Cerita Tukang Kebun Istana yang Sudah Berfoto Bersama 6 Presiden
Home > Detail

Cerita Tukang Kebun Istana yang Sudah Berfoto Bersama 6 Presiden

RR Ukirsari Manggalani | Ummi Hadyah Saleh

Sabtu, 25 September 2021 | 06:14 WIB

Suara.com - Sore itu cuaca cukup cerah, Taufik tampak menyiram tanaman di area kawasan Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (24/9/2021). Tampak pohon mahoni dan jenis tanaman lainnya ia siram.

Taufik bukanlah nama sebenarnya. Ia adalah tukang kebun Istana yang telah mengabdi 28 tahun dari era Presiden Soeharto hingga Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ia pun tak menyangka bisa keterima bekerja di Istana.

"Dulu ngelamar kerja awal-awal masuk 1993. Alhamdulillah sampai sekarang bisa kerja di sini. Awalnya ya nggak nyangka bisa kerja di sini. Bangga juga pastinya," ujar Taufik, tetap dalam posisi memegang selang sambil menyiram tanaman.

Taufik (bukan nama sebenarnya) sebagai tukang kebun Istana telah berpotret dengan enam Presiden Indonesia [Suara.com/Ummi Hadyah saleh].
Taufik (bukan nama sebenarnya) sebagai tukang kebun Istana telah berpotret dengan enam Presiden Indonesia [Suara.com/Ummi Hadyah saleh].

Menyiram tanaman, memberi pupuk, membersihkan sampah seperti dedaunan, memotong rumput dan lainnya adalah kegiatan sehari-harinya sebagai tukang kebun Istana.

Tugas Taufik tak hanya di dalam kawasan Istana Merdeka dan sekitarnya. Ia juga bertugas membersihkan dan merawat tanaman di kawasan Istana Kepresidenan.

Ia tak bekerja sendiri, namun bersama delapan orang lainnya yang merawat dan membersihkan tanaman sebagai satu tim. Setiap tim sudah dibagi-bagi tugas dan areanya.

"Kalau di kawasan sini (Istana Kepresidenan) itu satu tim ada sembilan orang. Di dalam (Kawasan Istana Merdeka, Istana Negara, Wisma Negara dan Kantor Presiden) ada tuga tim. Di kawasan Istana Kepresidenan ada satu tim," ucap Taufik.

Taufik yang mengenakan baju dinas abu-abu lengkap dengan topi dan sepatu boots mengatakan bahwa ia dan rekannya bekerja dari mulai pukul 06.00 hingga pukul 15.00 WIB setiap harinya.

Terkadang dirinya dan rekan lainnya mendapatkan jatah piket. Sehingga harus pulang keesokan harinya.

"Sabtu Minggu gantian liburnya, kadang kalau piket masuk jam 06.00 pagi pulangnya besoknya jam 06.00 pagi jaga di sini. Jadi malam nggak kerja paling kalau dibutuhkan harus siap," kata dia.

Para petugas kebersihan maupun tukang kebun kata Taufik mendapatkan jatah makan setiap harinya. Sehingga ia tak merogoh koceknya untuk membeli makan di luar.

"Alhamdulillah kita dapat makan," kata dia.

 Sudah Foto Dengan Enam Presiden Indonesia

Pria yang berusia 48 tahun itu menyatakan bersyukur dengan pekerjaan yang ia jalani hingga hari ini.

Meski dirinya seorang tukang kebun, ia sudah berfoto bersama tujuh Presiden.

Yakni mulai dari era Presiden Soeharto, B.J. Habibie, Abdurrahman Wahid (Gusdur), Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan Presiden Jokowi.

"Alhamdulillah sudah ketemu dan sudah foto bareng malah dengan Presiden dari mulai Pak Soeharto, sampai Pak Jokowi," ucap Taufik yang terus menyiram tanaman.

Bekerja menjadi seorang tukang kebun Istana baginya adalah kebanggaan karena bisa berkesempatan bertemu dengan Presiden.

Sambil terus menyiramkan tanaman, pria yang memiliki dua putra ini menceritakan meski bekerja di Istana, dirinya tidak dengan mudah bertemu dengan orang nomor satu di Indonesia.

Sebab kata Taufik, ada momen di mana dirinya bisa berkesempatan bertemu Presiden.

Momen tersebut yakni dari saat Presiden menggelar open house, halal bihalal hingga saat Hari Kemerdekaan 17 Agustus.  Dari situlah ia berkesempatan bisa bersalaman hingga berfoto bersama.  Kenangan-kenangan foto bersama Presiden pun ia simpan di rumahnya.

"Ada semua di rumah foto-fotonya," ucap Taufik.

Saat Presiden Keluar dari Gedung

Taufik bercerita bahwa ketika presiden keluar dari gedung dari Istana Negara, Istana Merdeka, Kantor Presiden, tukang kebun atau petugas kebersihan diminta untuk masuk ke dalam. Sehingga lokasi yang dilewati Presiden steril.

Selain itu, jalanan di Istana Kepresidenan yang akan dilewati Presiden juga harus bersih.

"Ya paling kalau lagi bersihin tanaman, terus Presiden mau keluar, ya suruh ngumpet (masuk ke dalam) Bapak mau lewat. Sebelum Bapak (Presiden) lewat disapu dulu dibersihin," katanya.

Ia pun pernah mendapatkan teguran karena masih ada dedaunan yang berjatuhan meski sudah ia bersihkan.

"Pernah ditegor sama Danplek (Komandan Komplek). Disuruh nyapu lagi karena Bapak (Presiden) mau keluar. Danplek bilang "Tolong disapu ya, Pak. Bapak Presiden mau lewat," kata Taufik.

Tampak Taufik (bukan nama sebenarnya) tengah menjalankan tugas sebagai tukang kebun Istana [Suara.com/Ummi Hadyah saleh].
Tampak Taufik (bukan nama sebenarnya) tengah menjalankan tugas sebagai tukang kebun Istana [Suara.com/Ummi Hadyah saleh].

Tak Ada Perbedaan

Taufik menuturkan selama bekerja sebagai tukang kebun, tak ada perbedaan. Sebab kata dia, semua Presiden ramah kepada petugas kebersihan, tukang kebun dan petugas lainnya

"Nggak ada bedanya mba sama saja. Semua presiden baik kepada petugas di sini," ucap Taufik.

Tanaman Milik Presiden

Taufik mengatakan bahwa tidak ada perawatan khusus untuk merawat tanaman di Kompleks Istana Kepresidenan.

Meski ada pohon yang ditanam Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di halaman, belakang Istana Merdeka.

"Yang setahu saya sih tanaman Presiden di dalam. Ada Pohon Trembesi yang ditanam sama pak SBY. Nggak ada perawatan khusus biasa saja disiram, dikasih pupuk. Dulu kecil, sekarang pohonnya sudah gede," ucap Taufik.

Bersyukur

Menurutnya menjadi tukang kebun selama 28 tahun harus dinikmati dan ia syukuri.

Ia menyatakan tak merasakan lelah. Sebab ia melakukannya dengan niat ibadah untuk memberi nafkah keluarga.

"Ya namanya kerja ada capeknya juga, tapi kita jalanin, kita nikmatin sebagai ibadah. Saya sih selalu punya prinsip, kalau kita kerja buat anak, capeknya hilang," tutur Taufik seraya berjalan melanjutkan pekerjaannya menyiram tanaman di lokasi lainnya.


Terkait

Sore Ini, Prabowo Bakal Lantik Ribka Haluk jadi Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Papua
Rabu, 08 Oktober 2025 | 13:32 WIB

Sore Ini, Prabowo Bakal Lantik Ribka Haluk jadi Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Papua

Riba turut buka suara mengenai dirinya yang dikabarkan bakal dilantik menjadi Ketua Komite Percepatan Pembangunan Papua.

Cadillac Hitam dan Mercy Putih: Koleksi Mobil Presiden Ini Bikin Nostalgia di Istana Negara
Minggu, 17 Agustus 2025 | 09:00 WIB

Cadillac Hitam dan Mercy Putih: Koleksi Mobil Presiden Ini Bikin Nostalgia di Istana Negara

Dua mobil Cadillac berkelir hitam tersebut mengapit Mercedes Benz yang bewarna putih. Ketiga mobil tersebut tampak klimis.

Di Tengah Efisiensi, Istana Buka Suara Alasan Penyerahan 700 Maung MV3 ke TNI-Polri
Selasa, 04 Maret 2025 | 07:22 WIB

Di Tengah Efisiensi, Istana Buka Suara Alasan Penyerahan 700 Maung MV3 ke TNI-Polri

Hal itu ia tegaskan menanggapi pertanyaan perihal penyerahan kendaraan yang dilakukan di tengah kebijakan efisiensi.

Terbaru
Ide Kreatif Dinilai Rp 0, Bedah Kasus Amsal Sitepu Jadi Terdakwa Gegara Video Profil Desa
polemik

Ide Kreatif Dinilai Rp 0, Bedah Kasus Amsal Sitepu Jadi Terdakwa Gegara Video Profil Desa

Selasa, 31 Maret 2026 | 17:51 WIB

Amsal Sitepu dituntut pidana dua tahun penjara, denda Rp 50 juta, serta kewajiban membayar uang pengganti

Menavigasi Pergeseran Pengaruh: Kenapa Orang Indonesia Mulai "Jatuh Cinta" pada China? polemik

Menavigasi Pergeseran Pengaruh: Kenapa Orang Indonesia Mulai "Jatuh Cinta" pada China?

Senin, 30 Maret 2026 | 23:50 WIB

Sentimen positif masyarakat Indonesia terhadap China naik tajam berkat faktor ekonomi, strategi soft power, serta narasi pro-Beijing yang masif di media sosial.

4 Prajurit BAIS Tersangka Penyiram Air Keras ke Aktivis Kontras, Apa Motifnya? polemik

4 Prajurit BAIS Tersangka Penyiram Air Keras ke Aktivis Kontras, Apa Motifnya?

Rabu, 18 Maret 2026 | 18:42 WIB

Keempat prajurit yang kini berstatus tersangka tersebut memiliki inisial NDP, SL, BHW, dan ES. Saat ini, mereka telah ditahan di Pomdam Jaya

Teror Air Keras ke Pembela HAM, Siapa di Balik Serangan Brutal Aktivis KontraS? polemik

Teror Air Keras ke Pembela HAM, Siapa di Balik Serangan Brutal Aktivis KontraS?

Rabu, 18 Maret 2026 | 16:17 WIB

Banyak pihak meyakini ini adalah serangan teror yang ditujukan langsung untuk membungkam suara kritis Andrie dan para pembela hak asasi manusia

Membongkar 'Jalur Cepat' Haji: Bagaimana Eks Menag Yaqut Terjerat Korupsi? polemik

Membongkar 'Jalur Cepat' Haji: Bagaimana Eks Menag Yaqut Terjerat Korupsi?

Senin, 16 Maret 2026 | 19:29 WIB

Upaya Gus Yaqut lolos dari jerat hukum sempat kandas setelah permohonan praperadilannya ditolak Pengadilan Negeri Jakarta Selatan

Membaca Rencana Taklimat Prabowo, Rakyat Diminta Siap-siap Susah? polemik

Membaca Rencana Taklimat Prabowo, Rakyat Diminta Siap-siap Susah?

Kamis, 12 Maret 2026 | 16:33 WIB

Dalam tradisi komunikasi, khususnya di lingkungan militer, taklimat adalah sebuah instruksi yang bersifat teknis, padat, dan sangat strategis

Algoritma Manipulatif hingga Ancaman VPN, Mengapa Anak di Bawah 16 Tahun Dilarang Punya Medsos? polemik

Algoritma Manipulatif hingga Ancaman VPN, Mengapa Anak di Bawah 16 Tahun Dilarang Punya Medsos?

Senin, 09 Maret 2026 | 19:36 WIB

Dalam beberapa tahun terakhir, aktivitas anak di internet semakin tinggi, sementara risiko yang mereka hadapi juga semakin kompleks

×
Zoomed