, di kampung, saya sudah di cap Syiah. Biarkan orang mau bilang apa. Tidak ada yang namanya perbandingan apalagi membanding-bandingkan. Bagi saya semuanya sama, Islam, dan pengikutnya adalah manusia, yang penting itu, saling menghargai," tukasnya.

Ia juga menceritakan, jemaah Syiah dan ICC Jakarta kerapkali dituduh tak mau membaur dengan masyarakat sekitar maupun masjid-masjid Sunni.

Menurutnya, semua tuduhan itu tidak benar. Ia menceritakan, seluruh jemaah Syiah yang kerap datang maupun pengurus ICC Jakarta, menjalin hubungan baik dengan masyarakat sekitar.

Sejak dulu, sambungnya, ustaz-ustaz ICC Jakarta sering diundang oleh masjid-masjid sekitar dalam berbagai kegiatan.

Begitu juga sebaliknya, ICC Jakarta kerapkali mengundang tokoh-tokoh agama Sunni maupun masyarakat sekitar untuk mengikuti acara-acara mereka.

Orang-orang Islam yang bukan Syiah juga dipersilakan mengikuti ceramah-ceramah maupun pengajian di ICC Jakarta.

Zainal menjelaskan, Syiah dan Sunni seringkali dihadap-hadapkan karena ada kelompok yang masih mewarisi pola pikir era Orde Baru.

”Padahal, sejak tahun 1908-an, orang-orang yang berceramah itu benar-benar disorot pemerintah, bukan hanya Syiah, tapi juga Sunni. Kebebasan beragama itu ada kan baru saat zaman Presiden Gus Dur (Abdurrahman Wahid),” katanya.

Zainal menginsyafi, selain menjadi petugas keamanan ICC Jakarta, dirinya memunyai tanggung jawab untuk menjaga perdamaian dan persaudaraan kedua mazhab Islam tersebut.

”Saya sudah memberikan penjelasan ke banyak orang mengenai Sunni-Syiah. Sebenarnya yang merecoki itu bukan Syiah, juga bukan Sunni, tapi di luarnya, itu banyak. Jadi kuncinya adalah, pelajari benar-benar ilmu agama, sehingga tak mudah diperdaya,” tandasnya.


Terkait

Dijaga Ketat, Muslim Syiah Semarang Gelar Peringatan Asyura
Minggu, 01 Oktober 2017 | 18:26 WIB

Dijaga Ketat, Muslim Syiah Semarang Gelar Peringatan Asyura

"Acara ini sudah mendapat izin. Lagi pula, kami memeringati wafatnya cucu Nabi Muhammad SAW," terangnya.

Taliban dan ISIS di Afganistan Bersatu Bantai Warga Muslim Syiah
Senin, 07 Agustus 2017 | 11:16 WIB

Taliban dan ISIS di Afganistan Bersatu Bantai Warga Muslim Syiah

Selain perempuan dan anak-anak, mereka juga membunuh warga lanjut usia.

Terbaru
4 Prajurit BAIS Tersangka Penyiram Air Keras ke Aktivis Kontras, Apa Motifnya?
polemik

4 Prajurit BAIS Tersangka Penyiram Air Keras ke Aktivis Kontras, Apa Motifnya?

Rabu, 18 Maret 2026 | 18:42 WIB

Keempat prajurit yang kini berstatus tersangka tersebut memiliki inisial NDP, SL, BHW, dan ES. Saat ini, mereka telah ditahan di Pomdam Jaya

Teror Air Keras ke Pembela HAM, Siapa di Balik Serangan Brutal Aktivis KontraS? polemik

Teror Air Keras ke Pembela HAM, Siapa di Balik Serangan Brutal Aktivis KontraS?

Rabu, 18 Maret 2026 | 16:17 WIB

Banyak pihak meyakini ini adalah serangan teror yang ditujukan langsung untuk membungkam suara kritis Andrie dan para pembela hak asasi manusia

Membongkar 'Jalur Cepat' Haji: Bagaimana Eks Menag Yaqut Terjerat Korupsi? polemik

Membongkar 'Jalur Cepat' Haji: Bagaimana Eks Menag Yaqut Terjerat Korupsi?

Senin, 16 Maret 2026 | 19:29 WIB

Upaya Gus Yaqut lolos dari jerat hukum sempat kandas setelah permohonan praperadilannya ditolak Pengadilan Negeri Jakarta Selatan

Membaca Rencana Taklimat Prabowo, Rakyat Diminta Siap-siap Susah? polemik

Membaca Rencana Taklimat Prabowo, Rakyat Diminta Siap-siap Susah?

Kamis, 12 Maret 2026 | 16:33 WIB

Dalam tradisi komunikasi, khususnya di lingkungan militer, taklimat adalah sebuah instruksi yang bersifat teknis, padat, dan sangat strategis

Algoritma Manipulatif hingga Ancaman VPN, Mengapa Anak di Bawah 16 Tahun Dilarang Punya Medsos? polemik

Algoritma Manipulatif hingga Ancaman VPN, Mengapa Anak di Bawah 16 Tahun Dilarang Punya Medsos?

Senin, 09 Maret 2026 | 19:36 WIB

Dalam beberapa tahun terakhir, aktivitas anak di internet semakin tinggi, sementara risiko yang mereka hadapi juga semakin kompleks

Korupsi 'Level Baru', Kasus Fadia Arafiq Bongkar Modus Canggih Pejabat Raup Duit Negara polemik

Korupsi 'Level Baru', Kasus Fadia Arafiq Bongkar Modus Canggih Pejabat Raup Duit Negara

Sabtu, 07 Maret 2026 | 13:38 WIB

Kasus ini bukanlah sekadar suap atau pemerasan biasa, melainkan cerminan dari metamorfosis korupsi yang kini jauh lebih terstruktur, canggih, dan sulit diendus

Di Balik "Pesona" Beijing Ada Strategi Klasik "Soft Power" hingga Gelombang Video Hoaks polemik

Di Balik "Pesona" Beijing Ada Strategi Klasik "Soft Power" hingga Gelombang Video Hoaks

Jum'at, 06 Maret 2026 | 23:55 WIB

Salah satu pilar unik dalam strategi China di Indonesia adalah pendekatannya terhadap komunitas Muslim, mulai dari "diplomasi santri", hingga pemanfaatan isu Gaza Palestina.

×
Zoomed