Kenapa Paskah Identik dengan Telur dan Kelinci? Begini Asal-Usulnya
Home > Detail

Kenapa Paskah Identik dengan Telur dan Kelinci? Begini Asal-Usulnya

Chyntia Sami Bhayangkara

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:27 WIB

Suara.com - Setiap tahunnya, perayaan Paskah selalu identik dengan simbolis telur dan kelinci. Di mana, tradisi ini mirip dengan tradisi Hari Natal yang diidentikkan dengan Sinterklas dan warna merah. Lantas kenapa Paskah identik dengan telur dan kelinci? Simak asal-usulnya dalam artikel berikut.

Tepat di Hari perayaan Paskah, umat Kristiani umumnya akan menghabiskan waktu di gereja untuk merenung, berdoa, hingga merayakan kehidupan Yesus Kristus. Tak sedikit dari mereka yang akan berkumpul dengan teman atau keluarga untuk menikmati hidangan makan malam yang istimewa dengan menu khas.

Tradisi Perayaan Paskah yang Mulai Berkembang Seiring Perubahan Zaman dan Tidak Tercantum dalam Al-Kitab

Melansir dari situs History, terdapat beragam tradisi atau perayaan Paskah masa kini yang tidak ditemukan di dalam Alkitab. Simbol kelinci Paskah sendiri, dilaporkan diperkenalkan ke Amerika oleh para imigran Jerman yang membawa cerita terkait legenda kelinci bertelur.

Tradisi dekorasi telur dan kelinci Paskah diyakini berasal dari setidaknya abad ke-13. Sedangkan tradisi lain, seperti konsumsi permen Paskah merupakan salah satu tambahan tradisi yang lebih modern untuk perayaan liburan yang umumnya bertepatan pada awal musim semi.

Diketahui, hari Paskah dirayakan pada tanggal yang berbeda setiap tahunnya, antara tanggal 21 Maret dan 25 April, tergantung kapan dimulainya bulan purnama di musim semi. Tahun ini, Paskah dirayakan pada hari Minggu, 5 April 2026.

Untuk mengetahui kenapa paskah identik dengan telur dan kelinci, mari simak asal-usulnya dalam artikel berikut.

Telur Paskah

Umat Kristiani umumnya akan makan telur cokelat ketika Hari Paskah. Melansir situs History, kegiatan mendekorasi telur untuk Paskah merupakan tradisi yang sudah ada setidaknya pada abad ke-13.

Pasalnya, dahulu telur adalah makanan yang dilarang selama masa Prapaskah. Oleh karena itu, orang lantas melukis dan menghias telur untuk menandai berakhirnya masa penebusan dosa dan puasa. Mereka alam memakannya pada hari Paskah sebagai simbol perayaan.

Telur di hari Paskah ini dianggap sebagai simbol kuno kehidupan baru serta banyak dikaitkan dengan festival pagan yang menandai perayaan musim semi. Menurut kepercayaan umat Kristen, telur Paskah diklaim mewakili kebangkitan Yesus dari alam kubur.

Dikutip dari laman BBC, orang-orang Victoria lantas mengadaptasi tradisi turun temurun itu dengan telur kardus berlapis satin yang biasanya akan diisi dengan hadiah Paskah. Tradisi tersebut lantas berkembang hingga menjadi tradisi yang kini dinikmati olehxbanyak orang di seluruh dunia.

Kelinci Paskah

Kelinci Paskah sendiri merupakan sebuah makhluk fiktif yang diibaratkan sebagai seekor kelinci antropomorfis. Berdsarkan cerita legenda, kelinci membawa keranjang penuh yang berisi telur, permen, serta mainan yang bewarna-warni ke rumah anak-anak tepat di malam Paskah.

Sama seperti telur paskah, kisah tentang kelinci Paskah, juga berkaitan dengan tradisi Pagan. Tradisi kelinci Paskah sendiri dimulai pada abad ke-19.

Melansir ABC Australia, beberapa orang percaya jika perayaan Paskah, yang dalam bahasa Inggrisnya bernama Easter day, dimulai dari tradisi kaum pagan untuk memperingati Eostre, seorang dewi musim semi dan fertilitas.

Berdasarkan ceritanya, Dewi Eostre memiliki peliharaan seekor hare, sejenis kelinci. Hewan tersebut akhirnya menjadi simbol Easter lantaran populer berkat kemampuannya untuk berkembang biak dengan cepat dan banyak.

Seiring berjalannya waktu, simbol keberadaan hewan hare lantas diganti dengan kelinci. Sebab, kelinci juga bisa melahirkan banyak bayi sehingga dinilai sebagai simbol kehidupan baru.

Di Jerman pada tahun 1700-an, anak-anak  membangun sarang, dan meletakkan sebuah wortel di luar untuk mengundang "Osterhase" atau "Oschter Haws", julukan bagi kelinci Paskah. Di tahun yang sama, Imigran Jerman lantas membawa tradisi ini ke Amerika.

Legenda menyebutkan bahwa kelinci Paskah akan bertelur, menghias, dan menyembunyikan telur untuk anak-anak yang baik, sebba telur juga dijadikan sebagai simbol kehidupan baru. Itulah awal mula anak-anak melakukan perburuan telur Paskah sebagai bagian dari hari perayaan tahunan itu.

Demikian tadi asal usul kenapa Paskah identik dengan telur dan kelinci. Semoga informasi ini bermanfaat!

Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari


Terkait

Paus Leo Kritik Donald Trump: Tuhan Tolak Doa Pemimpin Pengobar Perang
Senin, 30 Maret 2026 | 08:55 WIB

Paus Leo Kritik Donald Trump: Tuhan Tolak Doa Pemimpin Pengobar Perang

Paus Leo menekankan bahwa Yesus menolak kekerasan dan tidak akan mendengarkan doa mereka yang tangannya berlumuran darah.

Fakta dan Makna Paskah, Lengkap dengan Alasan Tanggal Peringatannya Selalu Berubah
Minggu, 29 Maret 2026 | 17:14 WIB

Fakta dan Makna Paskah, Lengkap dengan Alasan Tanggal Peringatannya Selalu Berubah

Mengapa tanggal Paskah selalu berubah setiap tahun? Simak sejarah penanggalan, makna simbol telur, hingga pesan pertobatan ekologis dalam perayaan Paskah di sini.

Nestle Umumkan 12 Ton Cokelat KitKat Dicuri Jelang Paskah
Minggu, 29 Maret 2026 | 19:00 WIB

Nestle Umumkan 12 Ton Cokelat KitKat Dicuri Jelang Paskah

Nestl memastikan bahwa investigasi masih terus berlangsung dan dilakukan bersama otoritas lokal serta mitra rantai pasokan untuk mengungkap keberadaan truk dan pelaku

Terbaru
Ide Kreatif Dinilai Rp 0, Bedah Kasus Amsal Sitepu Jadi Terdakwa Gegara Video Profil Desa
polemik

Ide Kreatif Dinilai Rp 0, Bedah Kasus Amsal Sitepu Jadi Terdakwa Gegara Video Profil Desa

Selasa, 31 Maret 2026 | 17:51 WIB

Amsal Sitepu dituntut pidana dua tahun penjara, denda Rp 50 juta, serta kewajiban membayar uang pengganti

Menavigasi Pergeseran Pengaruh: Kenapa Orang Indonesia Mulai "Jatuh Cinta" pada China? polemik

Menavigasi Pergeseran Pengaruh: Kenapa Orang Indonesia Mulai "Jatuh Cinta" pada China?

Senin, 30 Maret 2026 | 23:50 WIB

Sentimen positif masyarakat Indonesia terhadap China naik tajam berkat faktor ekonomi, strategi soft power, serta narasi pro-Beijing yang masif di media sosial.

4 Prajurit BAIS Tersangka Penyiram Air Keras ke Aktivis Kontras, Apa Motifnya? polemik

4 Prajurit BAIS Tersangka Penyiram Air Keras ke Aktivis Kontras, Apa Motifnya?

Rabu, 18 Maret 2026 | 18:42 WIB

Keempat prajurit yang kini berstatus tersangka tersebut memiliki inisial NDP, SL, BHW, dan ES. Saat ini, mereka telah ditahan di Pomdam Jaya

Teror Air Keras ke Pembela HAM, Siapa di Balik Serangan Brutal Aktivis KontraS? polemik

Teror Air Keras ke Pembela HAM, Siapa di Balik Serangan Brutal Aktivis KontraS?

Rabu, 18 Maret 2026 | 16:17 WIB

Banyak pihak meyakini ini adalah serangan teror yang ditujukan langsung untuk membungkam suara kritis Andrie dan para pembela hak asasi manusia

Membongkar 'Jalur Cepat' Haji: Bagaimana Eks Menag Yaqut Terjerat Korupsi? polemik

Membongkar 'Jalur Cepat' Haji: Bagaimana Eks Menag Yaqut Terjerat Korupsi?

Senin, 16 Maret 2026 | 19:29 WIB

Upaya Gus Yaqut lolos dari jerat hukum sempat kandas setelah permohonan praperadilannya ditolak Pengadilan Negeri Jakarta Selatan

Membaca Rencana Taklimat Prabowo, Rakyat Diminta Siap-siap Susah? polemik

Membaca Rencana Taklimat Prabowo, Rakyat Diminta Siap-siap Susah?

Kamis, 12 Maret 2026 | 16:33 WIB

Dalam tradisi komunikasi, khususnya di lingkungan militer, taklimat adalah sebuah instruksi yang bersifat teknis, padat, dan sangat strategis

Algoritma Manipulatif hingga Ancaman VPN, Mengapa Anak di Bawah 16 Tahun Dilarang Punya Medsos? polemik

Algoritma Manipulatif hingga Ancaman VPN, Mengapa Anak di Bawah 16 Tahun Dilarang Punya Medsos?

Senin, 09 Maret 2026 | 19:36 WIB

Dalam beberapa tahun terakhir, aktivitas anak di internet semakin tinggi, sementara risiko yang mereka hadapi juga semakin kompleks

×
Zoomed