Suara.com - Persoalan janggalnya harta kekayaan janggal mantan pegawa Ditjen Pajak Rafael Alun Trisambodo yang kini ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK menjadi pembahasan hangat di Gedung DPR beberapa waktu lalu.
Bahkan, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani diundang untuk mengikuti rapat kerja menyoal evaluasi Reformasi Birokrasi Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Sudah diduga di awal, Sri Mulyani menjadi bulan-bulanan Anggota DPR yang mempertanyakan gaya hidup sang anak buah.
Namun Anggota Fraksi Golkar Melchias Markus Mekeng membahas hal tersebut dengan santainya, ia menyebutkan bahwa hal tersebut disebabkan karena kebanyakan makan uang haram.
"Kalau saya lebih berpikir saya bilang sama anak-anak saya, kalau kita makan uang haram kebanyakan akan dibuka dengan Tuhan dengan cara yang demikian," ungkapnya.
"Kebanyakan dia makan uang haram itu," kata Mekeng melanjutkan pernyataan dengan wajah tersenyum, disambut riuh tawa para anggota dewan.
"Kalau makan uang haram kecil-kecil ya, oke-lah."
![Infografis Melchias Markus Mekeng. [Suara.com]](https://media.suara.com/pictures/original/2023/03/31/34038-infografis-melchias-markus-mekeng.jpg)
Melchias Mekeng adalah anggota DPR RI dari Partai Golkar, dia sudah 'berakar' jadi wakil rakyat, yakni selama 19 tahun, sejak 2004
Segini gaji dan harta kekayaan Melchias Mekeng, anggota DPR yang merasa tidak masalah jika makan uang haram kecil-kecilan.
Melchias Mekeng memaklumi pejabat yang makan uang haram dalam jumlah kecil. Hal ini lantas membuat informasi soal harta kekayaannya turut dicari.
Mengungkap kejanggalan di balik kematian Sutrimo, Karumga eks Jampidsus Febrie Adriansyah di Desa Wlahar, Banyumas. Dari pengawasan CCTV mendadak hingga pengintai misterius.
polemik
Tidak seorang pun dari rombongan pengantar jenzah Sutrimo memperkenalkan identitas ataupun menjelaskan dari instansi mana.
polemik
MTI menilai persoalan mendasar dari pernyataan Prabowo bukan semata pada legalitas ucapan, melainkan implikasinya yang sangat destruktif bagi kualitas demokrasi
polemik
Meski keputusan ini diambil secara bulat, proses persetujuan sebelumnya sempat diwarnai kritik tajam terkait prosedur yang mendadak serta kekhawatiran akan beban anggaran
polemik
Pernyataan Febrie Adriansyah yang menyebut emas tersebut sudah ada pemiliknya justru menjadi titik penting dalam proses pembuktian
polemik
Di balik narasi hijau menyelamatkan Taman Nasional Tesso Nilo, ribuan warga kecil kini kehilangan segalanyamulai dari rumah, kebun, hingga anggota keluarga dipenjara.
polemik
Sejumlah kementerian dan lembaga berbondong-bondong mengajukan tambahan anggaran kepada DPR RI. Nilainya tidak kecil, mulai dari ratusan miliar hingga puluhan triliun rupiah